Tutup Iklan

Potret Megah Istana 81 Ha Milik Konglomerat Pertama Asia Tenggara di Semarang

Berikut ini terdapat potret megah istana yang dulunya seluas 81 ha milik Oei Tiong Ham di Semarang, konglomerat pertama Asia Tenggara.

 Oei Tiong Ham. (Okezone.com)

SOLOPOS.COM - Oei Tiong Ham. (Okezone.com)

Solopos.com, SEMARANG — Istana yang dulu memiliki luas 81 ha milik konglomerat pertama Asia Tenggara di Semarang, Oei Tiong Ham, sekarang menjadi area perkantoran.

Lokasinya berada di Jl Kiai Saleh No 12-14, Mugasari, Semarang. Kini, bangunan istana yang dulu memiliki luas 81 ha kini berubah fungsi menjadi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah.

Dahulunya, kompleks istana tersebut membentang sepanjang Jalan Pahlawan hingga Pandanaran dan Randusari.

Baca Juga: Doa Agar Terbebas dari Hutang, Sesuai Ajaran Rasullulah

Bangunan istana Oei Tiong Ham ini terdiri dari satu rumah induk, dua rumah berukuran lebih kecil di kiri kanan gedung utama yang dihubungkan dengan satu lorong beratap untuk menghindari panas dan hujan, yang biasa disebut Pavillion.

Sementara itu, di belakang bangunan utama istana milik konglomerat pertama Asia Tenggara di Semarang ini terdapat beberapa bangunan rumah yang mengelilingi kolam.

Baca Juga:  Bolehkah Menelan Sperma dalam Hukum Islam?

Dan sekarang istana ini hanya menyisakan sebuah bangunan yang disebut Balekambang atau dikenal sebagai gedung gula.

Oei Tiong Ham melapisi lantai pada istana tersebut dengan marmer dari Italia. Karakter Tionghoa hanya ada di gerbang pelataran gedung.

Baca Juga:  Konglomerat Pertama Asia Tenggara Punya Istana di Semarang Seluas 81 Ha, Ini Wujudnya

Berikut ini beberapa potret megah istana milik Oei Tiong Ham, konglomerat pertama Asia Tenggara di Semarang.

4 Potret Megah Istana Konglomerat Pertama Asia Tenggara di Semarang

istana konglomerat asia tenggara di semarang berita terpopuler istana konglomerat
Istana Oei Tiong Ham di Semarang. (Liputan6.com)

 

istana konglomerat asia tenggara di semarang
Terdapat dua lukisan besar di area istana milik Oei Tiong Ham di Semarang. (Liputan6.com)

 

Area teras istana milik Oei Tiong Ham di Semarang. (Liputan6.com)

 

Ornamen mewah pada dinding dan jendela istana milik Oei Tiong Ham di Semarang. (Liputan6.com)

Baca Juga:  Hukum Onani dengan Bantuan Istri dalam Islam, Apakah Diperbolehkan?

Sebagai informasi, Oei Tiong Ham lahir di Semarang, 19 November 1866. Semasa hidupnya, dia mendapat gelar Manusia 200 Juta Gulden, sebagaimana ditulis dalam buku Konglomerat Oei Tion Ham, Kerajaan Bisnis Pertama di Asia Tenggara yang terbit pada 1991.

Baca Juga:  Profil Margaret Vivi, Istri Konglomerat Asal Solo yang Juga Calon Mertua Boy William

Awalnya usaha Oei Tiong Ham bukan gula, melainkan perdagangan karet, kapas, gambir, tapioka dan kopi.

Usaha dari konglomerat asli Semarang ini kemudian menggurita merambah bisnis ekspedisi, kayu, properti hingga opium.

Namun, pada 1880, Oei Tiong Ham baru terjun ke industri gula setelah terjadi krisis gula sehingga banyak pabrik gula di Jawa Timur yang berutang dan tak mampu membayar.

Baca Juga: Deretan Artis Indonesia yang Punya Ukuran Dada Jumbo, Operasi atau Alami?

“Saat itu Oei Tiong Ham menerapkan kontrak bisnis. Saat itu kontrak merupakan hal langka di kalangan pengusaha China. Berbekal kontrak itu, ia kuat secara hukum dan sukses menguasai aset pengutan yang gagal bayar,” ujar sejarawan Semarang, Jongkie Tio, dikutip dari Liputan6.com, tiga tahun lalu.

Semenjak itu, ia dikenal sebagai orang yang tajir melintir dan mempunyai beragam usaha, seperti properti, bank, saham bahkan kapal. Dan usahanya tersebut juga merambah ke luar negeri, seperti Singapura, Bangkok, Hongkong, China, London, Mexico hingga New York.

Kala itu, konglomerat asal Semarang ini juga didapuk sebagai pemimpin Tionghoa di Kota Lumpia oleh Gubernur Jenderal Belanda, Mr. Baron van Heeckeren. Dengan jabatannya itu, Oei Tion Ham mendapatkan gelar Mayor de Chineezen.

Baca Juga:  Cuma di Klodran Karanganyar Ada Soto Disajikan di Cangkir, Pernah Coba?


Berita Terkait

Espos Plus

Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

+ PLUS Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

Sekolah informal seperti kursus dan pelatihan keterampilan tertentu akan semakin mengadopsi sistem daring. Penyelenggara edtech akan lebih untung jika masuk pasar kursus dan berbagai jasa pelatihan.

Berita Terkini

Ditangkap! Penyebar Video Mesum Pelajar Salatiga yang Viral

Aparat Polres Salatiga menangkap pelaku perekam dan penyebar video viral berdurasi 30 menit yang memperlihatkan perbuatan mesum pelajar sebuah SMK di Kota Salatiga.

Miris! 14 Anak di Tegal Jadi Korban Kekerasan Seksual pada 2021

Sebanyak 14 anak di Kota Tegal, Jawa Tengah (Jateng), menjadi korban kekerasan seksual pada tahun 2021 ini.

Kecelakaan Maut di Demak Sebabkan 3 Orang Meninggal, Sopir Bus Ditahan

Sopir bus kecil yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Semarang-Demak, Kabupaten Demak, ditahan untuk menjalani pemeriksaan akibat peristiwa yang menyebabkan tiga orang meninggal itu.

Suku Jawa dan Sunda Damai Lewat Nama Jalan

Perdamaian antara Suku Jawa dan Sunda setelah Perang Bubat sekitar 661 tahun lalu ditandai dengan penamaan jalan di wilayah masing-masing.

3 Lokasi di Gunung Muria Ini Cocok Lokasi Proyek Nuklir, Tapi...

Hasil penelitian pada 1991-1996 menyebutkan tiga lokasi di Kabupaten Jepara yang berada di sekitar Gunung Muria cocok dijadikan tempat pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Deklarasi Dukungan Airlangga Capres Muncul dari Semarang

Sejumlah orang yang tergabung dalam Relawan Airpres mendeklarasikan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk maju sebagai capres pada Pilpres 2024 di Kota Semarang, Jateng.

Alami Hipotermia, Pendaki Gunung Merbabu Dievakuasi

Seorang pendaki Gunung Merbabu dievakuasi tim SAR gabungan di pos kedua Suwanting karena mengalami hipotermia.

Jelang Nataru, Penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang Melonjak

Menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mencatat adanya lonjakan penumpang.

Ini Strategi Wagub Jateng Kurangi Angka Kemiskinan

Wakil Gubernur Jawa Tengah atau Wagub Jateng, Taj Yasin, menyebut Progam Desa Sejahtera bisa mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Jateng.

Kapolda Jateng Pastikan Tak Ada Penyekatan, Cuma Check Point

Kapolda Jateng mengatakan selain membuat check point, pihaknya juga akan mengaktifkan lagi posko PPKM mikro di desa dan kelurahan.

Satu Nelayan Yang Hilang di Mandalika Jepara Ditemukan Meninggal

Sunarji, warga Pati, satu dari dua nelayan yang hilang saat melaut di Perairan Mandalika, Kabupaten Jepara, ditemukan meninggal.

Selamat! HB FC Salatiga Lolos 10 Besar Piala Soeratin Jateng

Tim Hati Beriman atau HB FC memastikan langkahnya ke babak 10 besar Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah (Jateng).

Ribuan ASN di Pati Dikabarkan Terima Bansos, Ternyata...

Memang ada ASN di Pati yang menerima bansos. Melihat kondisi ASN penerima bansos bikin Dinas Sosial Pati dilema.

Ini Nama-Nama Korban Kecelakaan Maut Bus Mini di Demak

Kecelakaan maut yang melibatkan bus mini di Jalan Raya Semarang-Demak, Kabupaten Demak, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan 20 orang luka-luka.

PPKM Level 3 Batal, Ini Skenario Jateng Hadapi Nataru

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, telah menyiapkan sederet skenario untuk menghadapi libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru.