Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (ketiga kiri) menerima kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebelum melakukan pertemuan tertutup di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7/2018). (ANTARA-Dhemas Reviyanto)

<p><strong>Solopos.com, JAKARTA&nbsp;</strong>&nbsp;-- Pilpres 2019&nbsp; diperkirakan muncul dua nama Joko Widodo (<a title="Jokowi Dilaporkan" href="http://news.solopos.com/read/20180806/496/932413/jokowi-dilaporkan-ke-4-institusi-karena-pernyataan-kontroversial" target="_blank" rel="noopener">Jokowi</a>) vs Prabowo.&nbsp; Hingga kini baik pendamping Prabowo maupun Jokowi masih misteri.</p><p>Pengamat politik dari PARA Syndicate, Ari Nurcahyo memprediksi jika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berpasangan dengan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), maka peluang Moeldoko dipilih sebagai cawapres <a href="http://kabar24.bisnis.com/read/20180807/15/825073/tim-kampanye-jokowi-punya-10-direktorat">Jokowi</a> lebih besar ketimbang Mahfud MD.</p><p>Menurutnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) <a title="Tak Ada Nama Mahfud MD" href="http://news.solopos.com/read/20180804/496/931990/pbnu-rekomendasikan-4-nama-cawapres-jokowi-tak-ada-mahfud-md" target="_blank" rel="noopener">Mahfud MD</a> dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, menjadi kandidat terkuat cawapres pendampingi petahana Jokowi pada Pilpres 2019.</p><p>"Kalau<em> chemistry</em> terhadap lingkungan politik kompetisi yang akan berlangsung karena militer-militer, <a title="Popularitas Prabowo" href="http://news.solopos.com/read/20180803/496/931756/survei-alvara-elektabilitas-jokowi-naik-16-prabowo-terkerek-5" target="_blank" rel="noopener">Prabowo</a>-AHY, menurut saya, (kubu Jokowi) harus punya akses kuat kepada militer, karena apapun networking jaringan militer harus juga bisa digunakan," katanya, Minggu (5/8/2018).</p><p>Artinya, Moeldoko akan lebih punya probabilitas terpilih lebih besar dibanding Pak Mahfud. Lebih pas ke dia (Moeldoko) dan kompetisinya berimbang," katanya.</p><p>Dia menilai, kedua tokoh tersebut memiliki kapabilitas yang cukup untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa akhir-akhir ini.&nbsp;</p><p>"Pertimbangannya adalah soal kemampuan dan kompetensi memecahkan solusi, ada solusi soal persoalan kesejahteraan, persoalan hukum, keamanan, persoalan intoleransi, radikalisme, dan&nbsp; sebagainya, dua tokoh ini (Mahfud dan Moeldoko) bisa," kata Ari kepada wartawan di Jakarta, Minggu (5/8/2018).</p><p>Menurutnya, antara Moeldoko dan Mahfud hanya penekanannya saja yang beda. Kalau untuk isu keamanan Pak Moeldoko lebih kuat, sedangkan urusan hukum Mahfud yang lebih kuat dan untuk itu kesejahteraan keduanya sama kuat, katanya.</p><p>&ldquo;Kalau bicara <em>chemistry</em> dengan Pak Jokowi, (Mahfud dan Moeldoko) sama-sama oke," katanya.</p><p>&nbsp;</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten