Ilustrasi rob yang menggenangi Jl. Kaligawe, Kota Semarang. (Solopos.com-Septina Arifiani)

Solopos.com, SEMARANG — Musim libur Lebaran bakal berlangsung sebentar lagi. Momen liburan itu pun kerap dimanfaatkan warga untuk berlibur maupun pulang ke kampung halaman atau mudik.

Para pemudik yang melintasi ruas jalur Pantur, terutama di wilayah Jawa Tengah (Jateng) pun diminta ekstra waspada, terutama saat melintas di daerah yang kerap diterjang rob atau limpasan air laut ke daratan. Selain akan menyebabkan kemacetan panjang, air rob juga membuat kendaraan menjadi tidak tahan lama.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Semarang, Retno Widyaningsih, mengatakan genangan rob sudah terlihat meninggi sejak April-Juni nanti. Ia memperkirakan peningkatan air rob bakal menganggu aktivitas para pemudik yang menuju kampung halamannya masing-masing, mengingat rob akan muncul di siang hari.

“Kita pantau sejak April dan Mei, diperkirakan sampai pertengahan Juni nanti air pasangnya akan sangat tinggi. Kejadiannya siang hari mulai jam 11.00 WIB hingga 17.00 WIB,” ujar Retno kepada wartawan di Semarang, Kamis (23/5/2019).

Ia mengungkapkan peningkatan air rob kali ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya karena dipengaruhi perubahan posisi bulan yang berada sangat dekat dengan matahari. Kenaikan air rob akan mulai terasa pada 29 Mei-12 Juni dengan ketinggian 1,1 meter atau naik 70 sentimeter dibanding kondisi normal.

"Puncaknya akan terjadi pada 7 Juni. Di area jalur mudik, titik tertinggi kita perkirakan terjadi di Semarang. Kondisinya memang agak beda kalau biasanya malam, sekarang rob terjadi siang hari. Kita mengimbau pemudik mewaspadai hal ini apalagi saat ini masih ada potensi hujan di beberapa wilayah," bebernya

Retno memprediksi potensi genangan rob bakal muncul di sejumlah ruas jalan, terutama di ruas jalan pesisir yang terletak di Kabupaten Tegal, Pekalongan, Kendal, dan Kaligawe, Semarang hingga Sayung, Demak.

Pihaknya mengimbau kepada pemerintah daerah setempat untuk mengerahkan seluruh pompa untuk menyedot genangan rob di badan jalan. Pemda, katanya juga harus membuat tanggul penahan banjir supaya arus mudik tidak tersendat.

"Seperti tahun lalu, Kementerian PUPR juga menyiagakan pompa di Kaligawe. Harapannya tahun ini juga akan dilakukan tindakan serupa,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten