Prakiraan Cuaca Klaten Hari Senin Ini: Berawan Pagi-Malam

Prakiraan cuaca Klaten hari ini Senin 27 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

 Ilustrasi cuaca cerah berawan. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi cuaca cerah berawan. (Freepik.com)

Solopos.com, KLATEN — Cuaca di Klaten diprediksi stabil berawan, Senin (27/6/2022). Cuaca berawan diperkirakan berlangsung selama pagi hingga malam hari.

Dikutip dari bmkg.go.id, cuaca di Klaten hari ini dimulai cerah berawan pada pukul 01.00 WIB. Suhu 25 derajat celsius dengan kecepatan angin 10 km/jam dan kelembapan 90 persen.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Mulai pukul 04.00 WIB, cuaca berawan dengan suhu 23 derajat celsius dan kecepatan angin 10 km/jam. Sedangkan kelembapan mencapai 90 persen.

Pukul 07.00 WIB, cuaca berawan dengan suhu 24 derajat celsius. Kecepatan angin 10 km/jam dan kelembapan 85 persen.

Pukul 10.00 WIB, cuaca diperkirakan berawan dengan suhu 28 derajat celsius. Kecepatan angin 20 km/jam dan kelembapan 75 persen.

Baca Juga: Di Mana Daerah Terdingin di Jawa Tengah?

Memasuki pukul 13.00 WIB, cuaca di Klaten berawan dengan suhu udara 31 derajat celsius. Kecepatan angin 20 km/jam dan kelembapan 70 persen.

Pada pukul 16.00 WIB, kondisi cuaca di Klaten masih berawan. Suhu udara 27 derajat celsius. Sedangkan kecepatan angin 20 km/jam dan kelembapan udara 75 persen.

Pukul 19.00 WIB, cuaca di Klaten berlangsung berawan dengan suhu udara 26 derajat celsius. Kecepatan angin 10 km/jam dan kelembapan udara 85 persen.

Pukul 22.00 WIB, kondisi cuaca berawan dengan suhu udara 25 derajat celsius. Kecepatan angin 10 km/jam dan kelembapan udara 90 persen.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Pendataan Calon Penerima Bantuan Sapu Jagat di Karanganyar Belum Juga Klir

      Pendataan calon penerima bantuan sapu jagat di Karanganyar belum juga klir. Dinsos Karanganyar mengembalikan data calon penerima ke Disdagnakerkop UKM karena tak lengkap.

      Merasa Sudah Paham, FPDIP DPRD Solo Tak Berikan Pandangan Umum atas APBD 2023

      FPDIP DPRD Solo tidak memberikan pandangan umum terhadap APBD 2023 padahal fraksi-fraksi lain memberikan pandangan mereka.

      Masuk Musim Penghujan, Sragen Waspada Angin Kencang Hingga Longsor

      BPBC Sragen mengimbau warga untuk waspada munculnya bencana seiringan dengan peralihan musim dari kemarau ke penghujan.

      Eks Camat & Eks Kades di Wonogiri Tersandung Kasus Pungli, Begini Reaksi Jekek

      Kasus dugaan pungutan liar (pungli) Program Nasional Agraria (Prona) 2016 yang menjerat eks Camat Giriwoyo, SM, dan eks Kepala Desa Sendangagung, SK, mendapat perhatian dari Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.

      Ibu di Sragen Bunuh Anak Kandung Dijerat Pasal Ini, Bisa Uzur di Penjara

      Polres Sragen menilai pembunuhan yang dilakukan Suwarni terhadap anaknya, Supriyanto, bukan terencana meski sudah ada niat.

      Mataram is Love untuk Misi Damai Suporter hingga Ramuan Pasak Bumi

      Kabar perdamaian suporter Solo dan Jogja terus berembus dan menggema menyusul tragedi kemanusian yang terjadi di Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022). Setelah salah satu Bos Persis Solo, Kaesang Pangarep, mengunggah tulisan Mataram Is Love, hastag itu semakin ramai diangkat.

      Pembatasan Dicabut, Minat Ibadah Umrah di Boyolali Meningkat Pesat

      Minat ibadah umroh di Kabupaten Boyolali terus meningkat, bahkan lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

      Lilin Sawit Pertegas Batik Laweyan Kian Ramah Lingkungan

      Setelah mengganti jenis pewarna kimia dengan pewarna alami, para pengrajin batik Laweyan kini menggunakan lilin sawit sebagai pengganti cairan malam. Penggunaan lilin sawit itu pun membuat produk batik Laweyan semakin ramah lingkungan.

      Lagi Asyik Susun Rencana, Sindikat Pembobol Minimarket Digulung Polres Klaten

      Sindikat pembobolan minimarket digulung Satreskrim Polres Klaten.

      Pasutri Mojosongo Solo Meninggal saat Bulan Madu Dimakamkan di Boyolali

      Pasutri warga Mojosongo, Jebres, Solo, yang meninggal dunia saat bulan madu di Karanganyar dimakamkan di Ngemplak, Boyolali.

      Yuk Daftar Program Penyetaraan Sekolah dengan Kejar Paket A - C, Gratis!

      Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali mendorong masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan sekolah setara SD, SMP, dan SMA untuk mengikuti program kejar paket.

      DPRD Karanganyar Rancang Perda yang Bisa Bikin Zero PGOT

      DPRD Karanganyar ingin penanganan PGOT tak lagi mengedepankan pendekatan represif. Melainkan upaya yang lebih manusiawi dengan merehabilitasi dan memberi mereka kemampuan untuk mandiri.

      Siap-Siap! Kota Solo akan Dibanjiri 10.000 Bus saat Muktamar Muhammadiyah

      Sekitar 10.000 bus diprediksi akan membanjiri Kota Solo saat pelaksanaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo, 18-20 November 2022 mendatang.

      Pengguna QRIS di Wonogiri Masih Rendah, Pemkab bakal Gencarkan Sosialiasi

      Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau fasilitas pembayaran nontunai elektronik di Wonogiri masih minim.

      Kasus Ibu Bunuh Anak Kandung di Sragen, Pelaku Ngaku Plong dan Marem

      Bayan dan Ketua RT 022, Dukuh Tlobongan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Sragen menyebut pelaku tak menunjukkan kesedihan setelah membunuh anak kandungnya sendiri.