PPS 2017: Membentuk Citra Diri Putra-Putri Solo
Pakar motivasi yang juga Program Director Pemilihan PPS 2017, Febri H. Dipokusumo, memberikan materi The Power of Personal Branding di Ibis Styles Hotel Solo, Jumat (28/7/2017). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)

Untuk bisa menciptakan brand, seseorang harus melihat potensi diri sendiri, namun tak lupa harus introspeksi dan bermuhasabah.

 Solopos.com, SOLO—Di tengah sesi Motivational Character Building saat Pembekalan Finalis Putra-Putri Solo (PPS) 2017, G.R.Ay. Febri Hapsari Dipokusumo, menunjukkan foto sejumlah publik figur, di antaranya Presiden Joko Widodo (Jokowi), Barack Obama, Lady Diana, Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Deddy Corbuzier, hingga artis Syahrini.

Febri yang juga pakar motivasi meminta kepada finalis menyebutkan citra yang ada pada diri publik figur tersebut. Contohnya, Lady Diana. Seorang finalis mengatakan Lady Diana adalah seorang putri dari Kerajaan Inggris yang baik hati dengan sifatnya yang keibuan dan giat melakukan kerja-kerja sosial.

“Namun kita semua tahu, Putri Diana meninggal dunia karena kecelakaan bersama seorang lelaki yang bukan suaminya. Inilah yang disebut brand image. Di mata publik, Putri Diana memiliki image yang sangat baik. Sisi baiknya jauh lebih kuat dibanding sisi yang lain,” kata Febri di sela-sela Pembekalan Finalis PPS yang diselenggarakan di Ibis Styles Hotel, Solo, Jumat (28/7/2017).

Sama halnya dengan tokoh Presiden Jokowi. Apa pun yang dilakukan Jokowi selalu menjadi sorotan publik bahkan bisa jadi trendsetter. “Contohnya saat beliau pakai jaket bomber, langsung jadi viral di media sosial dan di toko-toko, jaket itu laris luar biasa. Di saat yang lain ribut masalah demo, ada juga yang lebih ramai masalah payung biru yang dipakai Jokowi.”

Finalis PPS 2017 diingatkan akan pentingnya brand dan citra seorang putra putri Solo. Oleh karena itu, mereka pun dibekali pengetahuan tentang The Power of Personal Branding. Personal branding adalah citra yang kuat dan jelas yang ada di benak klien mengenai seseorang.

“Kalau ada orang bertanya siapa sosok remaja yang patut menjadi panutan remaja Solo? Jawabnya tentu putra putri Solo. Jadi, segala apa pun yang kalian tampilkan harus mencitrakan citra putra dan putri Solo,” kata Febri.

Untuk bisa menciptakan brand, kata Febri, seseorang harus melihat potensi diri sendiri, namun tak lupa harus introspeksi dan bermuhasabah.

Upaya untuk menciptakan personal branding bagi para finalis PPS sudah diawali sejak saat seleksi awal. Selain menyampaikan curriculum vitae, peserta Pemilihan PPS juga harus menulis tentang diri sendiri.

Di akhir sesi, Febri juga mengingatkan agar dalam ajang Pemilihan PPS 2017, para finalis tidak hanya mengejar selempang putih, selempang merah, hijau, atau biru, namun mengejar manfaat dari proses tersebut untuk jangka panjang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho