Pria Asal Manahan Meninggal Karena Covid-19, Jadi Kasus Kematian Ke-8 di Solo
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, SOLO -- Seorang pria berumur 59 tahun asal Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo, meninggal dunia akibat Covid-19, Senin (27/7/2020). Kasus tersebut menjadi kematian kedelapan yang diakibatkan virus SARS CoV-2 di Kota Bengawan.

Jika diperinci sesuai domisili, delapan kematian tersebut meliputi satu di Kecamatan Pasar Kliwon, tiga di Kecamatan Jebres, dan empat di Kecamatan Banjarsari.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan pasien asal Manahan tersebut sudah dirawat beberapa hari di rumah sakit (RS). Dia memiliki penyakit penyerta berupa gangguan pada paru-paru.

Kreatif, Warung Makan Di Mojolaban Sukoharjo Ini Pasang Sekat Plastik Di Tiap Meja

Akibatnya fatal karena Covid-19 menyerang saluran pernapasan, salah satunya paru-paru. Warga Manahan yang menjadi kasus meninggal kedelapan akibat Covid-19 di Solo itu sudah dimakamkan.

“Sudah dimakamkan dengan prosedur Covid-19,” kata Ning, sapaan akrabnya, saat dihubungi Solopos.com, Senin sore.

Selain tambahan kasus kematian, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo juga mencatatkan dua kasus konfirmasi positif baru. Pertama, seorang tenaga kesehatan (nakes) di RS luar kota namun berdomisili Solo.

Sedangkan kasus kedua berasal dari masyarakat umum yang uji swab mandiri di salah satu RS dan hasilnya terkonfirmasi positif.

Pilkada Solo: Tak Hanya Singkatan Nama, Busana Gibran-Teguh Juga Belum Kompak

“Nakes dirawat di RS, sedangkan yang swab mandiri ini menjalani karantina mandiri karena dia tanpa gejala atau asimtomatik. Tentu dengan pengawasan ketat dari DKK,” jelas Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo itu.

Akumulasi Kasus

Dengan tambahan dua kasus anyar dan satu warga yang meninggal ini, akumulasi kasus konfirmasi positif Covid-19 di Solo menjadi 241 orang. Perinciannya, 175 sembuh, 30 orang menjalani karantina mandiri, 28 orang rawat inap.

Sementara kasus meninggal delapan orang. Dari data tersebut, jumlah kasus aktif tersisa 58 orang. Detailnya, delapan kasus aktif di Kecamatan Laweyan, 7 di Kecamatan Serengan, satu di Kecamatan Pasar Kliwon, 17 di Kecamatan Jebres, dan 25 di Kecamatan Banjarsari.

Kematian Akibat Covid-19 Boyolali Tambah 2, Total Jadi 6 Orang

Sedangkan catatan kumulatif pasien suspek mencapai 331 orang atau bertambah lima orang dibanding hari sebelumnya. Penjabarannya, 274 sembuh, 15 dirawat inap (suspek aktif), dan 42 suspek meninggal dunia (hasil uji swab negatif Covid-19).

Selain kasus konfirmasi Covid-19, data pasien suspek patut dilihat karena trennya terus bertambah. Setiap hari selalu ada pasien baru. Beberapa ada yang menjadi kasus konfirmasi, meski ada pula yang hasilnya negatif.

Kasus suspek umumnya dari masyarakat umum yang mengalami gejala lalu dirawat inap di RS. Berbeda dengan pasien tracing dari kasus konfirmasi. "Sumbangan kematian Covid-19 seluruhnya berasal dari suspek yang naik kelas jadi kasus konfirmasi,” jelas Ning, sapaan akrabnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom