Walikota Madiun, Bambang Irianto menerima penghargaan dari Wakil Gubernur Jatim. (Istimewa)

Prestasi Madiun untuk kali kesekian diraih dua kelurahan. Mereka berhasil menjuarai dua kompetisi bergengsi di Jatim.

Solopos.com, KOTA MADIUN – Dua kelurahan di Kota Madiun berhasil mengharumkan nama Kota Pecel pada 2015 ini. Dua kelurahan tersebut menjuarai sebuah kompetisi tingkat se-Jawa Timur, yakni kompetisi Pelaksana Gotong Royong Masyarakat (PGRM ) dan Pelaksana 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kasubag Pemberitaan Humas Pemkot Madiun, Erna Purwitasari, menjelaskan dua kelurahan yang mendapatkan apresiasi itu ialah kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, sebagai juara terbaik 1 PGRM dan Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo sebagai juara terbaik 1 Pelaksana 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Kami mengucapkan terimakasih  banyak kepada masyarakat atas partisipasinya  dalam membangun Kota Madiun. Semoga prestasi ini menambah semangat kita dalam membangun kota menjadi lebih baik dan maju,” ujarnya kepada Madiun Pos, Senin (25/5/2015) dalam siaran persnya.

Atas prestasinya tersebut, masing-masing kelurahan mendapatkan uang pembinaan puluhan juta rupiah. Selain itu, mereka juga mendapatkan trofi sebagai bentuk kenang-kenangan.

Erna melanjutkan, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf kepada Walikota Madiun Bambang Irianto. Pemberian penghargaan diserahkan dalam acara puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM ) di Kabupaten Pasuruan, Kamis (21/5/ 2015).

Sebelumnya, Pemkot Madiun menyabet penghargaan tertinggi di bidang pemerintahan dan kenegaraan dengan meraih Penghargaan Samkaryanugraha Parasamya Purnakarya Nugraha.

Penghargaan luar biasa tersebut dianugerahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada Wali Kota Madiun Bambang Irianto di Istana Negara pada hari Selasa (28/4/2015).

Orang nomor wahid di jajaran Pemkot Madiun itu mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, stakeholder, dan seluruh PNS Kota Madiun atas raihan penghargaan tersebut. Sebab, tanpa peran serta seluruh komponen di Kota Madiun, tidak mungkin Kota Madiun mampu meraih tanda kehormatan tertinggi itu.

Penghargaan tersebut, lanjut Bambang,  tidak secara tiba-tiba diraih Kota Madiun. Penghargaan bergengsi itu diberikan setelah tim penilai dari pusat menilai dan mengevaluasi secara langsung pembangunan di Kota Madiun.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten