Potensi Konflik di Kulonprogo Tetap Ada

Ada berbagai sumber potensi konflik yang perlu diwaspadai

Solopos.com, KULONPROGO-Situasi kerukunan umat beragama di Kulonprogo dianggap relatif kondusif. Namun, potensi konflik tetaplah ada sehingga perlu dilakukan antisipasi.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kulonprogo  Muntachob mengatakan, banyak kegiatan dan tradisi lokal yang dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kebersamaan lintas umat. Bentuknya antara lain kenduri, selamatan, hingga acara tahunan nyadran agung tingkat kabupaten. “Masyarakat Kulonprogo juga cenderung tidak mudah terprovokasi sehingga cukup memperkuat kerukunan umat beragama,” ujar Muntachob, Senin (13/11/2017).

Meski begitu, bukan berarti konflik umat beragama mustahil terjadi di Kulonprogo. Muntachob mengungkapkan, ada berbagai sumber potensi konflik yang perlu diwaspadai. Potensi itu bukan hanya munculnya aliran menyimpang dan tempat ibadah, melainkan juga karena adanya kesenjangan ekonomi, kepentingan politik, dan perkawinan beda agama.

Muntachob menjelaskan, FKUB Kulonprogo selalu berkoordinasi dengan Pemkab Kulonprogo dalam menjalankan program kerukunan umat, khususnya melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo. Masyarakat senantiasa diimbau untuk tetap menjunjung tinggi toleransi. Upaya pembinaan umat juga selalu dilakukan menyesuaikan dengan perspektif masing-masing agama.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesbangpol Kulonprogo Tri Wahyudi meminta masyarakat lebih hati-hati terhadap pendatang yang membawa ajaran agama tertentu, terlebih jika terdapat perbedaan pada pola ibadah dan ajaran lainnya. Dia pun menyebut eksklusivisme dapat menjadi faktor yang mengancam kerukunan umat beragama. “Misalnya saat ada kelompok tertentu yang tidak membuka diri dengan kelompok lain atau masyarakat umum serta mengabaikan ajaran dan pola kebiasaan masyarakat di suatu wilayah,” kata dia.

Namun, Tri membenarkan jika situasi kerukunan umat beragama di Kulonprogo relatif masih kondusif. Peran para tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB dinilai sangat efektif sehingga hampir tidak ada perkara yang berkepanjangan. “Seandainya ada gesekan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparat TNI/Polri akan bergerak bersama untuk mencari solusi jalan keluar,” kata Tri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho