PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

 Objek wisata Gancik Hill Top di Selo, Boyolali, Jawa Tengah. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Objek wisata Gancik Hill Top di Selo, Boyolali, Jawa Tengah. (Istimewa)

Solopos.com, BOYOLALI – Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. PPKM Level 3 itu akan diberlakukan pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Pertaruran terkait hal itu tertuang dalam Surat Bupati Boyolali Nomor 003.2/1167/5.5/2021 tentang pelaksanaan Nataru di Kabupaten Boyolali. Dalam surat tersebut, terdapat imbauan kepada para pengelola destinasi wisata di Boyolali agar taat terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca Juga: Hanya 120 Penyandang Disabilitas di Boyolali Bekerja di Perusahaan

Seperti diketahui, momen Nataru biasanya digunakan warga untuk berpergian ke tempat wisata karena mendapat hari libur yang cukup panjang. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Supana mengatakan imbauan terkait momen Nataru telah dikirim ke semua pengelola destinasi wisata.

Hal itu agar para pengelola bisa meningkatkan kewaspadaan. Sesuai dengan peraturan PPKM level 3, destinasi pariwisata tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan pendekatan 5M.

“Semua destinasi juga diimbau menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk dan saat keluar di tempat wisata. Hanya pengunjung destinasi dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk,” katanya seperti dikutip dari boyolali.go.id.

Baca Juga: Petilasan Ki Kebokanigoro Boyolali, Tempat Bersemedi Kabulkan Hajat

Supana menegaskan tidak diperkenankannya tempat wisata menggelar pesta perayaan yang bisa mengakibatkan adanya kerumunan. Pihaknya pun membatasi jumlah wisatawan yakni 50 persen dari kapasitas.

Destinasi wisata juga harus mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif. Kemudian membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi baik keagamaan maupun nonkeagamaan.

Berita Terkait

Berita Terkini

20 Jalan Bersimpangan Tol, Pemkab Klaten Ingin Konstruksi Tahan Gempa

Pemkab mengusulkan agar konstruksi pada ruas jalan kabupaten yang bersimpangan dengan jalan tol berupa konstruksi jembatan, bukan box culvert.

Tahapan Pemilu 2024 Dimulai Tahun Ini, Bawaslu Solo Panaskan Mesin

Bawaslu Kota Solo sudah mulai bersiap menghadapi tahapan Pemilu 2024 yang akan dimulai pada 2022 ini, salah satunya memetakan potensi pelanggaran.

8 Keluarga di Klaten Ini Dikepung Sungai dan Jalan Tol Solo-Jogja

Sekitar 14 jiwa di Dukuh Pasekan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Klaten, tinggal pada satu kompleks yang dikepung sungai dan jalan tol Solo-Jogja.

Sepekan 9.069 Wong Sukoharjo Disuntik Vaksin Booster

Vaksinasi booster di Sukoharjo dicanangkan saat kunjungan kerja Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Griya Sejahtera, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, pada 19 Januari 2022.

Untung Maksimal, Porang Jadi Primadona Petani Jatisari Wonogiri

Penanaman dan perawatan porang mudah, tetapi petani bisa memperoleh keuntungan usaha yang besar.

BLK Boyolali Buka 6 Program Pelatihan Kerja Gratis, Buruan Daftar Lur

Walaupun lokasi pelatihan berada di BLK Boyolali, namun peserta yang ingin mendaftar diperbolehkan dari luar Boyolali.

Anak Disabilitas Korban Pemerkosaan di Tanon Sragen Dipindahkan ke Solo

Anak disabilitas di bawah umur asal Tanon, Sragen, korban pemerkosaan bersama keluarganya dipindahkan ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof. Dr. Soeharso Solo.

Kasus Pencabulan Anak Disabilitas di Tanon Bukan yang Pertama di Sragen

Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) pernah menangani empat kasus pencabulan dengan korbannya adalah anak disablitas (keterbelakangan mental) di Sragen.

5 Sampel Swab Satu Keluarga di Sukoharjo Dicek WGS

Keluarga tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota, namun berdasarkan hasil swab PCR, CT value mereka kurang dari 30.

Tarif Manahan dan Sriwedari Diprotes, Gibran: Silakan Ajukan Keringanan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berjanji memberikan keringanan bagi yang mengajukan keberatan mengenai tarif sewa atau penggunaan fasilitas di Stadion Manahan dan Sriwedari.

Pembangunan Telaga Madirda Diduga Menyimpang, Kejari Turun Tangan

Kejari Karanganyar menyelidiki dugaan adanya penyimpangan dalam proyek pengembangan Telaga Madirda oleh BUMDes Berjo, Kecamatan Ngargoyoso.

Hujan Disertai Angin, 2 Bangunan Telaga Rindu Resto Lalung Roboh

Bangunan Telaga Rindu Resto di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar roboh diterjang hujan disertai angin.

Sukses Ubah Citra Kemukus, Bupati Siap Bongkar 2 Tempat Lokalisasi Lain

Bupati Sragen akan membongkar Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingkir untuk menghilangkan citra buruk sebagai tempat lokalisasi terselubung.

Polisi Sukoharjo Bekuk Penipu Berkedok Jual Minyak Goreng Murah

Penangkapan berawal dari laporan salah satu korban ke personel Satreskrim Polres Sukoharjo yang mengaku tertipu Rp58 juta lantaran termakan iming-iming memperoleh minyak goreng murah.

Petugas Sampah Kelurahan Solo Pakai Trik Ini demi Hindari Antre di TPA

Antrean kendaraan pengangkut sampah di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, terjadi hampir setiap pagi membuat petugas sampah kelurahan mencari cara menghindarinya.