PPKM, Pelanggaran Protokol Kesehatan di Boyolali Diklaim Turun
Operasi yustisi protokol kesehatan digelar di sejumlah lokasi saat malam pergantian tahun di Boyolali, Kamis (31/12/2020). (Istimewa/Satpol PP Boyolali)

Solopos.com, BOYOLALI -- Jumlah pelanggaran yang terjaring dalam operasi yustisi protokol kesehatan yang digelar petugas gabungan di Boyolali disebut kian menurun, terlebih saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono, mengatakan sebelum adanya PPKM, Satpol PP bersama TNI dan Polri telah menjalankan operasi dan patroli penegakan protokol kesehatan untuk memastikan tidak ada kegiatan masyarakat yang berpotensi menjadi pusat penularan Covid-19.

Di antaranya membatasi kerumunan massa, memastikan penerapan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) di pusat perbelanjaan, tempat usaha maupun secara perorangan. Setelah adanya penerapan PPKM, operasi tetap dijalankan.

Cegah Persebaran Covid-19 dengan Nyatakan Saya Siap Divaksin

Sejauh ini, petugas masih menemukan adanya pelanggaran penerapan protokol kesehatan. Misalnya tidak memakai masker, tidak menjaga jarak dan sebagainya.

Untuk pelanggar yang berhasil dijaring dalam operasi itu, Joko mengatakan saat ini pelanggar didominasi oleh kalangan usia produktif. Hal itu cukup disesalkan, sebab dalam usia produktif ada kemungkinan aktivitasnya lebih banyak.

"Mestinya untuk kalangan usia produktif itu menjadi pelopor untuk tertib protokol kesehatan," jelas dia.

Aktivitas Malam Berkurang

Namun secara umum, jumlah pelanggaran yang ditemukan dari kegiatan yang dilakukan rutin setiap hari itu, sudah terlihat adanya penurunan. Terlebih dengan adanya PPKM.

"Hasilnya tetap masih ada pelanggaran meskipun semakin kecil. Mengedukasi masyarakat memang butuh proses. Selama PPKM penurunan pelanggaran juga cukup banyak. Sebab aktivitas masyarakat khususnya saat malam, berkurang. Bisa penurunan 80%," kata dia kepada Solopos.com, Minggu (17/1/2020).

10 Berita Terpopuler : "Mak Lampir" Meninggal hingga Ramalan Jokowi Lengser

Dia mengatakan selama pelaksanaan PPKM, ada beberapa pembatasan yang diterapkan. Termasuk pembatasan jam operasional PKL, pusat perbelanjaan dan sebagainya pada malam hari.

Hal itu yang dimungkinkan bisa turut mengurangi aktivitas masyarakat di malam hari.

"Pada operasi yang digelar pada jam malam, bukan hanya pelanggarannya yang berkurang, tapi masyarakat yang terjaring pun sangat sedikit," kata dia.

Camat Karanggede, Ari Wahyu Prabowo, mengatakan dalam pelaksanaan PPKM di daerah, pihaknya selalu berkoordinasi dengan satgas penanganan Covid-19, Polsek dan Koramil.

Aktivitas Merapi Turun, Warga KRB III Klaten Diminta Tetap Bertahan di Pengungsian

Pada pelaksanaanya, petugas gabungan lebih menekankan pada kegiatan edukasi. Termasuk kepada pelaku ekonomi mikro yang juga dibatasi jam operasionalnya.

"Permasalahan delematis justru pada pelaku ekonomi mikro. Di satu sisi ada aturan yang harus diterapkan bersama, di sisi lain sektor ekonomi mikro butuh ruang. Jadi ya kami menekankan pada edukasi saja. Alhamdulillah mereka juga merespons. Pendekatan humanis yang lebih kami tekankan," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom