PPKM Boyolali, Penyitaan Alat Usaha Sebagai Bentuk Edukasi

Penyitaan peralatan dagang warung makan karena tidak mentaati jam operasional selama PPKM.

SOLOPOS.COM - Sejumlah petugas gabungan menggelar operasi penertiban pelaksanaan PPKM di Boyolali, belum lama ini. (Solopos.com-Satpol PP Boyolali)

Solopos.com, BOYOLALI -- Selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, Satpol PP Kabupaten Boyolali harus menyita peralatan dagang warung makan karena tidak mentaati jam operasional.

Dia mengatakan sejauh ini Satpol PP belum melakukan penindakan dengan menutup tempat usaha.
Meski begitu, secara umum tingkat kedisiplinan masyarakat Boyolali dalam menyambut PPKM disebut patut diapresiasi.

Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono mengatakan selama pelaksanaan PPKM telah melakukan penyitaan sebagian alat dagang di beberapa warung makan atau pedagang kaki lima (PKL).

"Tapi yang kami ambil bukan barang dagangan, hanya alatnya. Sebab sesuai ketentuan, mulai pukul 19.00 WIB-21.00 WIB itu kan untuk layanan pesan antar, atau tidak makan ditempat. Jadi alat-alat seperti kursi, sendok, kami ambil agar pemilik hanya menjalankan usahanya untuk dibungkus bukan makan di tempat," kata dia, Jumat (22/1).

54 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Lanud Adi Soemarmo

Penertiban PPKM di Boyolali dilakukan setelah pukul 21.00 WIB. Kegiatan penertiban juga melibatkan TNI, Polri dan Kesbangpol. "Memang kami ambil waktu setelah pukul 21.00 WIB. Kami lakukan di pusat kota dan tempat rawan kerumunan. Tempat basket dan futsal juga kami sasar. Ada yang kami tindak dengan membubarkannya karena sudah pukul 22.00 WIB masih ramai," jelas dia

Menurutnya penindakan yang dilakukan merupakan bentuk dari upaya edukasi. Dalam kegiatan penindakan PPKM, pihaknya belum memberlakukan sanksi administrasi. "Kalau yang berkaitan dengan PPKM kami belum terapkan denda. Hanya penyitaan barang. Harapan kami agar masyarakat menyadari. Ini salah satu bentuk edukasi. Setelah 25 Januari nanti mereka bisa mengambil barang tanpa denda. Kami pastikan tanpa denda," lanjut dia.

Anggota DPRD Klaten Ini Blusukan Sembari Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Patuh PPKM

Meski ada pelanggaran, namun secara umum dia mengatakan kondisi di Boyolali masih kondusif. Dia pun mengapresiasi masyarakat dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung dan patuh terhadap program PPKM di Boyolali. "Jika dibanding yang patuh, ketidakpatuhan kurang dari 25% saja," lanjut dia.

Sementara itu saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali tengah bersiap untuk melakukan rapat evaluasi penerapan PPKM. Meskipun ada wacana akan ada perpanjangan waktu penerapan PPKM, Pemkab Boyolali masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat.

"Rapat evaluasi kami lakukan Senin [25/1]. Untuk perpanjangan, tergantung dari atas ada surat resminya tidak. Jadi kami masih menunggu surat resmi," kata dia. (Bayu Jatmiko Adi)

 

 

 

Berita Terbaru

Pedagang Pasar Bahulak Sragen Pasang Lapak Berplastik Demi Tangkal Corona

Solopos.com, SRAGEN -- Sejumlah wastafel berjajar di depan gapura masuk Pasar Bahulak di Dukuh Sawahan, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh,...

Anggota Polres Sragen Ikuti Vaksinasi Demi Buktikan Vaksin Covid-19 Aman

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 578 anggota Polres Sragen sudah menjalani penyuntikan vaksin Covid-19. Mereka membuktikan bila vaksin aman dipakai...

17 Wastafel Berpedal Jadi Sarana Penegakan Protokol Kesehatan di SMPN 1 Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Sebuah wastafel yang berfungsi jika penggunanya menginjak pedal yang berada di bagian bawah terpasang di depan...

Bantu Nakes Lacak Kontak Erat, 177 Bhabinkamtibmas Ikuti Pelatihan 3T

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 177 orang bhabinkamtibmas Polres Karanganyar mendapatkan pelatihan sebagai pelacak Covid-19. Dalam waktu dekat, mereka akan...

PMI Solo Jadikan Rumah Sakit Institusi Pertama Jaring Donor Plasma

Solopos.com, SOLO — Masih ada antrean pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dari PMI Kota Solo. Semua pihak berkepentingan berkomitmen...

Dinkes Jateng: Vaksin Untuk Pelaku Ekonomi Ditarget April

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi petugas pelayanan publik mulai Rabu (24/2/2021). Sementara...

Inspiratif, 20 Perempuan Donor Plasma Konvalesen

Solopos.com, SOLO--Tangan kanan Erlyn Tusara, 23, meremas bola karet sekitar satu jam untuk menyumbangkan  komponen darah pada alat di...

Kuatkan Daya Tubuh Anak di Masa Pandemi, Polres Wonogiri Beri Ratusan Paket Susu

Solopos.com,WONOGIRI -- Polres Wonogiri membagikan ratusan paket susu di Kampung Siaga Candi Covid-29, Selasa (23/2/2021). Susu itu selanjutkan didistribusikan...

Pangdam & Kapolda ke Boyolali demi Dukung PPKM Mikro

Solopos.com, BOYOLALI — Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi,...

Di Klaten, Pasien Tanpa Gejala Pilih Isolasi di Rumah

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah desa dan kecamatan di Klaten jauh hari sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat. Nyatanya, warga yang...