Potensi Indonesia dalam menghadapi Ekonomi dan Keuangan Digital
Roy Suryo Saputro, Mesghina Anugerah Wienma dari SMA Warga Surakarta. (Istimewa-dokumen pribadi)

Tahun 1991 seorang bernama Tim Berners-lee memperkenalkan istilah world wide web dan mulai saat itulah internet mendunia, banyak orang yang melakukan kegiatan dengan menggunakan internet. Internet sendiri merupakan suatu jaringan komunikasi yang memiliki fungsi untuk menghubungkan satu alat atau media elektronik dengan media elektronik lain walaupun jarak jauh. Perkembangan zaman menuntut kita untuk melakukan revolusi digital. Internet mengambil alih hampir seluruh aktivitas manusia yang awalnya dilakukan secara face to face. Masuknya teknologi dalam kehidupan manusia memberikan banyak dampak dalam beberapa bidang.

Kita telah memasuki era digital. Digitalisasi dimanfaatkan dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang keuangan. Inovasi teknologi terus berkembang dengan pesat sehingga kita harus belajar untuk membiasakan diri dan mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai keuangan digital, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu mengenai digitalisasi dan juga apa itu perusahaan fintech. Digitalisasi adalah proses peralihan atau perubahan seluruh bentuk macam media menjadi digital. Contoh yang sering kita lihat adalah peralihan koran cetak ke koran digital dan uang cetak ke uang digital, peralihan atau perubahan itu bukan berarti bermaksud menghilangkan tetapi lebih mengolaborasikan dengan teknologi yang sedang atau akan dikembangkan.

Koran cetak akan tetap diproduksi karena perusahaan informasi berawal dari informasi berbentuk cetak langsung dan sama halnya uang cetak yang akan terus diproduksi dan digunakan karena awal dari transaksi adalah menggunakan uang berfisik langsung. Selanjutnya, Perusahaan Fintech merupakan  perusahaan jasa layanan keuangan yang digabungkan dengan teknologi yang ada. Dalam kegiatan perekonomian, biasanya akan terjadi kegiatan bertransaksi dalam bentuk interaksi secara langsung seperti penggunaan kartu ataupun uang cash. Munculnya perusahaan Financial Technology (Fintech) yang diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), adalah awal dari proses muncul dan berkembangnya uang elektronik (UE) yang sekaligus mulai digunakan sebagai media bertransaksi secara digital.

Saat ini, Bank Indonesia juga menyediakan sistem pembayaran satu pintu untuk menjembatani sistem pembayaran yang beraneka ragam, yaitu sistem integrasi pembayaran bernama QRIS (Quick Respons Code Indonesian Standard). Dengan QRIS, merchant yang bekerja sama tidak perlu lagi menyediakan banyak kode QR untuk setiap aplikasi melainkan hanya menyediakan satu kode QR dari QRIS yang nantinya dapat digunakan untuk pembayaran semua jenis aplikasi baik itu bank maupun nonbank.  QRIS pastinya juga memiliki sisi keuntungan antara lain, mempermudah transaksi dengan aplikasi pembayaran digital, mencegah beredarnya uang palsu, dan proses pembayaran lebih cepat. Selain itu, transaksi cepat dan pengeluaran tercatat serta aman karena diawasi Bank Indonesia (BI), lebih higienis tanpa kontak fisik, serta kita dapat menjadi lebih update dan lebih dekat dengan teknologi digital yang sedang berkembang.

Kemajuan teknologi khususnya dalam bidang ekonomi perlu diimbangi dengan adanya sistem yang mengatur. Sistem ini dibuat juga untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan kesempatan yang ada di masa mendatang. Indonesia sendiri memiliki kesempatan yang cukup besar di bidang teknologi dan keuangan karena jumlah populasi penduduk Indonesia yang cukup besar. Dikutip dari m.medcom.id, dua pertiga populasi Indonesia memiliki ponsel, 42% di antaranya merupakan pengguna smartphone. Jika hal ini dimanfaatkan dan difasilitasi dengan baik maka dapat memajukan perekonomian Indonesia karena penggunaan smartphone tidak hanya memungkinkan orang untuk dapat berkomunikasi jarak jauh, tetapi juga bertransaksi, sehingga bagi penduduk Indonesia yang tidak berada di kota, tetap bisa melakukan jual beli dan juga melakukan transaksi lain dengan penduduk di mana saja. Hal ini membuat perekonomian di daerah bisa maju dan merata.

Perkembangan ekonomi dan keuangan digital juga membuat pasar modal menjadi lebih mudah dijangkau oleh masyarakat agar generasi muda memiliki rasa ingin tahu dan lebih banyak masyarakat Indonesia yang ikut dalam investasi ekonomi dalam negeri yang bertujuan agar dapat membantu perekonomian Indonesia menjadi lebih maju. Hal tersebut dapat disebut dengan inklusi keuangan yang dapat diartikan sebagai keadaan masyarakat dalam mengakses layanan jasa keuangan. Selain lebih dimudahkannya dalam berinvestasi untuk remaja di atas 17 tahun, ada juga tabungan simpanan pelajar (simpel) yang dikeluarkan oleh perbankan untuk mulai memberi edukasi dan mendorong kemauan generasi muda untuk mulai memikirkan masa depan dengan baik melalui jalur perekonomian.

Jadi, besar peluang Indonesia untuk menguasai dan menaklukan digitalisasi di Asia, terlebih generasi muda Indonesia yang melek terhadap teknologi. Mereka berupaya untuk terus mengembangkan ekonomi digital melalui berbagai upaya. Digitalisasi ekonomi diharapkan bisa membuat negara Indonesia bukan hanya menjadi negara berkembang, tetapi juga dapat menjadi negara maju sehingga dapat melakukan pemerataan ekonomi dan dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Peran generasi muda sangat penting dalam membantu mewujudkan majunya perekonomian Indonesia, terutama dalam bidang digital ekonomi. Sebagai generasi muda, mari mulai wujudkan tujuan bersama demi Indonesia Maju!



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom