PRANCIS OPEN 2016 : Kalah di Semifinal, Angga/Ricky Dinilai Kurang Berani
Angga/Ricky (Badmintonindonesia.org)

Prancis Open 2016 diwarnai dengan kekalahan Angga/Ricky di babak semifinal.

Solopos.com, PARIS — Jajaran pelatih bulu tangkis Indonesia mengevaluasi permainan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi seusai pasangan tersebut dikalahkan Bodin Isara/Nipitphon Phuangphuapet di semifinal Prancis Open 2016. Hasil itu merupakan kekalahan kedua berturut-turut mereka dari pasangan Thailand tersebut.

Sebelum Prancis Open 2016, Angga/Ricky juga dikalahkan Bodin/Nipitphon di semifinal Denmark Open 2016. Padahal dalam dua pertemuan sebelumnya Angga/Ricky selalu sukses mengalahkan ganda Thailand tersebut. Dengan demikian rekor pertemuan keduanya menjadi 2-2.

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, menilai kemampuan Angga/Ricky tidak keluar seluruhnya saat di Denmark dan Prancis. Menurut Herry, ganda putra Indonesia itu kurang berani menekan lawannya sejak awal pertandingan. “Tidak ada keberanian dari mereka,” ujarnya seperti dilansir Badmintonindonesia.org, Senin (31/10/2016).

Herry mengatakan ganda Thailand mengalami perkembangan pesat beberapa waktu terakhir terutama Nipitphon. Herry menyebut beberapa waktu lalu masih Nipitphon menjadi titik lemah ganda Thailand. “Dia pasti mati dan banyak error jika diincar dalam pertandingan. Namun sekarang dia banyak kemajuan,” kata Herry.

Dia mengatakan kekalahan kedua beruntun Angga/Ricky atas pasangan Thailand di Prancis bakal menjadi pelajaran berharga bagi ganda Indonesia. Dia menilai kekalahan ganda Indonesia pada set ketiga lebih karena faktor tidak beruntung. “Sebenarnya bisa menang, cuma mungkin kurang hoki saja.”

Herry mengaku bakal menambah program latihan fisik dan teknik untuk mengembangkan ganda muda tersebut. Dia menilai pemain seperti Angga masih perlu perbaikan di segi kekuatan kaki dan tangan. “Ricky sudah bagus. Namun tidak ada salahnya ditambah agar lebih mantap di lapangan.”



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom