PPKM Level 3 saat Natal dan Tahun Baru Batal Diterapkan, Ini Gantinya

Pemerintah memutuskan tidak akan menerapkan PPKM level 3 di semua wilayah Indonesia saat momen libur natal dan tahun baru (Nataru).

 Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah memutuskan tidak akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di semua wilayah Indonesia saat momen libur natal dan tahun baru (Nataru).

“Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Nataru di semua wilayah,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinvest), Luhut Binsar Panjaitan, seperti dilansir dari Liputan6.com, Selasa (7/12/2021).

Luhut menyebut salah satu pertimbangan pemerintah batal menerapkan PPKM level 3 pada momen libur Nataru adalah penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia menunjukkan perbaikan signifikan dan terkendali.

Baca Juga : Wahana Baru Wisata Batu Putih Bayat Klaten Ditarik Lagi ke Gudang

Pemerintah, lanjutnya, memutuskan membuat kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah menjelang momen Nataru. Namun, Luhut menyampaikan bahwa akan tetap ada pengetatan aktivitas masyarakat selama periode Nataru.

“Penerapan level PPKM selama Nataru akan mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini. Tetapi, dengan beberapa pengetatan,” jelasnya.

Luhut mengklaim Indonesia berhasil menekan angka kasus konfirmasi Covid-19 harian dengan stabil di bawah angka 400 kasus. Selain itu, jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit juga menurun.

Baca Juga : Round Up: Ini Sebaran Lokasi Vaksinasi Berhadiah Sepeda Motor di Klaten

“Kasus aktif dan jumlah pasien yang dirawat di RS menunjukkan tren penurunan dalam beberapa hari ke belakang,” ujar Luhut.

Selain pengendalian kasus, pemerintah juga mempertimbangkan capaian vaksinasi Covid-19 dosis I di Jawa-Bali mencapai 76 persen dan dosis II mendekati 56 persen. Sementara itu, vaksinasi Covid-19 untuk lansia terus digenjot hingga mencapai 64 persen untuk dosis I dan 42 persen untuk dosis II di Jawa Bali.

“Sebagai perbandingan, belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi [Covid-19] pada periode Nataru tahun lalu. Hasil sero-survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19 tinggi,” tutur dia.

Baca Juga : Viral Ada Bakul Ngepruk Harga, Ini Hlo Deretan Tengkleng Murah di Solo

Berikut cuplikan kebijakan yang akan diterapkan saat momen libur Nataru:

1. Syarat perjalanan jarak jauh dalam negeri selama Nataru adalah wajib vaksinasi Covid-19 dosis lengkap dan hasil swab antigen Covid-19 negatif maksimal 1 × 24 jam sebelum keberangkatan.

2. Untuk orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap ataupun tidak bisa mendapatkan vaksin Covid-19 karena alasan medis maka tidak diizinkan bepergian jarak jauh.

3. Anak-anak dapat melakukan perjalanan tetapi dengan syarat PCR yang berlaku 3 × 24 jam untuk perjalanan udara atau antigen 1 × 24 jam untuk perjalanan darat atau laut.

Baca Juga : SIA 2021 Wonogiri, Ada Pakan Ternak Rp110/Kg hingga Telur Rasa Balado

4. Pemerintah juga menerapkan pelarangan seluruh jenis perayaan tahun baru di hotel, pusat perbelanjaan, mall, tempat wisata, dan tempat keramaian umum lainnya.

5. Pemerintah mensyaratkan operasional pusat perbelanjaan, restoran, bioskop, dan tempat wisata. Kapasitas yang diizinkan maksimal 75 persen dan hanya untuk orang dengan kategori hijau di aplikasi PeduliLindungi.

6. Terkait acara sosial budaya, kerumunan masyarakat yang diizinkan berjumlah maksimal 50 orang. Di samping itu, disiplin penggunaan PeduliLindungi harus ditegakkan.

Baca Juga : Cenderung Naik! Cek Harga Emas di Pegadaian, Selasa 7 Desember 2021

Menteri Koordinator Bidang Marinvest, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan perubahan detail akan dituangkan dalam revisi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan surat edaran terkait Nataru. “Perubahan secara detail akan dituangkan dalam revisi Inmendagri dan surat edaran terkait Nataru lainnya.”

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

Wow, Pebisnis Ini Sedekah Perusahaan kepada Ustaz Yusuf Mansur

Ia menyedekahkan perusahaan miliknya PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) untuk Pondok Pesantren Darul Quran melalui Yusuf Mansur

Faisal Basri Bakal Gugat UU Ibu Kota Negara

Faisal Basri menilai pengesahan UU IKN tergesa-gesa.

Kasus Omicron Melonjak, Ini Pesan Presiden Jokowi

Jokowi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap varian Omicron tetapi tidak perlu bereaksi berlebihan.

Sosok Sabdo Palon, Tokoh yang Dikenal Sebagai Penguasa Tanah Jawa

Inilah sosok Sabdo Palon yang dikenal sebagai tokoh penguasa Tanah Jawa.

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$35,34 M, Tertinggi Sejak 2006

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut neraca perdagangan Indonesia pada 2021 mengalami surplus tertinggi sejak 2006 atau 15 tahun lalu.

Kapolri Impikan Polisi Punya Kemampuan Auditor Keuangan

Kapolri menyebutkan, pentingnya pemberian sertifikat CSFA untuk para perwira menengah dan perwira pertama Polri agar memiliki kemampuan untuk melakukan audit.

Ahli Kepolisian: Penembakan Anggota Laskar FPI Seusai Prosedur

Penembakan empat anggota FPI yang dilakukan oleh dua polisi di Tol KM 50 tidak menyalahi prosedur karena insiden itu masuk kategori situasi ekstrem.

Kisah Dibalik Perubahan Nama Yusuf Mansur, Sama-Sama 2 Kali Dipenjara

Yusuf Mansur membeberkan kisah dibalik perubahan namanya dari Jam'an Nurchotib Mansur menjadi Yusuf Mansur, yakni sama-sama pernah dua kali dipenjara.

Gempa Afghanistan Telan Korban 22 Nyawa

Korban meninggal akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Provinsi Badghis, Afghanistan bertambah menjadi 22 orang, Selasa (18/1/2022).

Vaksin Merah Putih Jadi Prioritas Badan Riset Negara

Vaksin Merah Putih menjadi salah satu jenis vaksin yang diharapkan menjadi vaksin yang dihasilkan oleh anak bangsa.

Perempuan Depresi Turun dari Menara Setelah Kapolsek Panggil "Sayang"

Melalui alat pengeras suara (toa), Kompol Manapar bereaksi dan mengucapkan, 'Sayang ayo turun", sebanyak dua kali, untuk membujuk Julidar.

+ PLUS Periode Maret-September 2021, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Menurun

Tingkat ketimpangan atau pengeluaran masyarakat di tingkat nasional yang diukur oleh rasio Gini pada Maret 2021 dan pada September 2021 menunjukkan penurunan.

Miris, Umrah Batal Gara-Gara Investasi ke Yusuf Mansur Menguap

Padahal, uang tabungan tersebut sengaja mereka investasikan dengan harapan hasilnya bisa dipakai untuk biaya umrah orang tua mereka.

Vonis Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat, Akan Lebih Ringan atau Mati

Vonis Komisaris PT TRAM, Heru Hidayat, terdakwa kasus korupsi dana investasi PT Asabri akan sesuai tuntutan atau lebih ringan tergantung keputusan Pengadilan Tipikor Jakarta Selasa (18/1/2022).

Tsunami Tonga Disebut Ledakan Satu Kali dalam Ribuan Tahun

Tsunami di kepulauan Tonga yang disebabkan oleh letusan gunung berapi pada Minggu (16/1/2022), disebut ilmuwan sebagai once in a thousand years atau ledakan satu kali dalam ribuan tahun.