PPKM Solo Bertahan di Level 3 Meski Jumlah Kasus Covid-19 Jauh Menurun

Status PPKM Solo tetap bertahan di level 3 meski penambahan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 sudah jauh menurun.

Mariyana Ricky P.D
Minggu, 19 September 2021 - 17:36 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Corona (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SOLO — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Kota Solo tetap bertahan di level 3 meski jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 sudah jauh menurun.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mencatat tambahan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 baru yang terus menurun dalam beberapa waktu terakhir. Data pada Minggu (19/9/2021), tambahan dalam sehari tercatat hanya tujuh orang.

Sementara jumlah pasien sembuh lebih banyak yakni 13 orang. Kendati begitu, kondisi tersebut tak membuat status PPKM Solo turun dari level 3. Sejumlah faktor menjadi penentu level tersebut selain status aglomerasi yang disandang Solo. Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan status PPKM juga ditentukan kondisi daerah sekitarnya.

Baca Juga: Hunian Warga di 4 RW Kelurahan Semanggi Solo Mulai Dirobohkan, Ada Apa Ya?

“Kalau dilihat, catatan kasus kami kan rendah. Tingkat keterisian tempat tidur [BOR] rumah sakit juga terus menurun, tapi tetap Level 3. Kemungkinan bisa turun level kalau faktor-faktor penentu statusnya membaik, keputusannya bisa dilihat Senin [20/9/2021] malam,” katanya saat dihubungi Solopos.com, Minggu siang.

Ahyani mengaku sinergi kebijakan pelonggaran dengan daerah sekitar menentukan status PPKM tiap pekan. Ia berharap pelonggaran tidak serta merta dilakukan di seluruh sektor.

Aturan Pelonggaran

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo itu menyebut level PPKM Solo bisa naik lagi apabila masyarakat mengabaikan aturan pelonggaran yang sudah ditentukan. Salah satunya, masih banyak hotel dan gedung pertemuan yang tidak menghiraukan batasan tamu undangan.

Baca Juga: Asale Sungai Bengawan Solo Mengalir dari Wonogiri ke Gresik

“Kami membatasi sampai 20 orang saja ternyata juga lebih kok. Belum lagi yang nekat menggelar hajatan di rumah. Saat ini, kami masih menutup taman-taman cerdas. Padahal Wifi di sana banyak dimanfaatkan untuk pembelajaran jarak jauh [PJJ]. Mereka kesulitan sinyal di rumah, tapi ya tetap kami tutup agar tidak memunculkan kerumunan. Harapannya tidak naik level, ya bertahan atau turun level,” jelas Ahyani.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo, Arif Darmawan, mengaku kembali membubarkan hajatan warga pada Minggu siang. Arif mengatakan ada laporan mendadak dari masyarakat.

“Warga itu sudah memasang tenda hajatan panjang dan mengundang ratusan orang. Sekitar pukul 09.30 WIB sudah kami bubarkan. Kejadian di Kelurahan/Kecamatan Banjarsari. Tim kami tercatat paling sering melakukan penindakan di tingkat nasional, sehari tiga kali patroli. Tapi, intensitas masyarakat yang melanggar aturan justru makin banyak. Kalau kami melonggarkan aturan, nanti malah mereka makin abai,” jelasnya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif