Paris Saint Germain (Reuters-Marko Djurica)

Solopos.com, TAIPA — Drama masa depan Neymar kembali mencuat jelang laga persahabatan antara Paris Saint-Germain (PSG) kontra Inter Milan di Macau Olympic Complex Stadium, Sabtu (27/7/2019) malam WIB. Secara mengejutkan striker Timnas Brasil itu tak dibawa serta dalam tur pramusim PSG ke Makau. Hal ini mengundang pertanyaan besar lantaran sang pemain telah pulih dari cedera.

Dilansir en.psg.fr, Jumat (26/7/2019), Neymar tak ada dalam daftar 26 pemain yang bakal menghadapi Nerazzurri. Les Parisiens justru memilih membawa dua striker belia, Loic Mbe Soh dan Metehan Guclu untuk memperkuat lini depan bersama Kylian Mbappe dan Jese Rodriguez.

Situasi ini membuat isu kepindahannya kembali ramai dibicarakan. Apalagi pemain yang terkenal dengan sikap bengalnya itu baru saja cekcok dengan Direktur PSG, Leonardo. Ini lantaran Neymar telat bergabung dengan tim.

Namun rumor kepindahan sang bintang langsung dibantah klub Ibu Kota Prancis itu. Mereka mengonfirmasi pemain termahal di dunia tersebut sengaja tidak dibawa karena belum sepenuhnya fit. Neymar memang baru saja pulih dari cedera yang memaksanya absen membela Selecao di Copa America 2019.

“Presnel Kimpembe dan Neymar akan tetap bertahan di tempat pemusatan latihan di Shenzen. Mereka masih harus mengembalikan kebugaran fisiknya. Butuh waktu dua hari lagi untuk kembali ke skuat utama,”.

Absennya Neymar jelas menjadi ujian tersendiri bagi Les Parisiens mengingat lawannya kali ini adalah Inter. Di uji coba sebelumnya, tim asuhan Thomas Tuchel tak terlalu mendapat tantangan saat menggilas Dynamo Dresden dengan skor 6-1 serta Nurnberg. Namun PSG sempat kesulitan ketika hanya bermain imbang 1-1 melawan Nurnberg.

Tuchel kemungkinan bakal kembali mengandalkan winger anyar, Pablo Sarabia, untuk menutup peran yang ditinggalkan Neymar. Eks pemain Sevilla itu mencetak satu-satunya gol PSG ke gawang Nurnberg. New comer lain seperti Ander Herrera dan Abdou Diallo juga siap dimainkan.

Di sisi lain, Inter masih mencari kemenangan perdana di pramusim setelah dibekuk Manchester United 0-1 serta kalah adu penalti dari Juventus di International Champions Cup 2019. Saat dibekuk United, Mian Skriniar dkk. bahkan hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran.

Intensitas dan pressing masih menjadi kelemahan Inter di bawah Antonio Conte. Sang pelatih menyebut ada peningkatan dari timnya setelah dibekuk Setan Merah. “Kami hanya perlu intensitas dalam permainan dan pergi untuk menekan lawan. Ketika kami memiliki bola, kami mencoba menerapkan ide-ide kami,” ujar Conte dilansir Football Italia.

Ketajaman lini depan juga menjadi masalah karena satu-satunya gol Nerazzurri saat ini berasal dari gol bunuh diri bek Juve, Matthijs de Ligt. Hal itu bisa menjadi bumerang mengingat Inter selalu kalah dalam tiga pertemuannya melawan PSG. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten