Tutup Iklan

PPDB 2021, DPRD Karanganyar Ingatkan Disdikbud Jangan Ulangi Kesalahan Tahun Lalu

Fokus dinas yang mengusung semboyan Tut Wuri Handayani itu dalam PPDB bukan sekadar memastikan anak di Karanganyar bisa bersekolah, tetapi juga sehat.

 Ilustrasi sekolah (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi sekolah (freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar berupaya mempersiapkan penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB di masa pandemi Covid-19 dengan sebaik-baiknya.

Fokus dinas yang mengusung semboyan Tut Wuri Handayani itu dalam PPDB bukan sekadar memastikan anak di Karanganyar bisa bersekolah, tetapi juga sehat.

Ini tahun kedua pelaksanaan PPDB di masa pandemi Covid-19. Solopos.com menilik pelaksanaan PPDB tahun 2020 atau awal persebaran Covid-19 di Indonesia.

Baca juga: Tak Punya SMAN/SMKN, 4 Kecamatan di Karanganyar Ini Dapat Kuota Zonasi Khusus

Kala itu, Disdikbud Karanganyar seolah-olah masih meraba strategi tepat untuk memastikan PPDB terlaksana tanpa mengabaikan kesehatan anak, orang tua siswa, maupun guru, dan tenaga pendidikan.

Salah satu contoh, Disdikbud mengeluarkan kebijakan di tengah PPDB, yakni memperpanjang masa pendaftaran semula empat hari menjadi enam hari. Alasan saat itu mengurangi kerumunan pendaftar.

Petugas memasukkan nilai rapor secara manual di sekolah. Tahun ini, Disdikbud hanya menyelenggarakan PPDB selama tiga hari, yakni Senin-Rabu (21-23/6/2021).

Baca juga: Catat! Ini Informasi Penting Terkait PPDB TK, SD, dan SMP di Karanganyar

Sekretaris Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Nurini Retno Hartati, menyampaikan harapan agar kejadian tahun lalu tidak terulang.

“Betul, tahun lalu sempat memperpanjang masa pendaftaran karena pemberkasan. Kalau tahun ini belum tahu apakah akan ada masalah serupa atau tidak. Tapi memang ini dipersingkat [pelaksanaan PPDB],” kata Nurini saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (11/6/2021).

Sumber Daya Manusia

Disdikbud Karanganyar memutuskan jenjang PAUD, TK, dan SD menyelenggarakan PPDB secara luring sedangkan SMP secara luring dan daring. Data yang dihimpun Solopos.com, 45 SMP menyelenggarakan PPDB secara daring dan enam SMP secara luring.

Meski sudah ditata sedemikian rupa, Nurini menyampaikan tidak menutup kemungkinan SMP yang seharusnya menyelenggarakan PPDB daring juga menyiapkan pendaftaran secara luring. Dia mempertimbangkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat.

“Semua dilakukan sesuai juknis [petunjuk teknis] . Kalau daring ya melalui website https://karanganyar.siap-ppdb.com/. Tapi tidak menutup kemungkinan orang tua atau anak belum menguasai TI [teknologi informasi], gaptek [gagap teknologi]. Maka sekolah harus mengantisipasi itu dengan menyiapkan operator di sekolah,” jelas dia.

Baca juga: Terapkan Standar Tinggi, Sentra Kuliner Kampung Klatak Karanganyar Kian Eksis

Perempuan berkerudung itu memberikan catatan kepada pihak sekolah agar menata sedemikian rupa. Harapannya, tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan selama masa pendaftaran.

Dia mempersilakan panitia PPDB di setiap sekolah proaktif berkoordinasi dengan satgas penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing. Hal itu berlaku bagi sekolah yang akan menyelenggarakan PPDB secara luring maupun daring.

Di sisi lain, Nurini menjelaskan Disdikbud berupaya agar pendaftaran PPDB tidak terkendala jaringan selama mengakses website.

“Sudah koordinasi dengan Telkom. Nanti masih ada satu kali lagi koordinasi untuk memastikan seluruhnya oke. Ini masih ada perubahan sedikit pada website supaya betul-betul maksimal. Setelah itu koordinasi dengan operator sekolah se-Kabupaten Karanganyar. Pekan depan paparan dengan Komisi D DPRD,” ungkap dia.

Baca juga: Segini Biaya Perpanjangan SIM di Kabupaten Karanganyar, Cek Disini!

Selain jaringan, Disdikbud juga berkoordinasi dengan PT PLN. Langkah itu diambil untuk memastikan selama PPDB tidak terjadi pemadaman bergilir.

Dihubungi secara terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Karanganyar, Endang Muryani, mengapresiasi upaya Disdikbud Karanganyar mempersiapkan PPDB di tengah pandemi Covid-19.

Tak Memicu Gejolak

Tetapi, Endang mengingatkan agar sistem pendaftaran yang sudah diatur pemerintah pusat itu tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

“Zonasi, afirmasi, jalur prestasi, perpindahan orang tua, harapan kami enggak ada celah gejolak. Beberapa waktu lalu afirmasi dan zonasi menimbulkan persoalan. Ini tahun kedua seharusnya bisa belajar dari pelaksanaan tahun sebelumnya,” tutur perempuan berkerudung itu saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (9/6/2021).

Endang tidak banyak bicara teknis penyelenggaraan PPDB tahun ini. Dia hanya memperingatkan Disdikbud agar memastikan panitia penyelenggara PPDB di tingkat sekolah memperhatikan protokol kesehatan.

Baca juga: Awas Keblasuk! 14 Desa di Karanganyar Ini Punya Kembaran Tapi Jaraknya Jauh

Dia menyampaikan keprihatinan terkait kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Karanganyar beberapa waktu terakhir. Tetapi, dia juga mengerti bahwa proses pendidikan anak secara formal diperoleh dari sekolah.

“Selama pandemi, kaitannya dengan semua aktivitas sekolah harus diperketat untuk prokes. Pengaturan jadwal pendaftaran. Jangan sampai ada yang menumpuk. Saya tidak menyoal PPDB luring kalau memang harus demikian. Yang penting jalan sesuai aturan, juklak [petunjuk pelaksanaan] dan juknis PPDB. Mari berkomitmen bersama demi kualitas pendidikan anak,” ujar dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Serbuan Vaksinasi Dinilai Sukses, Polres Klaten Dapat Penghargaan

Penghargaan diberikan menyusul peran aktif jajaran Polres Klaten di bawah komando AKBP Eko Prasetyo dalam menyukseskan serbuan vaksinasi di Kabupaten Bersinar.

Anggota DPR: Kurang Anggaran Bikin Digitalisasi Buku Solo Tak Maksimal

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng menyebut digitalisasi buku di perpustakaan Solo tidak maksimal karena kurang anggaran.

BST Kemensos Disetop? Kadinsos Wonogiri: Tunggu Surat Resmi Saja!

Dinas Sosial Wonogiri masih menunggu surat keputusan resmi dari Kemensos terkait informasi mengenai penghentian BST dampak pandemi Covid-19.

320 Petani Milenial Klaten Diusulkan Ikut Pelatihan di Kementan

Pemkab Klaten mengusulkan ratusan petani milenial yang umurnya di bawah 40 tahun ikut pelatihan dari Kementerian Pertanian.

Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

Saat pemerintahan Bupati Wardoyo Wijaya, lahan bekas Terminal Kartasura diproyeksikan untuk gedung unit II RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Tak Sanggup, Pengelola Serahkan Rusunawa Begalon I ke Wali Kota Solo

Pengelola Rusunawa Begalon I Solo menyerahkan pengelolaan rusunawa tersebut ke Wali Kota Solo karena sudah tidak sanggup.

Populasi Kucing Jalanan Soloraya Naik saat Pandemi Corona, Mau Adopsi?

Pegiat komunitas pencinta kucing, Rudimeong, mengajak masyarakat untuk mengadopsi kucing jalanan ketimbang membeli.

Sebelum Terbakar, Pasar Janglot Sragen Pernah Hampir Direvitalisasi

Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang terbakar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari pernah hampir direvitalisasi beberapa tahun lalu.

Sudah Ada PJU, Warga Karangasem Sukoharjo Tak Perlu Takut Keluar Malam

Belasan lampu PJU bertenaga surya kini menerangi jalan Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, bantuan dari Kementerian ESDM.

Pertandingan Pembuka Liga 2 di Stadion Manahan Solo Dijaga 350 Polisi

Pertandingan pembuka kejuaraan sepak bola Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Minggu sore, dijaga ratusan aparat kepolisian.

Brankas Berisi Rp300 Juta Selamat dari Kebakaran Pasar Janglot Sragen

Brankas berisi uang Rp300 juta selamat dari kebakaran Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang menghanguskan puluhan kios dan los.

Unik! Ada Ormas Bernama Polokendho di Soloraya, Apa Saja Kegiatannya?

Organisasi kemasyarakatan atau ormas di Soloraya ini punya nama unik yakni Polokendho, anggotanya dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan.

Innalillahi, Warga Solo Meninggal Mendadak Saat Piknik di Karangpandan

Warga Sangkrah, Solo, meninggal dunia secara mendadak saat hendak makan sambil menikmati pemandangan di Karangpandan, Karanganyar.

Polisi Ungkap Cara Pengedaran Upal Boyolali, Dijual hingga Modus Klenik

Pengedaran upal oleh komplotan yang tertangkap di Mojosongo, Boyolali, dilakukan dengan beberapa cara salah satunya modus klenik.

Penganut Hindu Klaten Minta Bangunan Tol Solo-Jogja Tak Tutupi Yoni

Penganut Hindu di Klaten meminta agar bangunan tol Solo-Jogja tak berada tempat di atas atau menutup yoni di tengah sawah Keprabon.