PPKM, Begini Nasib Belasan Karyawan Taman Wisata Watu Rumpuk Madiun
Pengunjung menikmati taman bunga yang ada di tempat wisata Watu Rumpuk Madiun, Selasa (1/12/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dua pekan terakhir membuat belasan karyawan tempat wisata Watu Rumpuk di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menganggur. Selama masa PPKM, tempat wisata yang ada di lereng Gunung Wilis ini ditutup.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Mendak, Supriadi, mengatakan ada sekitar 16 karyawan yang bekerja di taman wisata Watu Rumpuk Madiun. Tempat wisata tersebut ungkap dia, tutup lagi saat PPKM mulai diberlakukan di Kabupaten Madiun pada 11 Januari lalu.

Bahkan, saat ini PPKM diperpanjang hingga tanggal 8 Februari 2021. Dengan adanya kebijakan perpanjangan PPKM ini, pihaknya pun mengikuti aturan dari pemerintah.

Baca juga: 10 Pekan Klaten Zona Merah Covid-19, ICU Mendekati Overload

"Kalau kami ikut kebijakan pemerintah saja. Semoga setelah 8 Februari nanti, sudah bisa dibuka lagi," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com/JIBI, Selasa (26/1/2021).

Supri menyampaikan saat ini seluruh karyawan tempat wisata alam ini beralih ke pekerjaan lain, seperti bertani maupun berjualan durian. Karena selama masa PPKM, ungkap dia, tempat wisata ini benar-benar ditutup total.

Membersihkan Rumput dan Taman

Dia menuturkan pihaknya hanya dua hari sekali melakukan pembersihan rumput dan taman.

"Kami secara sukarela setiap dua hari sekali bergiliran membersihkan rumput dan taman. Ini supaya taman selalu bersih," terang dia.

Lebih lanjut, ia menyebut selama tutup ada sejumlah wisatawan yang datang ke Watu Rumpuk untuk berwisata.

"Kalau ada yang masuk ya tidak apa-apa. Tapi banyak juga pengunjung yang datang kemudian pulang, karena memang kondisi di lokasi sangat sepi," terang Supri.

Baca juga: Dipercepat, Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 Kelar Desember 2021

Untuk diketahui, pada awal pandemi Covid-19 hingga enam bulan, tempat wisata ini tutup total. Kemudian Watu Rumpuk ini kembali dibuka pada September 2020.

Tetapi, meski sudah buka kembali kondisinya belum normal. Jumlah pengunjung merosot tajam. Rata-rata jumlah pengunjung hanya 20 orang per hari untuk hari aktif dan 100 orang per hari untuk akhir pekan.

Padahal, pada dalam kondisi normal bukan saat Covid-19, jumlah pengunjung rata-rata 100 orang sampai 200 orang per hari. Sedangkan untuk akhir pekan, Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung sekitar 1.000 orang per hari.

Baca juga: Alhamdulillah, Pemerintah Pertahankan 7 Bansos Ini, Anggarannya Capai Rp372,3 Triliun

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom