PRABOWO VS JOKOWI : Survei Polcomm: 48,6% Suara Golkar ke Prabowo, 80,47% PDIP ke Jokowi

 Prabowo (kiri) dan Jokowi (kanan) saat Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Holiday, Minggu (22/6/2014). (Dwi Prasetya/JIBI/Bisnis/dok)

SOLOPOS.COM - Prabowo (kiri) dan Jokowi (kanan) saat Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Holiday, Minggu (22/6/2014). (Dwi Prasetya/JIBI/Bisnis/dok)

Solopos.com, JAKARTA – Survei terbaru dari Polcomm Institute menunjukkan perolehan suara pemilih dari partai gabungan dalam koalisi capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) maupun Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) cenderung tak solid.

Meskipun didukung enam partai, Gerindra, PAN, Golkar, PKS,PPP, dan PBB, hanya Partai Gerindra yang pemilihnya akan mendukung 100% calon yang diusung koalisi merah putih, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Sisanya, hanya PBB yang pemilihnya memiliki kecenderungan pilihan sesuai dengan yang diusung partai dengan persentase 92,7%. Partai Golkar yang menjadi pemenang kedua dalam pileg lalu ternyata hanya 48,6% yang mendukung Prabowo-Hatta. Begitu juga dengan PAN (67,8%), PKS (66,7%), dan PPP (58,8%).

Sementara pada kubu Jokowi-JK, pemilih PDIP yang akan memilih Jokowi-JK sebesar 80,47%, Nasdem (57,13%), PKB
(50%), Hanura (66,73%), dan PKPI (92,5%).

Anggota tim pemenangan Jokowi-JK, Arif Budimanta, mencermati meski sama-sama tidak solid, namun Jokowi-JK masih diuntungkan dengan gamangnya pemilih Partai Golkar selaku pemenang kedua dalam pileg lalu. Ditambah, masih ada 32,3% pemilih dari partai PAN yang tidak mendukung calon yang diusungnya, Hatta Rajasa.

“Ternyata koalisi PDIP lebih solid, bahkan dibandingkan dengan PAN yang notabene tokohnya menjadi cawapres di dalamnya, atau Golkar yang dukungan pemilih kepada pilihan partai tidak sampai 50 persen,” katanya dalam Rilis Hasil Survei dan Diskusi Politik Elektabilitas Capres-Cawapres: Membaca Perilaku Pemilih, di Jakarta, (24/6/2014).

Arif sendiri mengaku optimis dan puas dengan hasil yang dikemukakan Survei Polcomm meskipun selisih elektabilitas Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta makin dekat, yakni hanya 3,1%.

“Dua pekan sebelum Pilpres menunjukkan kemantapan pemilih sudah semakin sempurna. Relevansinya, Pilpres 9 Juli nanti Jokowi akan menang, meskipun masih ada undecided voters, namun perubahannya tidak akan banyak terjadi perbedaan,” jelasnya.

Dalam survei yang dilakukan kepada 1.200 responden di 33 provinsi tersebut, Jokowi-JK masih mengungguli Prabowo-Hatta dengan tingkat elektabilitas 46,4% berbanding 43,3%. Survei tersebut dilakukan dalam rentang waktu 16-20 Juni 2014 dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin error sebesar 3,1%.

Berita Terkait

Espos Plus

Berita Terkini

Prediksi Skor dan Line Up Leicester City vs Tottenham Hotspur

Leicester City akan menghadapi Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Premier Inggris.

8 Pengungsi Rohingya Kabur dari Lokasi Penampungan

Delapan imigran Rohingya yang kabur tersebut diketahui Selasa (18/1/2022) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Dompet dan Tas Tangan Wanita Merek Louis Vuitton Dimusnahkan, Kenapa?

DJKI Kementerian Hukum dan HAM memusnahkan tas troli, tas tangan wanita, tas tangan makeup, dan dompet wanita bermerek Louis Vuitton karena palsu.

Harga Minyak Goreng, Ritel Modern di DIY Terapkan Rp14.000

Kebijakan satu harga minyak goreng Rp14.000 kemasan liter mulai berlaku di ritel modern di DIY.

Anggota TNI di Jakarta Terbunuh oleh Geng Pemuda

Polisi sudah menangkap tujuh dari delapan anggota kelompok pengeroyok anggota TNI, S, 23, hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

+ PLUS Bom Tawa Pernah Meledak-Ledak di Taman Balekambang Solo

Taman Balekambang Solo memang pernah menjadi pusat kesenian dan hiburan. Grup lawak Srimulat pernah berbasis di Taman Balekambang. Pelawak Gepeng meniti karier dari Taman Balekambang Solo.

Viral Foto KTP Dijual di NFT, Ini Kata Guru Besar Tempat Ghozali Kuliah

Guru besar Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang menanggapi viralnya data pribadi atau foto KTP yang dijual sebagai NFT di situs web OpenSea.

Marak Penolakan Kenaikan Retribusi Pasar, DKUKMP Klaten Bergeming

Para pedagang protes kenaikan retribusi pasar yang mulai berlaku sejak awal 2022.

Masih Terikat Kontrak, Banyak Pemain Persis Solo Bakal Bertahan

Sejumlah pemain Persis Solo saat ini banyak menghuni klub-klub Liga 1 dengan status pinjaman.

Rumah BUMN, Wujud Dukungan Semen Gresik Untuk UMKM Jateng

Program yang telah dilakukan PT Semen Gresik, yaitu mengoptimalkan fungsi Rumah BUMN dalam mentoring dan kurasi produk UMKM.

Terkendala Ijin, Ratusan Kapal Nelayan di Tegal Tidak Melaut

Nelayan menuntut pemerintah setempat mempercepat proses perizinan melaut bagi eks nelayan kapal dengan alat tangkap cantrang

Pantau Vaksinasi Anak di Boyolali, Puan Bagikan Buku & Kaus Mbak Puan

Puan mendampingi siswa yang divaksin, serta sempat mampir ke kelas untuk berdialog dengan siswa.

Goa Jatijajar Jadi Tambang Fosfat Besar di Masa Penjajahan Jepang

Goa Jatijajar di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pernah menjadi tambang fosfat besar pada masa penjajahan Jepang di Indonesia.

Negara Rugi Rp3,6 Triliun Gara-Gara Kasus Korupsi Garuda Indonesia

Jaksa Agung, Sanitiar (ST) Burhanuddin, mengungkap kerugian sementara negara akibat kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan dan penyewaan pesawat PT Garuda Indonesia Rp3,6 triliun.

Bappeda Sragen Pertanyakan Sedikitnya Jumlah Sampel Susenas 2021

BPS Sragen hanya menggunakan 870 dari total 339.065 rumah tangga di Sragen sebagai sampel survei sosial ekonomi nasional (Susesnas) 2021. Bappeda Sragen mempertanyakan sedikitnya jumlah sampel itu.

Pemkot Salatiga Akan Pertahankan Tenaga Honorer

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, menyatakan akan mempertahankan tenaga harian lepas atau honorer di instansi pemerintahan atau Pemkot Salatiga.