Presiden Jokowi: Jangan Ada yang Merasa Paling Agamis-Pancasilais
Presiden Jokowi menghadiri sidang tahunan MPR DPR dan DPD 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, demokrasi di Indonesia menjamin kebebasan dan menghargai hak orang lain. Presiden tidak ingin ada orang yang merasa paling agamis dan Pancasilais.

"Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri," ujar Jokowi dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (14/8/2020).

"Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar," imbuhnya.

Bupati Wonogiri Janji Tak akan “Ngakali” Anggaran untuk Menang di Pilkada 2020

Presiden Jokowi mengatakan bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi kebersamaan serta penuh toleransi. Dengan demikian, masa-masa krisis saat ini bisa ditangani.

"Kita beruntung bahwa mayoritas rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling peduli, sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa kita tangani secara baik," kata Presiden Jokowi.

Jokowi menyebut, masih banyak tugas untuk mewujudkan cita-cita menyambut satu abad kemerdekaan Indonesia tahun 2045.

"Target kita saat ini bukan hanya lepas dari pandemi, bukan hanya keluar dari krisis. Langkah kita adalah melakukan lompatan besar memanfaatkan momentum krisis yang saat ini sedang terjadi," ujar Jokowi.

Ngeri! Uang Koin Tersangkut di Tenggorokan Balita di China

Transformasi Besar

Presiden Jokowi mengatakan saat ini merupakan waktu untuk melakukan transformasi besar di segala bidang.

"Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan. Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar," kata Jokowi dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (14/8/2020).

Dalam sidang tahunan MPR, DPR, dan DPD kali ini, Presiden Jokowi dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan sebanyak tiga kali. Pidato pertama, menyampaikan Laporan Kinerja Lembaga-lembaga Negara dalam sidang tahunan MPR.

Dapat Penghargaan dari Jokowi, Ini Kata Fahri Hamzah dan Fadli Zon

Pidato kedua dilakukan Jokowi saat Sidang Bersama DPR dan DPD. Dalam Sidang Bersama ini, Jokowi akan berpidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Pidato pertama dan kedua akan disampaikan dalam waktu yang tak berselang lama.

Pidato terakhir, Presiden Jokowi akan menyampaikan pidato dalam rangka Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2021 dan Nota Keuangan beserta Dokumen Pendukungnya pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2020-2021.

Sumber: Detik.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom