Tutup Iklan

Potensi Pasar Tanaman Hias Rp3.000 Triliun, Baru Terpenuhi 0,01 Persen

Bisnis tanaman hias merupakan salah satu opsi pemulihan ekonomi masyarakat karena menggandeng sekitar 1.000 petani yang terdampak pandemi Covid-19.

 Ilustrasi berjualan tanaman hias di mal. (Facebook.com-Hartono Mall Solo)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi berjualan tanaman hias di mal. (Facebook.com-Hartono Mall Solo)

Solopos.com, BOGOR — Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mendukung pasar tanaman hias di Kota Bogor, Jawa Barat yang disebutnya sebagai salah satu opsi pemulihan ekonomi masyarakat karena menggandeng sekitar 1.000 petani yang terdampak pandemi Covid-19.

Dukungan itu disampaikan Teten saat mengunjungi pasar tanaman hias yang berlokasi di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor tersebut.

“Tanaman hias memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Pasalnya, global market value [potensi pasar] tanaman hias mencapai nilai Rp3.000 triliun, lebih tinggi dibandingkan kopi dan teh. Namun, Indonesia baru memenuhi ceruk pasar dunia sebesar 0,01 persen,” kata Menkop dalam rilis yang diterima Antara pada Rabu (20/10/2021).

Baca Juga: Jelang Pra-IPO, GoTo Dapat Guyuran Dana Rp5,64 Triliun dari Abu Dhabi

Ia mengapresiasi Minaqu Indonesia sebagai pengelola pasar tanaman hias terbesar di Asia Tenggara itu karena telah mengangkat potensi ekonomi di Jawa Barat.

Pasar tanaman hias itu telah bermitra dengan empat koperasi. Bahkan beberapa waktu lalu, Minaqu juga meluncurkan program kemitraan Petani Tanaman Hias Mitra Binaan CV Minaqu Indonesia bersama Bank Jabar Banten (BJB).

“Kalau sudah ada koperasi, para petani dapat fokus untuk berproduksi di lahan yang juga dikonsolidasikan menjadi skala ekonomi,” kata Teten.

Menurut Teten, koperasi yang berperan sebagai penampung atau aggregator juga dapat menjadi penjamin komoditas hasil hutan kelompok tani hutan atau offtaker pertama.

Baca Juga: Antam Naik! Cek Harga Emas Pegadaian, Kamis 21 Oktober 2021

Koperasi kemudian juga bisa melakukan pengolahan hasil panen yang berhadapan dengan pembeli sehingga harga tidak dipermainkan pihak ketiga.

“Koperasi sebagai badan usaha yang berbadan hukum juga dapat melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari akses terhadap sumber-sumber pembiayaan dan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk teknologi tepat guna, sampai pada hilirisasi produk baik secara offline dan online,” jelas Teten.

Menurut Menkop, pasar tanaman hias tersebut telah menciptakan sebuah ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dia berharap koperasi-koperasi lain yang telah mengonsolidasikan lahan anggotanya juga dapat memanfaatkan peluang dan menjalin kemitraan.


Berita Terkait

Berita Terkini

Utang Pinjol Resmi Tembus Rp27,9 Triliun, Ini Pendana Terbesar

Statistik OJK terkait industri teknologi finansial pendanaan bersama alias peer-to-peer lending (fintech lending) mengungkap utang di industri ini telah menembus Rp27,9 triliun.

Omicron Jadi Ancaman Baru, Apa Dampaknya bagi Investasi Emas di 2022?

Kemunculan varian baru virus corona, Omicron diprediksi apat menjadi katalis penguatan harga emas pada 2022 mendatang.

Bali dan Labuhan Bajo Jadi Pilihan Menginap Penonton MotoGP Mandalika

Masih terbatasnya akomodasi hotel di Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa menjadikan Bali dan Labuhan Bajo sebagai alternatif tempat menginap para tamu MotoGP 2022.

Tugas Melanjutkan Transformasi Bagi Dirut Baru PLN Darmawan Prasodjo

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN 2021 menetapkan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PLN, menggantikan Zulkifli Zaini.

Semeru Erupsi, Operasional Kereta Api di Jawa Timur Berjalan Normal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan operasional Kereta Api di wilayah Jawa Timur saat ini masih berjalan normal kendati terjadi erupsi Gunung Semeru.

Emas Masih Cuan untuk Investasi Pada 2022, Simak Prediksinya

Bagi yang merencanakan investasi pada tahun depan, emas bisa jadi pilihan. Emas disebut masih memiliki potensi yang positif untuk investor pada 2022 mendatang.

6 Tahun Tugu Insurance Pertahankan Global Financial Strength Rating A

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance) mempertahankan predikat Financial Strength Rating A-(Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating of A- (Excellent) dari A.M. Best.

Awal Pekan, Yuk Cek Harga Emas di Pegadaian Senin 6 Desember 2021

Di awal pekan, harga emas 24 karat yang dijual Pegadaian baik cetakan Antam maupun UBS, pada Senin (6/12/2021) terpantau stagnan atau sama dengan harga kemarin.

Kemenko Perekonomian Minta BPOM Kaji Ulang Rencana Label BPA pada Galon

Kemenko Perekonomian mendorong BPOM untuk mengkaji ulang rencana pelabelan kandungan Bisfenol A (BPA) pada air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang.

Malaysia Minta 32.000 PMI untuk Perkebunan Sawit, Ini Respons Menaker

Pemerintah belum dapat menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perkebunan sawit Malaysia.

Pasokan dari Petani Terbatas, Harga Cabai Rawit di Bantul Naik

Memasuki musim penghujan dan jelang Nataru, harga cabai rawit dari petani mulai meningkat. Kenaikan harga cabai diprediksi akan terus berlangsung hingga Januari 2022.

Termasuk YIA, Ini Sejumlah Bandara Baru yang Sepi Seusai Diresmikan

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menambah daftar bandara baru yang sepi penumpang setelah diresmikan oleh Joko Widodo (Jokowi).

Kisah Najieb, Pengusaha Tuli Asal Karanganyar Taklukkan Dunia Digital

Keterbatasan fisik tak membuat orang patah semangat dan berhenti berkarya. Hal itu juga dilakukan Ahmad Zaky Najieb, 44, seorang pengusaha las tuli penghobi seni.

Hampir 100% Transaksi Nasabah Mandiri Via Online

Kehadiran Super App Livin’ By Mandiri (berlogo kuning), serta Kopra by Mandiri mampu menekan transaksi langsung di sejumlah kantor cabang.

Perusahaan AMDK Tolak Mentah-Mentah Pasang Label BPA di Galon Isi Ulang

Asosiasi Perusahaan AMDK menyebut belum ada bukti saintifik yang menunjukkan bahaya penggunaan galon isi ulang dalam jangka panjang terhadap kesehatan.

880 Juta Galon Isi Ulang Terancam Punah, Ini Penyebabnya

Revisi Peraturan BPOM ini secara tidak langsung mendorong pelaku usaha beralih dari galon isi ulang ke produk sekali pakai.