PPKM Diperpanjang, Tidak Ada Aturan Baru di Wonogiri

Pemerintah Kabupaten Wonogiri tidak mengeluarkan peraturan baru pada masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),

SOLOPOS.COM - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (M. Aris Munandar/Solopos)

Solopos.com,WONOGIRI--Secara umum Pemerintah Kabupaten Wonogiri tidak mengeluarkan peraturan baru pada masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), 26 Januari-8 Februari 2021.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan pada prinsipnya Pemkab Wonogiri siap mensukseskan apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, dalam hal perpanjangan masa PPKM di Jawa-Bali.

"Surat edaran yang kami keluarkan pada masa perpanjangan PPKM hampir tidak ada perubahan. Masih sama dengan SE sebelumnya. Dan kami siap mensukseskan, karena Pemkab terintegrasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi," kata dia kepada wartawan, Senin (25/1/2021).

Baca Juga: Panjat Pohon Hingga Stand Up Comedy, Ini 10 Jurusan Kuliah Unik Di Dunia

Dengan adanya perpanjangan PPKM, kata dia, secara otomatis penutupan ruang publik dan obyek wisata ikut diperpanjang. Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Wonogiri belum diperkenankan berjualan.

"Statistik epidemiologi Covid-19 di Wonogiri belum menunjukkan penurunan. Maka kami belum memperbolehkan PKL bejualan di alun-alun. Kami sampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terlibat atau terdampak langsung dalam PPKM ini," ungkap pria yang akrab disapa Jekek.

Toko Modern

Dalam Surat Edaran Bupati No. 443.2/064 tentan perpanjangan PPKM, hanya ada satu kebijakan yang diubah, yakni tentang jam operasional pusat perbelanjaan atau toko modern. Jika semula maksimal tutup pukul 19.00, kali ini ditutup maksimal pukul 20.00 WIB. Hal itu sesuai dengan SE Gubernur Jateng No. 443.5/000119 tentang perpanjangan PPKM.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Bikin Motor Sulit Laku Di Wonogiri

Sebelumnya, pengelola toko modern atau pusat perbelanjaan di Wonogiri memohon agar jam operasional toko diajukan. Karena selama PPKM jam tutup toko diajukan menjadi pukul 19.00 WIB.

Menanggapi hal itu, Jekek mempersilahkan toko modern buka satu jam lebih awal. Namun, menurut dia kondisi atau aktivitas masyarakat pada pukul 09.00 WIB belum ramai. Biasanya, masyarakat Wonogiri mulai berbelanja atau aktif di pusat perbelanjaan pukul 10.00 WIB.

"Silahkan saja buka lebih awal. Tapi menurut saya tidak akan memberi dampak yang signifikan terhadap perolehan omzet. Karena karakteristik mobilitas warga mulai berbelanja di pusat perbelanjaan itu pukul 10.00 WIB ke atas," ungkap dia.

Baca Juga: DPRD Solo Umumkan Gibran-Teguh Cawali-Cawawali Terpilih, Kapan Dilantik?

Jekek berharap, penerapan PPKM dan kebijakan penanganan covid-19 di Jawa Tengah bisa seragam dan harus tegas dalam pelaksanaannya.

"Daerah yang tidak mematuhi peraturan dikenai sanksi berupa penarikan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari pemprov. Sementara itu, daerah yang mematuhi dan berhasil menangani Covid-19 diberikan reward berupa tambahan anggaran yang bisa digunakan untuk pembanguna daerah," kata Jekek.

Berita Terbaru

Wajib Dibentuk, Tugas Satgas PTM di Sekolah Ternyata Banyak

Solopos.com, SRAGEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memulai simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin (29/3/2021) hingga Sabtu (3/4/2021)....

Banyak Warga Takut Divaksin Covid-19, Pemdes Bedoro Sragen Lakukan Ini

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Desa (Pemdes) Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, mendata warganya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Sembari mendata warga, Pemdes...

Patroli Protokol Kesehatan Jalan Terus, Sasar Tempat Tongkrongan Warga Sragen

Solopos.com, SRAGEN — Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)...

Lomba Antarpelajar SD/MI di Sragen Digelar dengan Protokol Kesehatan Ketat

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 15 siswa sekolah dasar/madrasah ibtidaiah (SD/MI) mampu menembus babak final lomba cerdas cermat, lomba cover...

Cegah Kasus Corona B117, Satgas Covid-19 Klaten Minta Ini Kepada Warga

Solopos.com, KLATEN -- Satgas Penanganan Covid-19 Klaten menyatakan hingga kini belum ada warga Kabupaten Bersinar yang terpapar virus corona...

Pedagang Pasar Bahulak Sragen Pasang Lapak Berplastik Demi Tangkal Corona

Solopos.com, SRAGEN -- Sejumlah wastafel berjajar di depan gapura masuk Pasar Bahulak di Dukuh Sawahan, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh,...

Anggota Polres Sragen Ikuti Vaksinasi Demi Buktikan Vaksin Covid-19 Aman

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 578 anggota Polres Sragen sudah menjalani penyuntikan vaksin Covid-19. Mereka membuktikan bila vaksin aman dipakai...

17 Wastafel Berpedal Jadi Sarana Penegakan Protokol Kesehatan di SMPN 1 Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Sebuah wastafel yang berfungsi jika penggunanya menginjak pedal yang berada di bagian bawah terpasang di depan...

Bantu Nakes Lacak Kontak Erat, 177 Bhabinkamtibmas Ikuti Pelatihan 3T

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 177 orang bhabinkamtibmas Polres Karanganyar mendapatkan pelatihan sebagai pelacak Covid-19. Dalam waktu dekat, mereka akan...

PMI Solo Jadikan Rumah Sakit Institusi Pertama Jaring Donor Plasma

Solopos.com, SOLO — Masih ada antrean pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dari PMI Kota Solo. Semua pihak berkepentingan berkomitmen...