PPKM Level 3 Nataru Batal, PHRI Yogyakarta Waswas Aturan Berubah Lagi

Badan Perwakilan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY meminta kepastian aturan pemerintah dalam pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru 2022.

 Ilustrasi layanan di hotel saat pandemi. Tamu tetap jaga jarak saat melakukan check in di Fave Hotel Manahan, Rabu (28/10/2020). (Istimewa/Fave Hotel Manahan)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi layanan di hotel saat pandemi. Tamu tetap jaga jarak saat melakukan check in di Fave Hotel Manahan, Rabu (28/10/2020). (Istimewa/Fave Hotel Manahan)

Solopos.com, JOGJA — Badan Perwakilan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY meminta kepastian aturan pemerintah dalam pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Meski menyambut baik adanya perubahan aturan saat ini, PHRI khawatir mendekati hari libur aturan kembali diubah. Seperti diketahui, pemerintah pusat berencana membatalkan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 secara merata.

PromosiMerdeka Belajar Jalan Pemulihan Pendidikan dari Dampak Pandemi Covid-19

Ketua Badan Perwakilan Daerah (BPD) PHRI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Deddy Pranowo Eryono secara tegas menyatakan siap untuk mengikuti aturan yang diberlakukan saat libur Natal dan Tahun Baru. Perintah pengetatan yang dianjurkan pemerintah sejatinya siap diikuti oleh PHRI.

“Kita diminta untuk memperketat protokol kesehatan, seperti QR Peduli Lindungi, kita sudah siap untuk melakukan itu,” tegas Deddy dihubugi Selasa (7/12/2021) kepada Harian Jogja.

Baca Juga: Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru, Angin Segar Bagi Maskapai

Berharap Peningkatan Okupansi Hotel

Deddy pun telah menyampaikan anjuran pengetatan prokes itu kepada hotel dan restoran anggota PHRI. “Intinya kita tetap menerima wisatawan tetapi tetap yang datang itu sehat, mematuhi protokol kesehatan aturan yang ada,” tandasnya.

Deddy berharap adanya sinyal kelonggaran wisata ini dapat meningkatkan okupansi hotel saat Natal dan Tahun Baru nanti. Namun dirinya masih waswas bila aturan kembali berubah menjelang hari H tiba.

“Kita berharap seperti itu [ada peningkatan okupansi] asal aturan itu tidak berubah-ubah. Kadang-kadang kita itu sudah terbiasa ditelikung sama pemerintah. Karena kebijkan yang berubah-ubah dan mendadak,” tandasnya.

Deddy berkaca dari tahun lalu dimana aturan sempat berubah mendekati hari libur tiba. Padahal hotel dan restoran terlanjur menambah sejumlah stok bahan makan, hingga bahan pendukung prokes seperti handsanitizer dan sabun cuci tangan.

Baca Juga: Waduh, 4 Bulan Terjadi 1.500 Pelanggaran Tata Niaga Impor

Tahun ini Deddy memilih melakukan penambahan stok bahan makan mendekati hari H saja. Hal itu ia lakukan untuk menghindari kerugian akibat perubahan aturan yang mendadak.

“Kita sekarang yang di tahun ini wait and see dulu, bagaimana kepastian pemerintah. Sekarang melonggarkan, tapi nanti dua pekan lagi kita mau melihat. Baru kalau ada kepastian dari pemerintah, itu baru kita belanjakan,” tegasnya.

“Kita butuh kepastian. Karena kita akan melaksanakan tanpa kepastian dari pemerintah wisatawan juga akan ragu,” tuturnya.

Baca Juga: Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru, Angin Segar Bagi Maskapai

Perubahan aturan juga diktakutkan Deddy dapat mengubah rencana wisatawan yang telah melakukan penganggaran. Misalnya perubahan mendadak syarat tes pemeriksaan Covid-19 dari swab antigen ke PCR bisa membuat wisatawan putar balik.

“Kita mewajibkan antigen, antigen itu sudah dibajeting oleh para wisatawan. Nanti kalau berubah harus PCR itu ya repot, karena bajetnya Rp90.000 kalau itu menjadi Rp200.000 ya agak repot, yang seperti tahun lalu kan gitu,” tambahnya.

Dari segi okupansi hotel disebutkan Deddy terhitung masih baik sampai saat ini. Meski sempat mengalami penurunan minor pasca adanya wacana PPKM Level 3, jumlah pengurangan reservasi belum sampai anjlok. “Dalam arti belum banyak yang cancel menunggu aturan pemerintah yang pas itu bagaimana,” ujarnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

IHSG Dibuka Menguat, Saham GOTO, EMTK, BUKA, dan WIRG Melejit

Saham-sahan emiten teknologi terapresiasi pagi ini yang mampu menopang penguatan IHSG.

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Salurkan 32,34% KUR Hingga April 2022

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI terus menyiapkan banyak strategi untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas.

Ada 3 Metode Pembayaran Jalan Tol Via MLFF, Ini Perbedaannya

Ada tiga metode pembayaran jalan tol setelah sistem pembayaran tol nontunai nirsentuh atau MLFF berlaku pada akhir 2022.

Pasar Gelap Masih Membayangi, GIMNI Usul Minyak Goreng Curah Disetop

Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga mengeluhkan keberadaan black market atau pasar gelap yang membuat harga di pasaran terdistorsi.

Jelang Akhir Pekan Rebound! Cek Harga Emas Pegadaian, Jumat 20 Mei 2022

Menjelang akhir pekan, harga emas 24 karat yang dijual di Pegadaian pada hari ini, Jumat (20/5/2022) terpantau naik untuk cetakan Antam maupun UBS.

Tegas! Ini Pesan Jokowi untuk Aparat Hukum Soal Mafia Minyak Goreng

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan aparat hukum untuk terus menyelidiki mafia minyak goreng yang merugikan banyak pihak.

Tawarkan Bunga Tinggi, Allo Bank Target Jaring 1 Juta Nasabah Sepekan

PT Allo Bank Tbk. (BBHI) menawarkan bunga tinggi bagi masyarakat yang bersedia menyimpang uang di rekening Allo Bank.

IHSG Diprediksi dalam Tekanan Global, Saham-Saham Bisa Menguat?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Jumat (20/5/2022) ini.

Transaksi Tokopedia Naik, Ini Tren Belanja 2021 di Jawa Tengah dan Solo

Tren belanja Tokopedia mencatat pertumbuhan positif.

BEI Resmikan 10 Galeri Investasi Lagi di Soloraya, Ini Daftarnya

Guna mendukung program literasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) terus membuka galeri investasi di Soloraya melalui kolaborasi dengan berbagai instansi.

Larangan Ekspor Dicabut, Gapki Siap-Siap Ekspor CPO Lagi?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya membuka aliran ekspor minyak goreng dan crude palm oil (CPO). 

Implementasi MLFF akan Dilakukan Bertahap

Penerapan sistem transaksi nontunai nirsentuh atau MLFF akan dilaksanakan akhir 2022 dan bertahap di beberapa ruas jalan tol.

Akan Gantikan E-Toll di Indonesia, Ini Cara Kerja MLFF

Cara kerja MLFF pengganti kartu tol ini memungkinkan kendaraan tidak berhenti untuk membayar karena menggunakan sistem satelit mengukur dan menentukan kalkulasi tarif yang dipotong melalui aplikasi di smartphone.

Keran Ekspor CPO Dibuka, Gapki: Terima Kasih Pak Jokowi

Gapki akan berkoordinasi dengan eksportir dan pengusaha kapal yang biasa mengekspor setelah dibukanya kembali keran ekspor minyak goreng dan CPO oleh Presiden Jokowi dan berlaku Senin (23/5/2022).

Larangan Ekspor CPO, Pendapatan Negara Melayang Rp6 Triliun per Bulan

Negara kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp6 triliun setiap bulannya akibat larangan ekspor crude palm oil atau CPO dan turunannya.