PPDB 2018: SMA dan SMK Swasta di Solo Mulai Buka Pendaftaran Siswa Baru

PPDB 2018: SMA dan SMK Swasta di Solo Mulai Buka Pendaftaran Siswa Baru

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB). (JIBI/Solopos/Dok.)

SMA dan SMK swasta di Solo mulai membuka pendaftaran siswa baru.

Solopos.com, SOLO—Sejumlah SMA dan SMK swasta di Solo sudah membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019. Sekolah yang telah membuka PPDB antara lain, SMA Muhammadiyah 1 Solo dan SMK Al Islam Solo.

“Mulai Februari ini sudah membuka pendaftaran siswa baru secara online,” kata Ketua PPDB SMA Muhammadiyah 1 Solo, Evi  Ariyanto, ditemui Solopos.com di sekolah, Senin (5/2/2018). (baca: PENDIDIKAN SOLO : PPDB SMP Juga Gunakan Sistem Zonasi)

Menurutnya, sudah ada puluhan siswa dari Solo dan daerah sekitarnya seperti Klaten, Sukoharjo, dan Karangnyar telah mendaftar.

Ia menjelaskan dalam penerimaan siswa baru ini tidak ada tes tertulis yang harus dijalani calon siswa. Calon peserta didik cukup menjalani wawancara untuk mengetahui minat dan bakat.

Pada tahun ajaran 2018/2019 ini pihaknya menerima sebanyak delapan kelas dengan total sebanyak 288 siswa.

“Kami menerima tiga kelas jurusan IPA dan lima kelas jurusan IPS,” ungkapnya didampingi Wakil Kepala SMA Muhammadiyah 1 Bidang Humas, Willys Sari Listiyani.

Kepala SMA Muhamamdiyah 1, Rahayuningsih, menambahkan optimistis dapat mencapai target sebanyak 288 siswa baru, meski mulai diberlakukan zonasi untuk PPDB SMA .

“Calon siswa kebanyakan berasal dari keluarga dan kerabat alumni sekolah sehingga tidak terpengerauh adanya zonasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMK Al Islam Solo, Saifuddin Aziz, mengatakan mulai Februari 2018 sudah membuka pendaftaran PPDB.

Dia menjelaskan membuka empat kelas dengan perincian dua kelas jurusan Teknik Telekomunikasi dan dua kelas jurusan Telekomunikasi.

“Sudah ada beberapa orang calon siswa yang telah mendaftar. Pendaftaran ditutup sampai terpenuhi kuota siswa empat kelas,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Manfaatkan Momen Ramadan dan Lebaran, Pameran UMKM Soloraya Digiatkan

Geliat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Soloraya menunjukkan tren positif setelah terdampak pandemi Covid-19.

Sasar Objek Wisata, Babinsa Bulu Sukoharjo Kampanyekan 5M

Koramil 03/Bulu Kodim 0726/Sukoharjo bersama Satgas Covid-19 Kecamatan Bulu terus melakukan kegiatan penegakan disiplin protokol kesehatan berupa 5M.

20.000 Pemudik Tiba di Karanganyar, Bupati: Mereka Pandai Cari Waktu Pulang

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyebut para pemudik yang tiba di Bumi Intanpari sebelum Lebaran 2021 pandai mencari waktu pulang.

Sidak Pasar Tumpah Sragen: Parkir Motor dan Oprokan di Bahu Jalan Bikin Macet

Pasar tumpah di sejumlah lokasi Kabupaten Sragen mengakibatkan kemacetan karena pedagang oprokan dan parkir kendaraan bermotor di bahu jalan.

Lebaran Virtual, ShopeePay Bagikan 4 Ide THR Unik dan Berkesan untuk Orang Tersayang

ShopeePay sediakan beragam produk dan layanan digital sebagai inspirasi THR Lebaran

Masjid Istiqlal Batal Gelar Salat Id

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar, mengatakan pilihan membatasi jemaah tak bisa dilakukan sebab kapasitas maksimal masjid 250.000 orang dan 10 Persen dari jumlah itu masih terlalu banyak.

Antisipasi Keramaian, Pemkot Solo Swab Acak Pengunjung di 3 Mal

Pemerintah Kota Solo melakukan swab acak kepada pengunjung dan pegawai di tiga mal Kota Solo pada Senin (10/5/2021) sore.

GEMBIRA, Rahasia Kak Seto Bisa Parkour di Usia 70 Tahun

Di usia nyaris 70 tahun, Kak Seto masih sanggup parkour.

Resmi! KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, bersama 74 pegawai KPK lainnya dinyatakan tidak lolos TWK dan dinonaktifkan KPK.

Ganjar Perkirakan Kasus Covid-19 di Jateng Bakal Naik Seusai Lebaran

Seluruh kepala daerah tidak boleh lengah, meski pun kasus Covid-19 di Jateng tengah mengalami tren menurun.

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas