Prabowo Grogi Di Hadapan Ribuan Orang Jemaah MTA Solo
Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto (tengah), menyapa jamaah Majelis Tafsir Alquran (MTA), Solo, Minggu (23/12/2018). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Calon Presiden (Capres) RI nomor urut 02, Prabowo Subianto, bersilaturahmi dengan ribuan orang jemaah Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Gedung Pusat MTA Solo, Minggu (23/12/2018). Prabowo didampingi tokoh Muhammadiyah, Amien Rais.

Kegiatan silaturahmi Prabowo dilakukan seusai kajian rutin Ahad (Minggu) pagi. Pantauan Solopos.com mantan Danjen Kopassus itu tiba di Gedung Pusat MTA sekitar pukul 10.42 WIB dengan mobil Alphard putih B 2971 STH.

Prabowo turun di halaman gedung MTA lantas berjalan menuju ke dalam gedung sembari menyapa para jemaah. Siang itu Prabowo mengenakan baju koko warna putih dan peci warna hitam dan celana panjang biru tua.

Saat tiba di lantai II Gedung MTA, kegiatan pengajian masih berlangsung. Prabowo pun sempat mengikuti kegiatan tersebut sekitar 15 menit. Dia duduk lesehan seperti ribuan orang jemaah MTA yang mengikuji kajian hari itu.

Sejumlah tokoh mendampingi Prabowo selama acara di MTA Solo. Seusai kajian Ahad pagi, Ahmad Sukina, pimpinan pusat MTA, memberi kesempatan kepada Prabowo untuk menyampaikan sambutan kepada para jemaah.

Sukina mempersilakan Prabowo duduk di kursi yang biasa dia gunakan untuk berceramah atau memimpin kajian Ahad pagi. Hal itu membuat Prabowo sempat ragu untuk memenuhi permintaan Ahmad Sukina.

“Saya terus terang agak grogi. Belum pernah seumur-umur dihadapkan majelis demikian ini. Biasanya saya diminta bicara soal kebangsaan, ekonomi, militer, keamanan, strategi. Kali ini saya harus bicara di majelis ini,” ujar Prabowo.

Pernyataan Prabowo disambut tawa dan tepuk tangan para jemaah. Selanjutnya Prabowo menyampaikan beberapa poin pandangan kebangsaannya, seperti ihwal sistem ekonomi negara Indonesia yang dinilai keliru.

Sistem ekonomi Indonesia saat ini menurut dia tidak mungkin membawa rakyat Indonesia menjadi sejahtera Alasannya, kekayaan bangsa Indonesia tidak tinggal di Indonesia, melainkan lari ke luar negeri.

“Kekayaan kita diambil keluar dari Indonesia. Inilah sebab musabab masalah kunci dari hampir semua masalah yang kita hadapi sekarang. Hal ini akan membawa akita semakin lemah. Rakyat akan terus menerus menerita,” kata dia.

Prabowo mengklaim mempunyai banyak data ihwal fenomena segelintir orang menguasai hampir separuh kekayaan bangsa ini. Bila fenomena tersebut terus terjadi menurut dia anak cucu bangsa Indonesia akan sulit hidup layak.

Prabowo menyebut saat ini Indonesia berada setingkat dengan beberapa negara Afrika di bidang ekonomi. “Jadi sangat menyedihkan. Sebab negara ini terbesar keempat di dunia dan terkaya keenam di dunia,” sambung dia.

Prabowo mencontohkan banyaknya kekayaan negara dengan volume produksi tertinggi di dunia tapi keuntungannya tidak tinggal di Indonesia, seperti kelapa sawit, lada, timah, emas, nikel, batu bara, dan bahan baku alumunium.

“Bauksit Indonesia yang merupakan bahan baku alumunium diizinkan untuk diekspor oleh elite Indonesia. Sekarang bauksit-bauksit Indonesia dikuasai bangsa asing. Begitu juga nikel, emas, satu per satu,” terang dia.

Ahmad Sukina menyatakan kedatangan Prabowo Subianto ke Gedung Pusat MTA untuk bersilaturahmi dengan jemaah MTA. Tapi dia menggarisbawahi MTA bukan lembaga politik, melainkan lembaga dakwah Islam.

Ihwal kajian Ahad pagi menurut dia itu sudah rutin digelar, bukan khusus digelar karena Prabowo akan datang. “Kalau tidak percaya silakan datang lagi Ahad depan. Yang ikut kajian dari berbagai daerah di Tanah Air,” dia menerangkan.

Ihwal Pilpres 2019, Sukina mengatakan kedua pasangan capres-cawapres layak dipilih. “Tapi satu [pasang] yang mesti jadi, salah satunya mesti jadi. Tidak mungkin dua-duanya jadi kan,” ujar dia disambut tawa dan tepuk tangan jemaah.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom