AS Roma (Reuters-Tony Gentile)

Solopos.com, ROMA — Mendung gelap tengah menaungi langit Olimpico sepekan terakhir. Setelah mengemas empat kemenangan beruntun, AS Roma dipaksa menelan pil pahit setelah dihajar Fiorentina 1-7 di perempat final Coppa Italia tengah pekan lalu. Hasil itu melengkapi penderitaan beberapa hari sebelumnya setelah Roma ditahan imbang Atalanta 3-3 di Seri-A meski sempat unggul tiga gol terlebih dulu.

Kritikan hingga sumpah serapah pun dilontarkan fans Giallorossi pada Eusebio di Francesco menyusul anjloknya performa tim. Media di Italia turut memanaskan suasana dengan menyebut Roma bakal sulit bangkit tepat waktu kala menjamu AC Milan di Olimpico, Senin (4/2/2019) dini hari WIB.

Ya, hanya berselang empat hari setelah dikuliti Fiorentina, Roma harus menghadapi Milan yang tengah on fire. “Kami harus bermain dalam level tertinggi, tentu juga secara mental,” ujar Di Francesco seperti dilansir Football Italia, Sabtu (2/2/2019).

Sang pelatih menegaskan bukan saatnya tim larut dalam pesimisme yang dibangun segelintir pihak. Menurut Di Francesco, Rossoneri bisa menjadi contoh gamblang bagaimana tim dapat bangkit dengan cepat dari keterpurukan. “Milan punya situasi sulit beberapa pekan lalu, sama seperti yang kami alami sekarang. Namun mereka bisa bermain bagus di dua laga melawan Napoli di Seri-A dan Coppa Italia. Opini dapat berubah dengan sangat cepat,” ujarnya.

Tuan rumah mendapat kabar baik dengan kepastian bermain Edin Dzeko. Sang striker sempat terancam skorsing seusai dikartu merah saat melawan Fiorentina karena kedapatan meludahi wasit. Beruntung skorsingnya tak berlaku di Seri-A. Daniele De Rossi yang belum pernah menjadi starter sejak Oktober 2018 kemungkinan juga bakal tampil menyusul larangan tampil Bryan Cristante dan Steven Nzonzi.

Tim tamu sendiri tengah dalam performa menanjak lantaran hanya menelan satu kekalahan di tujuh laga terakhir di semua ajang. Terbaru, Rossoneri menyingkirkan Napoli di Coppa Italia dengan skor 2-0 via dwigol striker anyarnya, Krzysztof Piatek. Pemain Timnas Polandia ini jelas kembali berpotensi menjadi teror ketika melawat ke markas Serigala Ibu Kota.

Piatek bisa dibilang cukup bersahabat dengan Olimpico. Dalam dua kali lawatannya saat masih berseragam Genoa, dia mampu mencetak dua gol (masing-masing satu gol ke gawang Roma dan Lazio). Tren ini bisa berlanjut mengingat benteng pertahanan Giallorossi tengah goyah setelah kebobolan 12 kali di tiga laga terakhir.

“Piatek adalah pemain yang cepat dan pintar. Saya pikir bersamanya kami bisa benar-benar finis di empat besar,” ujar gelandang Milan, Tiemoue Bakayoko, kepada Milan TV.

Milan memang wajib menghindari kekalahan jika tak ingin dikudeta Roma dari peringkat empat. Sejauh ini kedua tim hanya berselisih satu poin di tabel klasemen. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten