POTONGAN KAKI: Dikira Korban Mutilasi, Potongan Kaki Ternyata Bekas Amputasi
POTONGAN KAKI -- Petugas Polres Sukoharjo saat memeriksa potongan kaki yang ditemukan pemulung di TPA sampah Mojorejo, Bendosari, Sukoharjo, Jumat (10/2/2012). (JIBI/SOLOPOS/Iskandar)
POTONGAN KAKI -- Petugas Polres Sukoharjo saat memeriksa potongan kaki yang ditemukan pemulung di TPA sampah Mojorejo, Bendosari, Sukoharjo, Jumat (10/2/2012). (JIBI/SOLOPOS/Iskandar)

SUKOHARJO - Teka-teki penemuan potongan kaki di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Mojorejo, Bendosari, Sukoharjo, Jumat (10/2/2012) terkuak. Potongan kaki itu ternyata hasil amputasi kaki seorang warga Jayapura, Papua, Theo Filus, 21.

“Berdasar penelusuran kami, keluarga Theo yang rumahnya jauh, mungkin tidak sempat memendam kaki itu sehingga memilih membuang. Karena keluarga ini tidak memunyai famili di Kartasura dan sekitarnya. Jadi bisa dipastikan potongan kaki itu bukan karena ada orang dimutilasi,” ujar Kapolsek Bendosari, AKP Priyono mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari ketika ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (11/2/2012).

Seperti diberitakan sebelum ini, para pemulung di TPA Mojorejo, Bendosari, Sukoharjo pada Jumat (10/2/2012) digegerkan dengan penemuan potongan kaki. Diduga potongan kaki di bawah lutut yang cacat itu merupakan korban mutilasi.

Lebih lanjut Priyono menceritakan amputasi kaki Theo dilakukan di salah satu rumah sakit di kawasan Kartasura, Rabu (8/2/2012). Warga Jayapura itu diduga sengaja mengamputasi kakinya yang menderita polio di Kartasura karena rumah sakit itu diyakini memiliki dokter ahli tulang yang sudah kondang. Karenanya, dia bersama keluarganya sengaja jauh-jauh dari Papua untuk mengamputasi kaki.

Yang disayangkan, papar dia, keluarga Theo dengan sembarangan tak memperlakukan potongan kaki yang sudah diformalin itu dengan baik, karena hanya dibuang sembarangan begitu saja. Kondisi ini dinilai membuat geger warga.

“Terkait kejadian itu saya mengimbau kepada warga agar tidak sembarangan membuang potongan organ tubuh hasil operasi seperti ini. Lebih baik dipendam sehingga tidak menimbulkan syak wasangka yang bukan-bukan sampai menimbulkan keresahan,” tandas dia.

Sementara itu salah seorang pengumpul sampah di TPA Mojorejo, Sri Samiyem, warga Jumapolo, Karanganyar, ketika ditemukan potongan kaki di TPA pada Jumat lalu sempat mengelus dada. Awalnya dia tak tega melihat potongan kaki tersebut.

“Kemarin saya berpikir kok ya ada orang yang tega memotong kaki seperti itu. Tetapi saya kemudian bekerja kembali, karena memang di lokasi ini mata pencaharian saya,” ungkap dia.

JIBI/SOLOPOS/Iskandar



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom