Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tiba di Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2019). (Antara - Wahyu Putro A)

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dianggap tidak tegas merespons kapal-kapal dari China yang memasuki wilayah Indonesia. Dia mengaku santai dan ingin menyelesaikan dengan baik saja atas klaim Negeri Tirai Bambu yang menganggap perairan Natuna Utara adalah wilayahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono membela langkah Prabowo. Dia mengatakan bahwa upaya diplomasi adalah tahap pertama dalam permasalahan antarnegara.

"Jadi yang dilakukan oleh pemerintah menggunakan jalur diplomasi. Tidak ujug-ujug perang. Kan tidak mungkin," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (6/1/2020).

Ferry menjelaskan bahwa yang dilakukan Prabowo harus didukung. Tentu, kata Ferry, dengan upaya memperkuat armada angkatan laut demi menjaga wilayah Indonesia. Kapal-kapal penangkap ikan China menerobos masuk Laut Natuna Utara dengan kawalan kapal Coast Guard negara itu.

"Kan tegas tidak selalu perang. Ketika ada sengketa seperti Natuna, ada jalur diplomasinya. Ya menurut saya seperti itu sambil memperkuat angkatan laut untuk menjaga wilayah Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan persoalan sengketa di perairan Natuna, Kepulauan Riau, dengan China, tidak bisa dianggap sepele. Presiden Jokowi menegaskan Pemerintah Indonesia tidak gentar melawan klaim China jika menyangkut kedaulatan negara.

"Saya kira, seluruh statement yang disampaikan sudah sangat baik bahwa tidak ada yang namanya tawar menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita," tegas Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna tentang Penetapan RPJMN 2020-2024 di Istana Negara, Senin (6/1/2020).

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten