Posko Covid-19 Pindah, Alur Karantina Pemudik Solo Berubah
Kampanye Jangan Mudik #MediaLawanCovid19

Solopos.com, SOLO -- Alur perjalanan pemudik Solo dari terminal, bandara, dan stasiun menuju lokasi karantina berubah. Perubahan itu menyesuaikan pemindahan lokasi Posko Covid-19.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo memindahkan Posko Covid-19 dari Balai Kota ke Grha Wisata Niaga di Jl Slamet Riyadi.

Seperti diketahui, Ghra Wisata Niaga menjadi salah satu dari tiga lokasi yang disiapkan Pemkot Solo untuk karantina ODP corona termasuk pemudik dalam rangka pencegahan penularan virus corona.

Persiapan tiga rumah karantina itu terus dikebut. Ketiganya yakni Grha Wisata Niaga, Dalem Joyokusuman, dan Dalem Priyosuhartan. Ketiga rumah karantina itu sesuai rencana ditempati mulai pekan ini.

Ada Gejala, 10 Pelaku Perjalanan di Sragen Naik Status Jadi ODP Corona

Pemkot Solo sebelumnya juga sudah menyiapkan alur perjalanan pemudik dari bandara, stasiun, dan terminal menuju lokasi karantina.

Para pemudik baik dari Bandara Adi Soemarmo, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Jebres, Stasiun Purwosari, maupun Terminal Tirtonadi dijemput menggunakan bus khusus dari Pemkot.

Sesuai alur lama, pemudik dibawa langsung ke Posko Covid-19 di Balai Kota Solo, menjalani proses screening lalu diarahkan ke tiga lokasi karantina.

Namun, sesuai alur yang baru, para pemudik yang diangkut bus khusus dari Pemkot tidak perlu melewati Balai Kota. Hal itu karena Posko Covid-19 Solo dipindahkan ke Ghra Wisata Niaga.

Update Corona Indonesia 5 April 2020: Terkonfirmasi Positif 2.273 Orang, Jateng Tidak Ada Tambahan

Sementara itu, informasi yang diperoleh Solopos.com, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memantau pemasangan velbed atau kasur lipat di Dalem Joyokusuman, Minggu (5/4/2020).

Kasur berukuran 1 meter x 2 meter terpasang di atas velbed. Kasur itu merupakan pinjaman dari Korem 074/Warastratama, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan, Lanud Adi Soemarmo, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Polresta Solo.

Karantina ODP Tidak Kooperatif

Belasan kamar di Dalem Joyokusuman dapat menampung 89 orang dalam pemantauan (ODP) dengan fasilitas lengkap, antara lain, sarana cuci tangan, sarana olahraga, dan media komunikasi.

Dalem Joyokusuman disiapkan untuk menampung para ODP yang tidak memungkinkan melakukan karantina mandiri karena kondisi rumah mereka berukuran kecil dan memiliki tinggal bersama keluarga besar.

Dampak Wabah Corona Sukoharjo: 1 Hotel Tutup Sementara, Lainnya Rumahkan Karyawan

ODP yang tidak kooperatif juga akan dirumahkan ke Dalem Joyokusuman. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, menjelaskan Kota Solo memiliki 252 ODP dan 69 orang di antaranya sudah lolos masa karantina.

Dalem Joyokusuman dan Dalem Priyosuhartan cukup untuk menampung ODP Kota Solo.

“ODP yang lingkungan rumahnya tidak memungkinkan untuk karantina mandiri kami tarik. Kami masih mendata di wilayah. ODP yang kooperatif dan kondisi rumahnya memungkinkan bisa karantina mandiri di rumah,” katanya.

PDP Corona Asal Mojolaban Sukoharjo Meninggal Dunia

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo mengklaim Dalem Joyokusuman siap ditempati hari ini. ODP melakukan karantina selama 14 hari dengan penjagaan ketat TNI-Polri, Satpol PP Kota Solo, dan tenaga medis.

“ODP sebagian karantina di sini karena tidak mampu karantina mandiri. Kriterianya rumah kecil dan keluarga besar. ODP tidak boleh dijenguk keluarga,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho