PPDB SD Plus Terancam Salah Sasaran
ilustrasi (Desi Suryanto/Harian Jogja/JIBI/dok)
ilustrasi (Desi Suryanto/Harian Jogja/JIBI/dok)

SOLO--Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD plus yang ditujukan bagi siswa tak mampu, terancam salah sasaran. Pasalnya saat pendaftaran, tidak ada keharusan menyertakan surat keterangan tidak mampu.

Kepala SDN Mangkuyudan Nomor 2 Solo, Mariyanto, mengungkapkan mulai tahun ini SD yang ia pimpin ditunjuk sebagai SD plus.

Oleh karena itu pendaftaran siswa baru sudah dimulai Rabu-Jumat (27-29/6). Bagi siswa yang mau mendaftar, diharuskan menyerahkan kartu keluarga dan akte kelahiran. Soal surat keterangan tidak mampu, menurutnya hal itu tidak harus disertakan saat pendaftaran.

“Berdasarkan surat edaran dari dinas, untuk pendaftar SD plus tidak harus mencantumkan surat keterangan tidak mampu,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (28/6/2012).

Hingga Kamis siang, terangnya, jumlah pendaftar sebanyak 46 orang. Padahal kuotanya 32 siswa. Karena jumlah pendaftar melebihi kuota, sekolah akan mengadakan seleksi berdasarkan usia, jarak rumah dan sekolah dan kecepatan mendaftar. Ada tidaknya surat keterangan tidak mampu, tidak jadi pertimbangan diterima tidaknya seorang siswa.

Terlebih, katanya, waktu antara pendaftaran dan pengumuman siswa yang diterima, sangat mepet. Sabtu (30/6), sekolah sudah harus mengumumkan siswa yang diterima. Menurutnya jika ada keharusan mencantumkan surat keterangan tidak mampu (SKTM(, kemungkinan calon pendaftar tidak bisa memenuhi karena mepetnya waktu. Jika sekolah akan mengadakan home visit sebelum pengumuman siswa yang diterima, juga tidak memungkinkan karena mepetnya waktu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho