PPKM, Jumlah Kantor di Klaten yang Lockdown Malah Meledak
Seorang pengendara kendaraan roda dua melintas di depan Puskesmas Klaten Tengah, Kamis (21/1/2021). Puskesmas tersebut di-lockdown, Kamis-Sabtu (21-23/1/2021). (Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Sejumlah kantor instansi Pemkab Klaten terpaksa ditutup alias lockdown karena munculnya sejumlah pegawai yang terkonfirmasi Covid-19. Kondisi ini terjadi saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diterapkan sejak 11 Januari 2021 lalu.

Meski terjadi ledakan jumlah kantor pemerintah yang di-lockdown, Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten memastikan belum ada klaster perkantoran di Kabupaten Bersinar.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, beberapa kantor yang ditutup di antaranya Kantor Kecamatan Jogonalan mulai Senin-Selasa (18-19/1/2021). Penutupan tersebut menyusul Camat Jogonalan, Sutopo, positif Covid-19, Sabtu (16/1/2021). Selain camat, seorang pegawai di Kecamatan Jogonalan juga terpapar virus corona.

Dokter dan Fisioterapis Kena Covid-19, Puskesmas Klaten Tengah Lockdown 3 Hari

Setelahnya, giliran Kantor Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, yang di-lockdown sejak, Selasa (19/1/2021). Hal itu dilakukan setelah Kades Sekarsuli, F.X., Siswanto, 56, meninggal dunia di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten, Senin (18/1/2021) malam. Siswanto mengalami sakit jantung. Kendati demikian, pemakaman jenazah dilakukan dengan protokol Covid-19. Guna mencegah persebaran virus corona, kantor desa setempat terpaksa di-lockdown.

Berikutnya, Kantor Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, ditutup, Selasa-Rabu (19-20/1/2021). Penutupan disebabkan salah seorang pegawai, SW, dinyatakan terpapar virus corona, Sabtu.

Selanjutnya, giliran Kantor Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah, yang di-lockdown, selama dua hari, Rabu-Kamis (20-21/1/2021). Penutupan dilakukan menyusul dua pegawai kelurahan positif Covid-19, Senin.

91.000 Warga Klaten Tak Akan Terima Lagi Bantuan Pangan Provinsi dan Bansos Sembako

Terakhir, Puskesmas Klaten Tengah di-lockdown selama tiga hari, Kamis-Sabtu (21-23/1/2021). Penutupan itu dilakukan karena seorang dokter umum, L dan seorang tenaga fisioterapi di puskesmas itu positif Covid-19, Senin.

Belum Ada Klaster Perkantoran

"Meski beberapa kantor di Klaten ditutup, kami pastikan hingga sekarang belum ada klaster Covid-19 di perkantoran. Untuk menyebut adanya klaster itu harus ada satu/lebih kasus dan ada proses penularannya. Yang ada di Klaten ini, ada kasus, tapi penularannya belum ada. Misalnya di Puskesmas Klaten Tengah, ada dokter dan tenaga fisioterapi yang terpapar Covid-19, setelah dilakukan tracing ada lima pegawai yang di-swab. Kelima pegawai ini yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. Hasil swab, kelimanya negatif Covid-19. Artinya, memang belum ada klaster perkantoran di Klaten," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto, Kamis (21/1/2021).

Kabar Duka, Lima Nakes di Klaten Meninggal Karena Covid-19, Ada Dokter Spesialis

Disinggung tentang munculnya ledakan jumlah kantor yang di-lockdown di tengah PPKM, Anggit Budiarto, punya jawabannya. "PPKM di Klaten baru dilaksanakan 11 Januari 2021. Proses penularan yang terjadi di kantor itu bisa saja sebelum tanggal 11 Januari 2021. Yang saat ini diambil sampel, belum tentu juga dilakukan sejak, 11 Januari 2021. Hasil swab pekan ini pun, bisa jadi merupakan sampel di waktu sebelumnya. Jadi, untuk mengukur PPKM itu, ya setelah PPKM itu rampung," katanya.

Sebelumnya, Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan kasus Covid-19 terus bertambah. Hingga Rabu (20/1/2021), jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten mencapai 4.054 kasus. Sebanyak 467 orang menjalani perawatan/isolasi mandiri, 3.364 orang dinyatakan sembuh, dan 223 orang meninggal dunia.

"Hasil dari kebijakan PPKM itu bisa dilihat kalau sudah selesai dilakukan," kata Cahyono Widodo.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom