PPKM Level 4, Dua Masjid Besar di Klaten Masih Masih Ditutup untuk Masyatakat Umum

Dua masjid besar yang dikelola Pemkab Klaten masih ditutup untuk masyarakat umum selama perpanjangan PPKM Level 4, 26 Juli 2021-2 Agustus 2021.

 Seorang warga melintas di dekat Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Jumat (29/5/2020). Sesuai rencana, takmir Masjid Agung Al Aqsha bakal menggelar rapat internal guna menyongsong kenormalan baru. (Solopos/Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - Seorang warga melintas di dekat Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Jumat (29/5/2020). Sesuai rencana, takmir Masjid Agung Al Aqsha bakal menggelar rapat internal guna menyongsong kenormalan baru. (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Dua masjid besar yang dikelola Pemkab Klaten masih ditutup untuk masyarakat umum selama perpanjangan PPKM Level 4, 26 Juli 2021-2 Agustus 2021. Dua masjid besar tersebut hanya digunakan salat lima waktu oleh pengurus/takmir secara internal.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Mujab, mengatakan dua masjid besar yang dikelola pemkab, yakni Masjid Agung Al Aqsha Klaten dan Masjid Raya Klaten. Kedua masjid itu berlokasi di kawasan perkotaan.

Baca Juga: Doa Agar Lulus CPNS 2021 dan Amalannya yang Dibaca 1.000 Kali

Tidak dibukanya dua masjid besar untuk masyarakat umum guna mendukung pencegahan persebaran Covid-19. Hingga Selasa (27/7/2021), jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten mencapai 28.016 kasus. Sebanyak 3.794 orang menjalani perawatan/isolasi mandiri. Sebanyak 22.256 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 1.966 orang telah meninggal dunia.

“Masjid Agung Al Aqsha Klaten dan Masjid Raya Klaten belum dibuka untuk maayarakat umum. Hanya pengurus/takmir saja,” kata Mujab, saat ditemui Solopos.com, di Kalikotes, Rabu (28/7/2021).

Mujab mengatakan para pengurus/takmir hanya menggunakan masjid saat salat lima waktu. Itu pun bersifat internal.

“Kalau pengajian atau kumpulan yang sifatnya mengundang orang banyak belum diperbolehkan. Sosialisasi sudah kami lakukan. Di Masjid Raya Klaten itu justru sudah dipasangi papan imbauan agar masyarakat Klaten menjalankan salat di rumah masing-masing terlebih dahulu [selama PPKM Level 4],” katanya.

Baca Juga: Anggaran Penanganan Covid-19 Klaten Ditambah Jadi Rp25 Miliar, untuk Apa Saja?

Ajakan kepada warga agar menjalankan ibadah di rumah masing-masing juga dilakukan Bupati Klaten, Sri Mulyani. Hal itu sesuai Instruksi Bupati Klaten bernomor 10/2021 tentang PPKM Level 4 di Klaten. Instruksi itu diteken Sri Mulyani, 26 Juli 2021. Larangan penggunaan tempat ibadah digunakan untuk mendukung kegiatan peribadatan tercantum dalam poin C.

“Tempat ibadah tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan secara berjamaah selama masa PPKM Level 4 dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah,” kata Sri Mulyani.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Pemdes Gempol Klaten Larang Warga Selfie dan Nongkrong di Jalan Ini, Kenapa Sih?

Papan larangan di Gempol Klaten itu bertuliskan Disepanjang Jalan Ini Dilarang Nongkrong, Selfie, dan Hal-Hal yang Negatif. 

UPK DAPM Kedawung Sragen Bagi-Bagi Sembako Senilai Total Rp70 Juta

Warga yang mendapat bantuan sembako itu merupakan nasabah simpan pinjam perempuan (SPP) sekaligus anggota kelompok binaan dari UPK DAPM Kedawung.

Waduh, Ada 1.000 Pengajuan Cerai Masuk ke PA Karanganyar

Dari seluruh aduan yang masuk ke PA Karanganyar, pengajuan perceraian mendominasi dibandingkan dispensasi pernikahan.

SKK Migas dan Pemkot Solo Sepakati Kerja Sama Pengembangan Pendidikan dan Riset

SKK Migas mengajak Solo Technopark bekerja sama dengan mempertimbangkan potensial yang ada untuk membangun kapasitas nasional.

Muhammad Rohani Gantikan Muh. Abdullah sebagai Anggota KPU Boyolali

Muh. Abdullah, yang dinilai telah melanggar kode etik setelah terlibat perkara kesusilaan.

Terowongan Gunung Pegat, Kokoh Berdiri Meski Berumur Hampir Seabad

Dari dalam terowongan disebut-sebut kerap mengeluarkan gas beracun serta pernah ada yang meninggal dunia

Buang Limbah Ciu Sukoharjo ke Anak Sungai Bengawan Solo, Pelaku Beralasan Hemat Biaya

Pelaku pembuangan limbah ciu ke anak Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo mengaku buang limbah ke sungai karena lebih hemat biaya.

Konflik Internal Persis Solo, Michele Kuhnle Akhirnya Meminta Maaf

Mantan Humas Persis Solo Michelle Kuhnle melalui ibundanya menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen PT PSS pimpinan Kaesang Pangarep.

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.