PRESTASI JATENG : Inovasi DPMPTSP Jateng Diganjar Penghargaan
Ilustrasi pelayanan perizinan (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Prestasi Jateng kembali terbukukan melalui inovasi yang dilakukan DPMPTSP.

Solopos.com, SEMARANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dianggap telah berprestasi dalam hal pelayanan publik melalui berbagai inovasinya. Prestasi itu pun membuat DPMPTSP Jateng diganjar penghargaan sebagai Role Model Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori Baik oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Penghargaan itu diberikan di Kantor Kementerian PAN-RB, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (24/1/2018).

Sekretaris DPMPTSP Jateng, Rina Irawanti, menyampaikan apresiasi atas predikat baik tersebut. Ia mengatakan selama ini pihaknya telah berupaya mengimplementasikan UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Permenpan RB No. 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan.

“Jadi, kisi-kisi yang terkait pelayanan masyarakat itu sudah kami maksimalkan,” jelas Rina dikutip laman Internet resmi Pemprov Jateng, Kamis (25/1/2018).

Rina menyebutkan selama ini DPMPTSP Jateng telah melakukan berbagai inovasi untuk melayani publik. Inovasi itu antara lain membuat media konsultasi dan pengaduan masyarakat, dan membuka layanan perizininan di sejumlah tempat publik seperti mal, dan lain-lain.

Rina menambahkan hasil evaluasi dari Kementerian PAN-RB pelayanan DPMPTSP Jateng memang masih kategori B. Terkait hal itu, pihaknya siap melakukan pembenahan agar masyarakat bisa terlayani dengan cepat dan murah dalam hal perizinan.

“Untuk mencapai predikat A memang perlu terobosan-terobosan dan inovasi baru. Yang diinginkan masyarakat adalah memecah tingkat konsentrasi pelayanan. Jadi mengurus pelayanan perizinan tidak harus terpusat di satu tempat,” beber Rina.

Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan kuantitas dan kualitas pegawai DPMPTSP agar masyarakat dapat terlayani dengan baik.

“Tahun depan, kami akan upayakan untuk mendapat predikat A,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri PAN-RB, Asman Abnur, menjelaskan evaluasi yang dilakukan setiap tahun bukanlah sebuah kompetisi. Namun, untuk mengetahui capaian terhadap standar pelayanan publik yang telah ditetapkan.

“Instansi atau lembaga yang sudah mendapat predikat baik, mesti terus berbenah dan tak berhenti melakukan inovasi. Meski dikelola ASN, pelayanan publik tidak boleh kalah dengan pegawai korporasi dan harus mudah dicerna masyarakat, salah satunya dengan proses administrasi yang berorientasi pada teknologi,” jelas Menteri PAN-RB dalam sambutannya di acara tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho