Prancis Ancam Serang Suriah

Prancis Ancam Serang Suriah

SOLOPOS.COM - Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Reuters)

Presiden Prancis mengancam bakal menyerang Suriah.

Solopos.com, PARIS – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengancam bakal menyerang Suriah jika negara tersebut terbukti memakai senjata kimia untuk berperang melawan warga sipil. Dia menilai, penggunaan senjata kimia melanggar perjanjian internasional.

"Kami akan menyerang jika Suriah terbukti memakai senjata kimia melawan warga sipil dalam konflik yang tak kunjung berakhir itu. Kami tak segan menyerang tempat pembuatan senjata itu," kata Emmanuel Macron seperti dilansir Reuters, Rabu (14/2/2018).

Tapi, sampai saat ini Badan Intelejen Prancis belum menemukan bukti pemakaian sejata kimia terlarang di Suriah. Jika sudah mendapatkan bukti, dia akan langsung meminta militer melakukan penyerangan.

"Sejauh ini kami memang belum mendapatkan bukti. Tapi, kami akan terus menyelidiki berbagai laporan yang masuk. Jika memang terbukti benar, maka kami akan langsung menyerang Suriah," tegas Emmanuel Macron.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Prancis guna menanggapi sejumlah laporan soal penggunaan senjata kimia terlarang oleh militer Suriah. Menurut kabar yang beredar, militer Suriah memakai klorin untuk menyerang warga sipil dalam serangan di Idlib.

Namun, pemerintah Suriah membantah laporan tersebut. Mereka menegaskan tidak pernah memakai senjata terlarang untuk menyerang warga sipil. Mereka mengangkat senjata untuk melawan kelompok pemberontak bersenjata.

Ini bukan kali pertama Emmanuel Macron mengancam bakal menyerang Suriah. Pada 2017 lalu, dia mengatakan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, penggunaan senjata kimia di Suriah merupakan batas merah yang bakal mendapat respons langsung dari Prancis.

Selama ini, Prancis dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah berulang kali meminta Suriah melakukan gencatan senjata. Sebab, perang yang terus terjadi di sana membuat kehidupan warga sipil makin menderita. Sayangnya, konflik di Suriah justru semakin memanas.

Sebelumnya, Suriah telah menandatangani perjanjian internasional yang mengatur soal penggunaan senjata kimia pada 2013 lalu. Jika terbukti menggunakan senjata itu, maka mereka mengizinkan pabrik pembuatnya dihancurkan.

Namun, pada kenyataannya sampai saat ini banyak laporan yang menyebutkan Suriah memakai senjata berbahaya, termasuk gas klorin, untuk menyerang pemberontak di Ghouta dan Idib hingga melukai warga sipil.

Berita Terkait

Berita Terkini

Jangan Sembrono Makan! 5 Penyakit Ini Rentan Muncul Pasca Lebaran

Inilah lima penyakit yang rentan muncul pasca Lebaran karena konsumsi makanan yang tak terkontrol saat Hari Raya Idulfitri.

Libur Lebaran 2021, Ini Jasa Pengiriman yang Tetap Beroperasi

Meski masa libur lebaran, beberapa ekspedisi pengiriman barang diantaranya Pos Indonesia dan JNE tetap beroperasi.

Mercedes Benz Siapkan Van Listrik EQT Concept

Mercedes-Benz memperkenalkan van listrik untuk keluarga meskipun masih dalam bentuk konsep.

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Susu, Sebelum atau Sesudah Makan?

Adakah waktu yang tepat untuk minum susu agar penyerapan nutrisinya maksimal?

Geger Warga India Positif Covid-19, Kantor Imigrasi Pastikan Tidak Ada Penambahan WNA di Soloraya

137 Orang WNA India berada di kawasan Soloraya, rata-rata mereka bekerja sebagai ahli di bidang tertentu misalnya garmen.

Polres Bantul Masih Kesulitan Melacak Keberadaan R Terkait Kasus Satai Beracun

Polres Bantul belum mampu mengungkap keberadaan R terkait kasus satai beracun. Polisi kesulitan melacak karena handphone R mati.

Hamil di Luar Nikah, Pelajar SMK Magelang Gugurkan Janin 8 Bulan

Pelajar SMK nekat melakukan aborsi pada janin 8 bulan yang ia kandung. Warga menemukan janin yang ia kubur dan melaporkannya ke polisi.

Daging Busuk Kedapatan Dijual di Pasar Tradisional Magelang

Tim Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, menemukan daging busuk dijual di pasar saat sidak pasar daging di beberapa pasar tradisional.

35 Jemaah Masjid di Gayam Sukoharjo Jadi Kontak Erat Pasien Covid-19

Sebanyak 35 jemaah Masjid Al Huda Darmosari, Kelurahan Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo menjadi kontak erat 1 jemaah positif Covid-19.

Warga Kawasan Aglomerasi Boleh Mengunjungi Objek Wisata Klaten

Pemkab Klaten akhirnya tak membatasi daerah asal pengunjung objek wisata. Namun, para pengelola harus tetap menerapkan ketentuan jumlah pengunjung maksimal 30% dari kapasitas.

Miris, Pelaku Pembakar Gadis Cianjur Ternyata Kekasih Sendiri

Polres Cianjur menangkap pria pelaku pembakar gadis bernama Indah Daniarti. Pelaku ternyata kekasih korban.

Tom Cruise Ngamuk Saat Syuting "Mission Impossible 7", Kenapa Ya?

Kesabaran Tom Cruise saat pembuatan Mission Impossible 7 sepertinya tengah diuji.