PPDB 2015 : Kuota Tak Terpenuhi, PPDB di SMA/SMK Swasta di Karanganyar Diperpanjang
Ilustrasi pelaksanaan PPDB Online (Dok/Solopos)

PPDB 2015 di Karanganyar dilakukan online, namun diperpanjang dengan pendaftaran manual untuk sejumlah SMA/SMK swasta.

Solopos.com, KARANGANYAR — Sejumlah SMA dan SMK swasta di Karanganyar belum memenuhi kuota siswa hingga pengumuman penerimaan peserta didik baru (PPDB) online pada Sabtu (20/6/2015).

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar memperpanjang waktu pendaftaran pada sejumlah SMA dan SMK swasta di Karanganyar hingga dua hari, Senin-Selasa (22-23/6/2015).

Namun, pendaftaran dilaksanakan secara manual. Hal itu disampaikan Sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto.

Dia mengakui sejumlah SMA dan SMK swasta di Karanganyar belum dapat memenuhi kuota. Pantauan solopos.com pada website PPDB Online di Karanganyar, karanganyar.ppdb.kemdikbud.go.id, sejumlah SMA di Karanganyar, Karangpandan, dan Jaten belum dapat memenuhi kuota siswa.

Kondisi serupa terjadi pada sejumlah SMK swasta di Karanganyar, Jenawi, Colomadu, dan lain-lain.

Salah satu SMA swasta di Jaten hanya memiliki 10 siswa dari kuota 72 siswa. Bahkan salah satu SMK swasta di Karanganyar tidak memiliki siswa.

“Kami memberikan kesempatan pendaftaran offline atau manual selama dua hari hingga kuota terpenuhi. Ya, Senin dan Selasa. Kami sudah menyampaikan itu [kepada sekolah] dan ada petunjuk teknis,” kata Agus saat ditemui solopos.com di ruang kerjanya, Sabtu.

Namun, apabila kuota belum terpenuhi setelah pendaftaran manual selama dua hari. Sekolah harus melapor kepada Disdikpora.

“Kami layani sampai tahun ajaran baru dimulai pada 9 Juli. Itu pun sesuai kebijakan,” tutur dia.

Menurut Agus, kondisi yang dialami sejumlah SMA dan SMK swasta di Karanganyar terjadi setiap tahun. Namun, Disdikpora tidak berkeinginan merubah sistem. Agus beralasan sistem PPDB online yang sekarang dapat mengurangi angka kecurangan.

“Sistem sekarang membantu masyarakat mendapatkan pelayanan adil dan transparan. Ini meminimalkan titipan dan meningkatkan mutu pendidikan,” ungkap dia



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom