Prabowo Subianto: Ketimpangan Ekonomi Indonesia Semakin Parah
Calon presiden Prabowo Subianto berbicara di hadapan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku dalam kunjungannya ke Maluku, Jumat (28/12/2018). (Istimewa)

Solopos.com,  JAKARTA -- Calon presiden Prabowo Subianto menyinggung kesejahteraan rakyat Indonesia ketika bersilaturahmi dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia Provinsi Maluku, Jumat (28/12/2018)
 
Calon presiden (capres) nomor urut 02 ini mengatakan ketimpangan kesejahteraan terlihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat yang tidak berbanding lurus dengan kekayaan alam yang dimiliki. 
 
“Saya melihat kondisi bangsa ini bahwa kekayaan kita harus dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir orang,” paparnya melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (29/12/2018). 

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku sangat prihatin dengan kondisi perekonomian masyarakat yang semakin melemah di pemerintahan Joko Widodo. Menurutnya, tidak selayaknya rakyat sengsara di negeri sendiri.
 
“Oleh badan-badan dunia itu diakui, oleh pemerintah tidak bisa dibantah bahwa kita negara melalui ketimpangan yang sangat parah. Di Indonesia ini, 1% memiliki lebih dari setengah kekayaan Indonesia,” tuturnya.
 
Prabowo memastikan bahwa Indonesia bisa berubah lebih baik dan makmur jika para elit dan pemimpin di negeri ini mau peduli terhadap masa depan bangsa. Untuk itu, dia yakin bersama calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno akan merekrut putra-putri terbaik bangsa untuk dilibatkan memperbaiki kondisi ketimpangan Indonesia.

Kantor berita Antara menyebut kedatangan Prabowo ke Maluku merupakan bagian dari rangkaian perjalanannya keliling Indonesia untuk mendapatkan gambaran tentang kehidupan masyarakat di daerah. Sebelumnya, dia sudah mendatangi Aceh dan Atambua. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom