Tutup Iklan

PRESTASI SEMARANG : Kota Semarang Wakili Indonesia Berlomba Kota Bersih ASEAN

PRESTASI SEMARANG : Kota Semarang Wakili Indonesia Berlomba Kota Bersih ASEAN

SOLOPOS.COM - Lawang Sewu menjadi salah satu tujuan utama wisatawan di Kota Semarang, Jateng, Minggu (1/1/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra)

Prestasi kembali dicatatkan Kota Semarang yang dipercaya mewakili Indonesia bersaing sebagai kota bersih wisata ASEAN.

Solopos.com, SEMARANG — Kota Semarang terpilih mewakili Indonesia dalam ajang ASEAN Clean Tourist City atau kota wisata bersih tingkat ASEAN. "Ini kebanggaan, sekaligus tugas berat bagi kami sebagai salah satu yang akan mewakili Indonesia dalam kompetisi ini," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terkait prestasi anyar Kota Semarang itu, Selasa (3/10/2017).

Prestasi Semarang mendapatkan kepercayaan mewakili Indonesia dalam ASEAN Clean Tourist City itu diungkapkan Wali Kota Hendrar Prihadi seusai menerima kunjungan Tim Penilai Standar Kota Wisata Bersih ASEAN (ASEAN Clean Tourist City Standart) di Gedung Pusat Informasi Publik (PIP) Kota Semarang.

Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—mengatakan Semarang memang tergolong "pemain baru" di bidang pariwisata, tetapi terus berupaya membenahi destinasi-destinasi wisata yang dimiliki. "Utamanya, kebersihan dari sampah, penataan reklame, sanitasi atau persoalan air, dan penyediaan peta informasi wisata dan peta transportasi wisata," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Sebelum terpilih mewakili Indonesia, Semarang akan berkompetisi bersama enam kota besar lainnya, yakni Surabaya, Malang, Solo, Bandung, Buleleng, dan Banyuwangi yang akan dipilih satu kota. Kota Semarang, kata Hendi, memiliki setidaknya tiga modal, yakni enam kali berturut-turut meraih penghargaan Adipura, menempati urusan lima Indeks Pariwisata Indonesia, dan Wiwerda Kota Sehat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri menjelaskan ASEAN Clean Tourist City Standart bertujuan memberikan panduan negara ASEAN untuk meningkatkan kualitas pariwisatanya. Standar tersebut, kata dia, untuk memberikan tolok ukur bagi negara-negara ASEAN dalam memberikan kepuasan wisatawan, mendongkrak wisatawan, dan kondisi masyarakat lokal menyambut wisatawan.

"Semarang akan bersaing dengan enam kota lainnya, yakni Surabaya, Malang, Solo, Bandung, Buleleng, dan Banyuwangi. Rencananya, pemenangnya akan diumumkan pada Januari 2018," katanya.

Ada beragam indikator yang menjadi penilaian, meliputi pengelolaan lingkungan, kebersihan, penanganan limbah, pembangunan kesadaran perlindungan lingkungan dan kebersihan. "Serta, terkait juga indikator ruang hijau, keselamatan, kesehatan, dan keamanan perkotaan. Ditambah lagi, indikator infrastruktur dan fasilitas pariwisata," pungkas Masdiana.

Sementara itu, Ketua tim penilai lapangan Mira Puspasari Gunawan dari Kementerian Pariwisata menyampaikan masukan kepada wali kota menyangkut pembenahan-pembenahan sektor pariwisata. "Reklame dan Hotel Dibya Puri masih perlu dibenahi, sanitasi di Kampung Pelangi perlu ditambah, demikian pula objek-objek wisata lain yang belum memiliki peta informasi," katanya.

Kota yang akan mendapatkan predikat Kota Wisata Bersih ASEAN, kata Mira, harus meraih sekurang-kurangnya 60% dari total nilai, dengan mendapatkan sertifikat berlaku selama tiga tahun.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Tiga Cara Menikmati Croffle Hits dari Tjemilan oleh Kopi Soe

Sebagai kedai camilan favorit masyarakat, Tjemilan oleh Kopi Soe juga menghadirkan aneka varian croffle yang dinamai #Soeffle.

Tren Naik, Kasus Covid-19 di Sukoharjo Tambah 88 Orang dalam Sehari

Kasus Covid-19 di Sukoharjo bertambah 88 orang dalam sehari pada Kamis (24/6/2021). Penambahan itu membuktikan tren penambahan kasus Covid-19 di Sukoharjo masih naik.

Bapas Solo Sebut Mediasi Kasus Perusakan Makam Oleh Anak-Anak Di Mojo Telah Selesai, Hasilnya?

Proses mediasi kasus perusakan makam Mojo, Pasar Kliwon, Solo, yang melibatkan 10 anak-anak sudah selesai dengan pendampingan Bapas.

Melonjak! Pemusalaran Jenazah Prosedur Covid-19 di Sukoharjo Capai 22 Orang dalam Sehari

Sebanyak 22 jenazah dimakamkan dengan prosedur Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo dalam sehari. Kondisi ini melonjak tajam dari biasanya empat jenazah.

Diduga Gegara Depresi, Perempuan asal Pati Terjun ke Sumur

Seorang perempuan di Pati diduga nekat mengakhiri hidup dengan menceburkan diri ke sumur. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Bangun Tidur Buka Jendela, Warga Sukodono Sragen Shock Temukan Tetangga Gantung Diri

Seorang pria lansia asal Sukodono, Sragen, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di belandar rumah pada Jumat (25/6/2021).

Uji Sampel Covid-19 Melonjak, BBVet Wates Kulonprogo Kewalahan

Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates kewalahan menguji sampel lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di Kulonprogo.

Faktor Ratusan ODGJ Bisa Sembuh dari Covid-19: Tak Stres Pikirkan Corona

Ratusan pasien ODGJ dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sebulan, begini penjelasannya.

Wah, Ternyata Banyak ASN yang Tak Netral di Pilkada 2020, Sukoharjo Nomor Dua

Bawaslu Jateng menyebut ada 110 ASN yang terbukti tak netral pada Pilkada 2020. Mereka telah dijatuhi sanksi.

Catat! Ini Perbedaan Varian Delta dan Delta Plus

Apa sajakah perbedaan virus corona varian Delta dan Delta Plus?

Uji Coba PSIS Kontra PSIM Disiarkan Live Streaming

PSIS Semarang akan meladeni PSIM Yogyakarta pada laga uji coba yang akan disiarkan secara streaming.

15 Dokter Anak di Jateng Terpapar Covid-19

Sebanyak 15 dokter anak di Jateng terpapar Covid-19. Diduga tertular dari pasien anak yang positif Covid-19.