Presiden Turki Mengaku Tahu Pembunuh Jamal Khashoggi
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Time)

Solopos.com, ANKARA Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, bereaksi atas pernyataan Amerika Serikat tentang Pangeran Mohammed bin Salman yang wajib bertanggung jawab atas pembunuhan Jamal Khashoggi. Dia mengaku telah mengetahui siapa pembunuh Jamal Khashoggi.

Namun, Recep Tayyip Erdogan enggan membeberkan fakta tersebut karena menunggu pihak Arab Saudi mengungkapnya kepada publik. Presiden Erdogan mengatakan, rekaman suara yang dimiliki pemerintah Turki mengungkapkan orang terdekat Pangeran Mohammed bin Salman terlibat dalam pembunuhan sadis terhadap Jamal Khashoggi tersebut.

"Saya tahu siapa pembunuh Jamal Khashoggi. Tapi, Arab Saudi harus mengatakannya. Kami mengikuti apa yang terjadi di Amerika Serikat kemarin. Tapi, sudah berbagi informasi dengan Amerika Serikat dan pihak intelijen. Kami bersedia membagikan informasi tersebut kepada siapa saja yang mau menegakkan keadilan," kata Recep Tayyip Erdogan seperti dikutip dari Al Araby, Senin (17/12/2018).

"Sayangnya, sejumlah negara Islam takut dengan kebenaran dan keadilan," sambung Recep tayyip Erdogan menyinggung Arab Saudi yang diduga menyuap banyak pihak agar tetap bungkam.

Pembunuhan sadis terhadap jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018 memicu kemarahan sejumlah pihak.

Arab Saudi awalnya menyangkal pembunuhan tersebut. Namun, kuatnya tekanan internasional membuat mereka mengakui Jamal Khashoggi meregang nyawa akibat dibunuh dengan sadis.

Sampai saat ini, pejabat intelijen Turki dan Amerika Serikat berasumsi Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, menjadi dalang dari kematian Jamal Khashoggi. Namun, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak menyalahkan Pangeran Mohammed bin Salman dan tetap menjalin hubungan dekat dengan Kerajaan Arab Saudi.

Rumitnya kasus Jamal Khashoggi membuat Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, ikut gemas. Dia menyerukan dilakukan penyelidikan yang kredibel atas kasus pembunuhan tersebut.

"Sangat penting melakukan penyelidikan kredibel untuk menentukan hukuman bagi mereka yang bersalah. Penyelidikan itu diperlukan karena selama ini informasi yang datang soal kasus Jamal Khashoggi hanya didapat dari laporan media," kata Antonio Guterres.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom