PPKM Solo Bertahan di Level 3 Meski Jumlah Kasus Covid-19 Jauh Menurun

Status PPKM Solo tetap bertahan di level 3 meski penambahan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 sudah jauh menurun.

 Ilustrasi Corona (Solopos/Whisnupaksa)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Corona (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SOLO — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Kota Solo tetap bertahan di level 3 meski jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 sudah jauh menurun.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mencatat tambahan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 baru yang terus menurun dalam beberapa waktu terakhir. Data pada Minggu (19/9/2021), tambahan dalam sehari tercatat hanya tujuh orang.

Sementara jumlah pasien sembuh lebih banyak yakni 13 orang. Kendati begitu, kondisi tersebut tak membuat status PPKM Solo turun dari level 3. Sejumlah faktor menjadi penentu level tersebut selain status aglomerasi yang disandang Solo. Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan status PPKM juga ditentukan kondisi daerah sekitarnya.

Baca Juga: Hunian Warga di 4 RW Kelurahan Semanggi Solo Mulai Dirobohkan, Ada Apa Ya?

“Kalau dilihat, catatan kasus kami kan rendah. Tingkat keterisian tempat tidur [BOR] rumah sakit juga terus menurun, tapi tetap Level 3. Kemungkinan bisa turun level kalau faktor-faktor penentu statusnya membaik, keputusannya bisa dilihat Senin [20/9/2021] malam,” katanya saat dihubungi Solopos.com, Minggu siang.

Ahyani mengaku sinergi kebijakan pelonggaran dengan daerah sekitar menentukan status PPKM tiap pekan. Ia berharap pelonggaran tidak serta merta dilakukan di seluruh sektor.

Aturan Pelonggaran

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo itu menyebut level PPKM Solo bisa naik lagi apabila masyarakat mengabaikan aturan pelonggaran yang sudah ditentukan. Salah satunya, masih banyak hotel dan gedung pertemuan yang tidak menghiraukan batasan tamu undangan.

Baca Juga: Asale Sungai Bengawan Solo Mengalir dari Wonogiri ke Gresik

“Kami membatasi sampai 20 orang saja ternyata juga lebih kok. Belum lagi yang nekat menggelar hajatan di rumah. Saat ini, kami masih menutup taman-taman cerdas. Padahal Wifi di sana banyak dimanfaatkan untuk pembelajaran jarak jauh [PJJ]. Mereka kesulitan sinyal di rumah, tapi ya tetap kami tutup agar tidak memunculkan kerumunan. Harapannya tidak naik level, ya bertahan atau turun level,” jelas Ahyani.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo, Arif Darmawan, mengaku kembali membubarkan hajatan warga pada Minggu siang. Arif mengatakan ada laporan mendadak dari masyarakat.

“Warga itu sudah memasang tenda hajatan panjang dan mengundang ratusan orang. Sekitar pukul 09.30 WIB sudah kami bubarkan. Kejadian di Kelurahan/Kecamatan Banjarsari. Tim kami tercatat paling sering melakukan penindakan di tingkat nasional, sehari tiga kali patroli. Tapi, intensitas masyarakat yang melanggar aturan justru makin banyak. Kalau kami melonggarkan aturan, nanti malah mereka makin abai,” jelasnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kasus Covid-19 Klaster PTM Solo Tersebar di 8 Sekolah, Ini Perinciannya

Temuan kasus konfirmasi positif Covid-19 di kalangan siswa dan guru yang menggelar PTM di Kota Solo tersebar di delapan sekolah SD dan SMP.

3 Fasyankes di Sukoharjo Ini Layani Vaksinasi Tanpa Syarat Domisili

Tiga fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo melayani vaksinasi warga tanpa memandang domilisi selama sepekan ke depan.

Warga Bantaran Mojolaban Sukoharjo Ternyata Banyak Yang Belum Vaksin

Warga bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Mojolaban, Sukoharjo, antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 digelar Komunitas Omah Sambung dan Kodim Sukoharjo.

Solar Langka di Soloraya, Pertamina Tegaskan Tak Ada Pengurangan Kuota

Pertamina menyatakan tidak ada pengurangan kuota BBM bersubsidi jenis solar yang belakangan ini banyak dikeluhkan langka di wilayah Soloraya.

Puluhan Sapi Ikut Promosi Festival Kuliner Solo, Ternyata Ini Alasannya

Panitia Festival Kuliner Internasional Solo melibatkan para peternak sapi tunggang dari Boyolali dan Karanganyar dalam promosi agenda tersebut, Kamis (21/10/2021).

Jika Kondisi Darurat, Wonogiri Aktifkan Lagi Tempat Isoter

Pengaktifan kembali tempat isoter di Gedung PGRI menyesuaikan kasus Covid-19.

Tak Diizinkan Orang Tua, Sebagian Siswa SMP di Wonogiri Tak Ikuti PTM

Keikutsertaan siswa SMP dalam PTM terbatas tergantung keputusan siswa/orang tua/wali.

100.000-An Warga Solo Tak Punya Akta Kelahiran, Diduga Ini Penyebabnya

Ternyata masih banyak warga Solo yang belum memiliki akta kelahiran, jumlahnya mencapai 18% atau hampir 100.000 orang dari total penduduk Kota Bengawan.

Automatic Ozone Machine Bikin PTM di SDN II Butuhan Klaten Kian Nyaman

Dua siswa kelas V SDN II Butuhan, Delanggu, mampu membikin automatic ozone machine yang berfungsi membunuh virus dan bakteri dalam suatu ruangan (termasuk Covid-19).

Projo Fasilitasi 1.400 Dosis Vaksinasi di Banyudono Boyolali

 Banyudono dipilih menjadi lokasi sentra vaksinasi ini lantaran cakupan vaksinasi terbilang rendah.

Zona Hijau, Satgas Covid-19 Butuhan Klaten Tetap Gelar Operasi Yustisi

Operasi yustisi yang melibatkan pamong desa, polisi, sukarelawan, dan lainnya di Butuhan itu digelar setiap satu kali dalam sepekan.

Cerita Karyawan Pinjol Bikin IRT di Wonogiri Bunuh Diri: Gajinya Besar

Karyawan perusahaan pinjol ilegal yang diduga menyebabkan ibu-ibu di Wonogiri bunuh diri mengaku digaji besar dan mendapat fasilitas apartemen.

Mantap! Sukoharjo Ekspor Beras Mulai Tahun Depan

Pemkab Sukoharjo menargetkan bisa mulai ekspor beras yang ditanam menggunakan metode Indeks Pertanaman (IP) 400 pada 2022 mendatang.

Umbul Pelem Klaten Bayarkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Ratusan Warga

Umbul Pelem, Wunut, Klaten, membayarkan iuran jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada 650 kepala keluarga.

Selter Pasar Ikan Sumbang Transaksi hingga Rp1 Miliar di SGS 2021

Merchant sektor kuliner khususnya selter Pasar Ikan menyumbang transaksi hingga Rp1 miliar pada event SGS 2021 hingga Kamis (21/10/2021).

Alun-Alun Wonogiri Dibuka, PKL Wajib Ingatkan Konsumen Tak Bermasker

Pemkab Wonogiri membolehkan pedagang kaki lima (PKL) berjualan lagi di kawasan alun-alun mulai Sabtu (16/10/2021) malam.