Potret Penglipuran Bali, Desa Terbaik di Dunia

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, BANGLI - Tahukah Anda? Desa terbaik di dunia ada di Indonesia. Tepatnya di Bali, yakni Desa Penglipuran. Selama dua hari pada 26 dan 27 Maret, rombongan Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Pemkot Jogja berkunjung ke Bali. Salah satu lokasi yang dituju adalah Desa Penglipuran. 

Desa Penglipuran yang berlokasi di Bangli, Bali, pernah dinobatkan sebagai satu di antara desa terbaik di dunia, beberapa waktu lalu. Selain Penglipuran, dua desa terbaik lainnya adalah Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India. Salah satu indikator desa-desa itu menjadi terbaik karena kebersihan dan keunikan kampung tersebut.

Tak salah memang Desa Penglipuran disebut sebagai desa terbaik di dunia. Selain bersih di tempat itu, warga masih menjaga kehidupan budaya dan tradisionalnya. Desa Penglipuran sendiri berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Kota Denpasar. Lokasinya tidak jauh dari Gunung Batur dan Danau Batur. Tak ayal, suasana desa itu sangat sejuk.

Sebelum masuk ke desa itu, wisatawan akan melewati hutan bambu. Di sepanjang perjalanan rimbunan pohon bambu tertanam di kiri dan kanan jalan, sehingga jalan yang dilalui sangat nyaman. Keunikan lain dari desa ini, sepeda motor dan mobil dilarang masuk desa, sehingga udaranya segar, terbebas dari polusi.  Motor dan mobil akan ditaruh di garasi belakang rumah dengan jalur masuk yang berbeda.

Desa juga tampak bersih. Kebersihan sudah diajarkan orang tua di desa itu sejak turun temurun. Sedangkan, untuk kebersihan di tempat-tempat suci seperti pura, yang bertanggung jawab adalah kepala desa adat.

Selain tidak boleh buang sampah sembarangan, warga juga tidak boleh merokok sembarangan di sana karena bisa merusak lingkungan. Kalau ingin merokok, harus merokok di tempat yang sudah disediakan.

Yang unik lagi dari desa ini adalah rumah-rumah penduduk. Pintu masuk atau angkul setiap rumah dibuat sama bentuknya dan ukurannya.  Tidak hanya bentuk rumah yang sama, pembagian dari masing-masing tata ruang rumah juga sama, seperti kamar tidur dan dapur.

Made Mulyana, warga Bali menjelaskan perbedaan rumah yang ada di Desa Penglipuran dengan rumah lainnya terutama di kota. “Kalau di Desa Penglipuran jumlah bangunannya ada lima untuk satu keluarga,” kata Made Mulyana kepada Harian Jogja.

Sebanyak lima bangunan itu memiliki fungsi yang berbeda-beda. Rumah utama dengan ukuran 6×7 meter terdiri dari dua kamar diperuntukkan bagi bapak dan ibu dan anak sampai usia tujuh tahun. “Kemudian bangunan kedua untuk kakek dan nenek,” katanya.

Bangunan ketiga dengan empat kamar diperuntukkan bagi anak-anak yang sudah beranjak dewasa. Bangunan keempat yang ukurannya lebih kecil disediakan untuk tamu. “Satu bangunan lagi diperuntukkan  untuk upacara atau kegiatan-kegiatan,” katanya.

Tak hanya itu di setiap rumah itu masing-masing dilengkapi dengan pura keluarga. “Pura yang ada di desa ini posisinya di timur karena menghadap Gunung Batur,” ujarnya.

Sistem Perwakilan
Desa Adat Penglipuran menggunakan sistem perwakilan dengan jumlah 76 dewan desa. Jumlah itu menggambarkan 76 angkul-angkul dari jejer barat sebanyak 38 dan jejer timur sebanyak 38 yang saling berhadapan.

Menariknya lagi, Desa Penglipuran juga melakukan pengelompokan dari tata ruang desa. Di bagian utara dan letaknya lebih tinggi dari rumah penduduk terdapat pura Desa yang disebut Pura Penataran.

Di bagian tengah desa yang letaknya di bawah pura, adalah zona tempat penduduk. Warga desa sehari-hari bekerja sebagai petani, pengrajin anyaman bambu dan berternak. Luas dari area desa sekitar 112 hektare dan tidak semua lahan desa digunakan sebagai rumah penduduk. Sekitar 40% dari lahan desa adalah hutan bambu.

Laiknya tempat wisata, warga desa itu juga banyak yang menjajakan makanan dan suvenir untuk wisatawan. Namun, uniknya mereka membuka warung di rumah-rumah mereka tanpa mengubah bentuk bangunan. Wisatawan yang datang pun desa bebas boleh memasuki rumah-rumah warga dan berinteraksi dengan warga Desa Penglipuran.

Penduduk Desa Penglipuran memiliki minuman khas yang disebut loloh cemceman. Minuman ini memiliki rasa seperti air tape dan memiliki warna hijau karena bahan dasarnya adalah perasan dari daun cemceman.

Berita Terkait

Berita Terkini

Unik, 200 Santri Ponpes Ini Menyatu dengan Alam dan Memelihara Hutan

Salah satu alasan pemilihan ponpes itu di tengah kawasan hutan yakni menyelaraskan diri dengan alam.

PSG Menang Dramatis atas Lyon, Messi Belum Bertaji

Gol Mauro Icardi mengantarkan Paris Saint-Germain memetik kemenangan dramatis 2-1 atas Olympique Lyon.

Teka-Teki Pria Meninggal Saat Live TikTok di Jatinegara

Polisi enggan menyimpulkan apakah minuman keras dan obat-obatan tersebut ada kaitannya dengan peristiwa kematian korban.

PM Spanyol Tunda ke Acara PBB Gara-Gara Gunung Meletus

Kepala wilayah Canaries, Angel Victor Torres, menyebut wilayah di Gunung Cumbre Vieja sangat jarang ditinggali penduduk.

Chelsea ke Puncak Klasemen Seusai Bekuk Tottenham, Tuchel Girang

Chelsea bermain apik sangat menundukkan Tottenham Hotspur 3-0 dalam lanjutan Liga Inggris di London.

Satpol PP Sukoharjo Gencar Patroli Prokes Selama PPKM Level 3, Begini Hasilnya

Petugas Satpol PP Sukoharjo tetap gencar melakukan patroli protokol kesehatan atau prokes di berbagai penjuru wilayah selama PPKM level 3.

PDIP Sragen Sumbang 10.000 Vaksin Covid-19 untuk Warga, Bupati Ikut Nyuntik

DPC PDIP Sragen menyumbang 10.000 dosis vaksin Covid-19 untuk masyarakat yang didanai dari semua anggota FPDIP di DPRD.

Warga Gempol Klaten Raup Jutaan Rupiah dari Usaha Maggot, Masalah Sampah Pun Kelar

Warga Desa Gempol, Karanganom, Klaten, tak hanya meraup untuk menjanjikan dari usaha budidaya maggot tapi juga menyelesaikan masalah sampah.

Rumah Dibongkar, Seratusan Warga 4 RW di Semanggi Solo Dapat Bantuan Rp5 Juta

Seratusan warga empat RW di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, yang rumahnya dibongkar mendapatkan bantuan Rp5 juta.

Irjen Napoleon Disebut Lumuri Tubuh Muhammad Kece dengan Kotoran

Napoleon menyebut perbuatan Muhammad Kece sangat membahayakan persatuan dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Wow, Desa Tawangsari Boyolali Jadi Rujukan Studi Banding

Skala prioritas utama program pembangunan Desa Tawangsari berdasarkan kehendak rakyat.

Bantu Luluskan PKH, Kube Rejo Mulyo Koripan Karanganyar Dapat Tambahan Modal Rp20 Juta

Kube Rejo Mulyo Koripan Karanganyar yang beranggotakan para penerima bantuan PKH mendapat tambahan modal untuk pengembangan usaha.

1.954 Peserta Perebutkan 235 Formasi di Seleksi CPNS Salatiga

Sebelum menggelar tes, panitia menggelar simulasi untuk memastikan kesiapan panitia dalam menghadapi ribuan peserta.

Operasi Patuh Candi Boyolali Dimulai Senin, Pelanggar Prokes dan Lalu Lintas Jadi Sasaran

Polres Boyolali siap menggeber Operasi Patuh Candi 2021 dengan sasaran pelanggaran protokol kesehatan dan aturan lalu lintas.

Hasil Liga 1 2021-2022: Tundukkan Arema Malang 2-1, PSS Sleman Raih Poin Penuh

Arema Malang unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak Johan Ahmad Alfarizi menit ke 35

Ladies, Begini Cara Merawat Payudara Agar Tetap Kencang dan Sehat

Ada beberapa cara sederhana yang dapat Anda coba supaya payudara tetap kencang dan sehat.