Potensi Sekolah Terdampak Tol Solo-Jogja, Pemkab Klaten: Semoga Dapat Ganti Untung
Ilustrasi jam kosong sekolah (montrealgazzette.com)

Solopos.com, KLATEN – Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten bakal menginventarisasi sekolah yang berpotensi besar terdampak pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Inventarisasi sekolah terdampak jalan tol dilakukan pascasosialisasi pengadaan tanah jalan tol Solo-Jogja, dalam waktu dekat.

Hal itu diungkapkan Kepala Disdik Klaten, Wardani, saat ditemui wartawan di kompleks DPRD Klaten, Senin (17/2/2020). Disdik Klaten berharap tahapan ganti untung pembangunan jalan tol berlangsung kondusif.

Makam Bupati Pertama Wonogiri Bakal Jadi Objek Wisata Sejarah

“Kami belum memiliki data rinci terkait sekolah-sekolah mana saja yang akan terdampak pembangunan jalan tol,” kata Wardani.

Wardani mengatakan Disdik Klaten menunggu jadwal sosialisasi pengadaan tanah jalan tol Solo-Jogja yang akan digelar akhir Februari 2020 ini. Melalui tahapan sosialisasi itu, diharapkan Disdik Klaten dapat mendeteksi sekolah di Klaten yang berpotensi terdampak jalan tol.

“Melalui sosialisasi itu akan diketahui sekolah-sekolah mana yang akan terdampak. Saat ini, kami masih rapat-rapat juga. Intinya, kami berharap sekolah yang terdampak pembangunan jalan tol memperoleh ganti untung,” katanya.

AKBP Eddwi Kurniyanto Jabat Kapolres Madiun

Ketua Komisi IV DPRD Klaten, Edy Sasongko, mengaku belum pernah membahas sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan yang diproyeksikan terdampak jalan tol Solo-Jogja.

“Kami belum pernah membahas atau pun dilapori terkait sekolah-sekolah di Klaten yang terdampak jalan tol. Dari kami prinsipnya, sekolah-sekolah yang akan terdampak itu segera mempersiapkan diri. Dari mencari lahan atau pun memikirkan anggarannya. Sehingga saat diputuskan terdampak jalan tol, sekolah itu sudah memiliki gambaran akan pindah ke mana. Termasuk juga kebutuhan anggarannya berapa,” katanya.

25 Siswa SDIT Jumapolo Karanganyar Mendadak Sakit Diduga Keracunan Makan Malam

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekminto, mengatakan Pemkab Klaten bakal membuka pos pengaduan di ruang B2 komples Setda Klaten selama tahap pengadaan tanah berlangsung. Sesuai rencana, sosialisasi pengadaan tanah dilakukan di akhir Februari 2020.

“Bagi kami yang penting pemilik sertifikat tanah itu harus clear terlebih dahulu. Sehingga yang diundang saat sosialisasi yang benar-benar memiliki sertifikat. Kami juga akan membuka pos di Setda Klaten. Jika ada masyarakat yang komplain terkait persoalan dalam pengadaan tanah dapat disampaikan langsung. Ini untuk mencegah terjadinya gejolak di masyarakat,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho