Ilustrasi penyerahan trofi Adipura. (JIBI/Madiunpos.com/Istimewa-Humas Protokol Pemkot Madiun)

Prestasi Madiun terkait Kota Madiun yang meraih Adipura Kirana.

Solopos.com, MADIUN - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan penghargaan di bidang lingkungan hidup yakni Adipura Kirana tahun 2016 untuk tingkat kota sedang kepada Kota Madiun.

Penghargaan bergengsi itu diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, di Istana Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (22/7/2016).

Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto menyebut tahun ini ada pengklasifikasian Piala Adipura, yakni Adipura Buana, Adipura Kirana, dan Adipura Paripurna.

Tahap penilaiannya juga mengacu pada indikator yang lebih kompleks. Menurut dia, Kota Madiun tahun ini juga masuk dalam nominasi peraih Adipura Paripurna dan ditargetkan dapat tercapai tahun depan.

Sesuai rencana, Piala Adipura Kirana akan diarak keliling kota pada Senin (25/7/2016). Adapun start arakan piala akan dimulai dari Balai Kota Madiun dan berakhir di TPA Winongo untuk melakukan syukuran di lokasi tersebut.

"Syukuran tersebut sebagai ungkapan perayaan karena berhasil menaikkan tingkatan piala yang diraih dari adipura biasa menjadi kirana," kata dia, Sabtu (23/7/2016).

Sekretaris Daerah Kota Madiun Maidi mengatakan Piala Adipura Kirana diraih tak lepas dari inovasi Pemkot Madiun yang menggabungkan pengelolaan bidang ekonomi, wisata, dan investasi berbasis lingkungan hidup di wilayahnya.

"Hal itu diwujudkan dengan adanya bank sampah Matahari di Kelurahan Winongo yang mampu mendaur ulang sampah rumah tangga menjadi barang yang bernilai ekonomi. Sehingga memberikan penghasilan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga anggotanya," kata dia.

Maidi menyebut upaya daur ulang sampah itu juga masuk top 99 inovasi pelayanan publik terbaik versi Kemenpan RB.

Selain itu, tambah dia, pemanfaatan gas metan di tempat pembuangan akhir (TPA) Winongo untuk 200 rumah tangga di sekitarnya mampu mengurangi kebutuhan pembelian bahan bakar.

"Di situlah letak fungsi ekonominya. Mampu menyulap sampah menjadi sesuatu yang menghasilkan uang dan pemanfaatan gas metan sebagai pengganti bahan bakar," kata dia.

Hal lain yang membuat Kota Madiun layak membawa pulang Piala Adipura Kirana adalah pembuatan 3.801 sumur resapan di bawah trotoar di 31 ruas jalan di Kota Madiun.

Sumur resapan itu berfungsi sebagai tangkapan air untuk mengurangi genangan setelah hujan deras mengguyur, sekaligus tambahan cadangan air tanah.

Selain sukses meraih Adipura Kirana, keberhasilan Kota Madiun masih ditambah lagi dengan adanya empat sekolah di daerahnya yang mengantongi sertifikat Adiwiyata Mandiri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten