Petugas BPBD Ponorogo bersama sukarelawan membersihkan pohon tumbang yang disebabkan karena angin kencang, Sabtu (7/12/2019). (Istimewa-BPBD Ponorogo)

Solopos.com, PONOROGO – Hujan badai yang menerjang Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019), merenggut satu nyawa. Seorang pria meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan lapak pasar malam di Desa Singkil, Kecamatan Balong, Ponorogo, seusai diterjang hujan badai.

Hujan deras disertai angin kencang yang kembali menerjang wilayah Kabupaten Ponorogo, Sabtu sore, berdampak cukup parah. Terpantau tiga kecamatan, yakni Balong, Slahung, dan Bungkal, terdampak cukup parah.

Kepala Bidang Kedaruratan dam Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, mengatakan sampai saat ini terdata ada satu orang meninggal dunia setelah tertimpa lapak pasar yang runtuh akibat diterjang angin kencang. Korban meninggal dunia itu bernama Chandra, 26, warga Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat.

"Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Balong," kata dia kepada Madiunpos.com, Sabtu malam.

Selain mengakibatkan satu orang meninggal dunia, kata Budi, hujan disertai angin kencang itu juga menyebabkan puluhan pohon tumbang di sejumlah desa. Pohon tumbang ini juga merusak sejumlah warung dan kabel listrik PLN serta kabel Telkom.

Budi memerinci pohon tumbang itu terjadi di Kecamatan Balong seperti di Desa Singkil, Desa Balong, Desa Ngumpul, Deaa Ngraket, Desa Dadapan, dan Desa Purworejo. Kecamatan Bungkal ada di Desa Bancar, Desa Bedi Wetan, dan Desa Bedi Kulon. Sedangkan di Kecamatan Slahung ada di Desa Nailan.

"Di wilayah Bungkal, pohon tumbang menutup jalan di perempatan Bancar ke timur. Beberapa bangunan juga rusak di bagian atapnya. Selain itu di Desa Bedi Wetan, pohon tumbang juga menutup badan jalan Ponorogo-Bungkal. Saat ini sudah teratasi," jelas dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten