Pria Lansia Masaran Sragen Dilaporkan Hilang, SAR Gabungan Susur Sungai
Sejumlah anggota SAR gabungan melakukan pencarian orang hilang di perairan Sungai Grompol, Masaran, Sragen, Selasa (19/5/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang lanjut usia pria bernama Tukiran, 60, asal Dukuh Klembon RT 033/RW 006, Desa Pilang, Masaran, Sragen, dilaporkan hilang dan diyakini keluarga hanyut di Sungai Grompol, Selasa (19/5/2020).

Tim search and rescue (SAR) gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyusuri sungai tersebut, Selasa siang.

Meninggal Di Jakarta, Begini Ceritanya Jenazah Positif Covid-19 Dimakamkan Secara Biasa di Boyolali

Pejabat Humas Basarnas Pos Surakarta, Yohan Tri Anggoro, saat dihubungi Solopos.com, Selasa, mengatakan kakek-kakek tersebut sudah dua tahun tinggal di bantaran Sungai Grompol.

3 Pasien Positif Corona Klaster Gowa Dari Tasikmadu dan Colomadu Karanganyar Sembuh

Dia mengatakan orang tua itu memiliki keterbelakangan mental. Yohan menceritakan pada Senin (18/5/2020) lalu, kakak Tukiran, Suyatmi, menengok dan membawakan makanan untuknya. Suyatmi bermaksud mengajak Tukiran pulang namun Tukiran menolak.

Pasien Positif Covid-19 Solo Yang Sembuh Bertambah, Dirawat Tinggal 4 Orang

"Saat itu kondisi Sungai Grompol masih dangkal. Namun, pada Selasa pagi debit air sungai meningkat atau banjir. Korban diduga terbawa arus sungai itu," ujarnya.

Pencarian Sampai Jarak 2 Km

Yohan mengatakan operasi SAR dilakukan dengan metode susur sungai untuk mencari pria Masaran, Sragen, yang hilang teersebut. Penyusuran dilakukan dari tempat diduga korban hilang menuju tempuran Bengawan Solo dengan jarak kurang lebih 2 km.

Ngos-Ngosan hingga Salah Lafalkan Azan, Kronologi Begal di Plupuh Sragen Ditangkap Seusai Rampok Kerabat

Dia mengatakan kedalaman sungai kurang lebih dua meter. Ketua Pelaksana Badan Pelaksana Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, mengatakan tim SAR yang ikut bergabung dalam pencarian itu di antaranya SAR Poldes.

Pembunuhan Mangkubumen Solo: Tusuk Selingkuhan Istri Hingga Meninggal, Warga Gentan Dipenjara 3,5 Tahun

Selain itu ada Tagana, Kompas, MTA, IOF, MDMC, SAR Karanganyar, dan Basarnas. Dia mengatakan korban memiliki riyawat gangguan jiwa dan kesehariannya beraktivitas di pinggiran Bengawan Solo.

Tambah Lagi Dari Klaster Gowa, Warga Boyolali Positif Covid-19 Kini Mencapai 21 Orang

"Keluarga korban diduga terseret atau hanyut karena debit air Sungai Grompol," ujarnya.

Bukan Di Kantor Pos, Ini Lokasi Penyaluran BST Kemensos Rp600.000 Untuk Warga Sukoharjo


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho