Karim Benzema (Eurosport)

Karim Benzema dan Presiden Prancis terlibat polemik.

Solopos.com, MADRID – Penyerang Real Madrid, Karim Benzema, mendapat kritik dari Presiden Prancis, Francois Hollande. Mengetahui kritik itu, Benzema pun buka suara.

Kritik Hollande terhadap Benzema itu berkaitan dengan kasus si pemain. Benzema didakwa oleh pengadilan di Versailles karena terlibat kasus pemerasan terhadap gelandang Prancis, Mathieu Valbuena, terkait video seksnya. Akibatnya, Benzema dan Valbuena pun tak dipanggil oleh Timnas Prancis.

Sejak November 2015 lalu hingga sekarang, Benzema belum berkostum Les Blues lagi. Padahal, dia sangat produktif di klubnya, Real Madrid. Kini, pelatih Prancis Didier Deschamps kembali membuka kans Benzema membela Prancis, tapi belum juga dipanggil.

Hollande sendiri mengkritik Benzema baru-baru ini saat meluncurkan buku terbarunya berjudul Un president ne devrait pas dire ca, yang terjemahannya kurang lebih "Seorang presiden tidak seharusnya mengatakannya". Di buku itu, Hollande mengkritik pesepakbola-pesepakbola Prancis dan intelektual mereka, dengan fokus kepada Benzema.

"Secara moral, dia bukanlah seorang teladan, Benzema," kata Hollande saat itu.

Mengetahui kritikan itu, Benzema pun menanggapinya. "Anda ingin saya mengatakan apa? Bahwa saya tak patut dijadikan contoh?," tutur Benzema seperti dikutip dari Soccerway, Kamis (20/10/2016).

Sementara itu, pelatih Madrid, Zinedine Zidane menyayangkan kritik Hollande terhadap anak asuhnya. "Saya merasa kutipan ucapan Hollande sangat disayangkan. Kata-kata itu mengganggu kami."

"Sulit untuk mengatakan mengapa [ada] kritik seperti itu ketika mereka sudah bilang bahwa Benzema bisa memperkuat tim nasional," lanjut Zidane.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten