Tutup Iklan
Ilustrasi PPDB online. (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, PONOROGO -- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Tahun Ajaran 2019/2020 masih akan menggunakan sistem zonasi.

Ada tiga cara yang bisa ditempuh calon pelajar untuk bisa masuk ke sekolah negeri di Ponorogo.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Tutut Erliana, mengatakan mekanisme PPDB tahun 2019 ini sama seperti mekanisme penerimaan tahun lalu yaitu dengan sistem zonasi.

Dia menuturkan ada tiga cara untuk lolos dan masuk di sekolah negeri di Kabupaten Ponorogo mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK.

Tiga cara tersebut yaitu zonasi mencakup 90% dari daya tampung sekolah, kedua jalur prestasi dengan total 5%, dan mutasi kerja orang tua dialokasikan sebanyak 5% dari daya tampung sekolah.

"Aturan seperti ini tidak hanya di Ponorogo saja, melainkan aturan nasional," kata dia yang dikutip Madiunpos.com dari siaran pers Pemkab Ponorogo, Kamis (2/5/2019).

Tutut menuturkan perbedaan PPDB tahun 2019 dibandingkan tahun sebelumnya yaitu untuk tahun lalu dalam memenuhi kuota ada seleksi nilai hasil ujian nasional.

Sedangkan tahun ini tidak ada seleksi nilai UN. Selain itu, pihak sekolah juga akan lebih aktif dalam mendata calon siswa.

Mengenai mekanisme zonasi, ia menjelaskan calon siswa masih dalam satu kecamatan atau radius 5 km dari titik sekolah yang dipilih.  

“Domisili untuk zonasi ini minimal sudah menempati selama 6 bulan, kalau nantinya jelang PPDB terus pindah ya itu tidak bisa masuk sistem zonasi,” jelasnya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten