Potensi Hujan Lebat di Klaten, Warga Tepi Sungai Waspada Banjir
Luapan air irigasi menggenangi jalan kampung Dukuh Talangwetan, RT 001/RW 001, Desa Talang, Kecamatan Bayat, setelah hujan deras mengguyur Klaten, Kamis (5/3/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso).

Solopos.com, KLATEN – Potensi hujan lebat diperkirakan masih terjadi hingga pertengahan Maret 2020 di wilayah Klaten, Jawa Tengah. Berdasarkan prediksi cuaca itu, warga Klaten yang tinggal di tepi sungai diminta tetap waspada terhadap potensi dan dampak bencana alam.

Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, mengatakan prakiraan cuaca itu berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sebab, puncak musim hujan 2020 diprediksi terjadi pada Februari-Maret 2020.

“Prediksi puncak musim hujan kali ini pada pertengahan Februari hingga pertengahan Maret. Tidak hanya intensitasnya yang tinggi, hujan diperkirakan hampir terjadi setiap hari,” kata Nur saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Kamis (5/3/2020).

PSK Subang Bugil Dibunuh Beri Layanan Gratis ke Pelaku

Nur Tjahjono Suharto mencontohkan seperti hujan lebat yang mengguyur wilayah Klaten mulai Rabu (4/3/2020) sore hingga Kamis pagi. Guyuran hujan itu menyebabkan debit sungai meningkat dan berdampak kerusakan di sejumlah wilayah.

Potensi Hujan Lebat

Lantaran intensitas hujan dalam beberapa hari ke depan masih tinggi, BPBD Klaten meminta warga tetap waspada, terutama yang tinggal di tepi sungai. Nur Tjahjo Suharto mengimbau warga terus menggiatkan bersih-bersih sungai agar aliran air lancar sehingga tidak meluap ke kampung.

“Kemudian jangan membuang sampah ke sungai yang bisa menghambat aliran air. Panel-panel listrik juga diamankan oleh warga sendiri karena mereka yang tahu dimana panel listrik itu berada,” jelas dia.

Kumpulan Cewek Cantik Tiktok Indonesia: Pengikutnya Jutaan Loh!

Dia juga mengimbau lembaga-lembaga di daerah rawan kebanjiran untuk melakukan upaya pengurangan risiko bencana sejak dini.

“Benda-benda rawan rusak yang ada di instansi seperti sekolah kami harapkan bisa ditempatkan di tempat yang lebih tinggi dan aman,” urai dia.

Dampak Hujan Lebat

Terkait dampak hujan lebat di Klaten Rabu-Kamis, Nur Tjahjo Suharto mengatakan terjadi bencana alam tanah longsor dan tanggul jebol. Kerusakan itu terjadi di empat desa tersebar di tiga kecamatan di Klaten.

Di Kecamatan Bayat, Klaten, hujan lebat membuat talut salah satu rumah warga Dukuh Mardirejo, Desa Krikilan, longsor hingga menutup akses jalan di Dukuh Mardirejo, RT 003/RW 005. Di Kecamatan Trucuk, kerusakan Jembatan Modran, Desa Planggu yang menjadi akses antar kampung di wilayah Planggu serta Desa Talang, Kecamatan Bayat kian melebar hingga jembatan ditutup sementara.

“Dari BPBD merekomendasikan agar jembatan itu segera dilakukan perbaikan dengan desain baru menyesuaikan karakter Kali Dengkeng dengan mengurangi jumlah tiang yang ada agar sampah terutama rumpun bambu tidak menyangkut di tiang jembatan,” kata dia.

Magang di UNS Solo, Siswi SMK Boyolali Dapat Hadiah Sepeda Motor

Di Kecamatan Gantiwarno, tanggul Sungai Slegrengan, Desa Jabung dan tanggul Sungai Mlese, Desa Mlese jebol.

“Kedua tanggul sungai itu sebelumnya jebol dan diperbaiki. Namun, kali ini jebol lagi,” jelas dia.

Banjir di Bayat

Sementara itu jalan permukiman di Dukuh Talangwetan, RT 001/RW 001, Desa Talang, Kecamatan Bayat tergenang air setinggi 20 meter, Kamis pagi. Genangan air itu tak sampai masuk ke rumah warga.

Tak Hafal Pancasila, Ini Penjelasan Finalis Puteri Indonesia 2020 Kalista Iskandar

Air menggenangi jalan kampung lantaran air yang ada di saluran irigasi tak bisa mengalir menyusul volume air Kali Dengkeng meningkat. Air mulai menggenangi jalan perkampungan sekitar pukul 05.00 WIB dan mulai surut sekitar pukul 09.00 WIB.

“Kondisi ini sudah kali keempat terjadi. Yang terparah dulu sampai tiga hari tiga malam jalan kampung tergenang,” kata salah satu warga Dukuh Talangwetan, Hartanti, 65.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho