Polisi mengevakuasi jenazah Sunanto yang tewas akibat ledakan petasan. (detik.com)

Solopos.com, SITUBONDO -- Malang benar nasib Sunanto. Pria 29 tahun ini harus meregang nyawa karena petasan yang ia buat meledak.

Sunanto ditemukan tergeletak di dapur rumahnya di Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo. Saat ditemukan, kondisinya sangat mengenaskan. Isi perut yang terburai, kedua pahanya pun remuk dan wajahnya lebam. Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Situbondo.

"Korban terkena ledakan petasan yang dibuat sendiri. Indikasinya jelas, sesaat setelah kejadian bau mesiu menyengat. Selain itu, di sekitar korban ditemukan banyak bahan membuat petasan. Sebagian dapurnya juga rusak," kata Kapolsek Kapongan, Iptu Nanang Priyambodo, seperti dikutip dari detik.com, Kamis (21/9/2019).

Peristiwa naas itu terjadi Kamis sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Saat itu, tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup keras dari rumah korban. Warga yang mendengar langsung berdatangan. Namun, warga sempat kerepotan masuk karena semua pintu rumah terkunci.

Kemudian sebagian warga berinisiatif menerobos masuk melalui pintu belakang. Saat itulah, korban ditemukan tergeletak dengan kondisi cukup mengenaskan. Warga segera mengontak perangkat desa dan dilanjutkan ke pihak kepolisian.

Dari lokasi kejadian, polisi menemukan banyak bahan membuat petasan. Baik berupa selongsong petasan, serbuk, dan berbagai alat lainnya. Termasuk sejumlah petasan jadi yang ditemukan bergelantungan dalam rumah Sunanto. Berbagai temuan itu langsung disita sebagai barang bukti.

Selain bekerja sebagai montir di sebuah bengkel dan tukang las, selama ini korban juga dikenal memiliki keahlian membuat petasan. Sunanto kabarnya sering menerima pesanan membuat petasan. Termasuk untuk acara hajatan warga.

"Kalau yang meledak ini, informasi sementara untuk persiapan acara hajatan keluarganya sendiri. Mau ada acara mantenan. Tapi semua masih kami selidiki," papar Nanang.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten