Positif Covid-19 Sukoharjo Tembus 346 Kasus, Klaster Nakes Jadi Penyumbang Terbesar
Ilustrasi tes Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, SUKOHARJO — Klaster tenaga kesehatan atau nakes menjadi penyumbang terbanyak jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sukoharjo yang hingga Jumat (14/8/2020) mencapai 346 kasus.

Jumlah nakes yang terpapar virus corona lebih dari 100 orang dan berasal dari sejumlah fasilitas kesehatan masyarakat tingkat dasar hingga rumah sakit.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat (14/8/2020), ada beberapa klaster nakes persebaran Covid-19 yakni klaster nakes rumah sakit di Semarang, klaster nakes rumah sakit swasta di Solo.

2 Pengurus DPD PAN Solo “Diusir” dari Kantor Mereka Saat Hendak Konferensi Pers

Selain itu, klaster nakes rumah sakit pemerintah di Solo, dan klaster rumah sakit di Sukoharjo. Jumlah kasus positif Covid-19 dari semua klaster nakes di Sukoharjo itu lebih dari 100 orang.

Hampir semua nakes yang terpapar virus corona tanpa gejala sehingga mereka menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Jika pada hari terakhir masa inkubasi tak mengalami demam dan gangguan pernapasan, mereka dinyatakan sembuh.

“Jumlah nakes yang terpapar virus Covid-19 paling banyak dibanding kelompok masyarakat lain. Jumlahnya lebih dari 100 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat.

Viral Video Bullying di Alkid Solo, 9 Bocah Perempuan Dibawa Ke Kantor Polisi

Yunia menyebut kali terakhir ada tujuh kasus positif Covid-19 dari klaster nakes di Sukoharjo yakni pada Kamis (13/8/2020). Para nakes itu bertugas di rumah sakit rujukan Covid-19 di Sukoharjo.

Tertular Saat Merawat Pasien

Saat ini, ketujuh nakes itu tengah menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Kondisi kesehatan mereka tetap dipantau oleh petugas medis lainnya.

Tingginya jumlah nakes yang terinfeksi virus corona lantaran mereka merupakan kontak erat lini pertama pasien positif. “Para nakes itu diduga tertular virus corona saat merawat pasien positif di rumah sakit. Mereka diduga tertular virus corona di area rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya,” ujar dia.

Bertemu Gibran, Gerakan Milenial Indonesia Ingin Ada Sentra Etalase UMKM Anak Muda di Solo

Sementara itu, berdasarkan data terakhir yang diunggah di website corona.sukoharjokab.go.id, Jumat (14/8/2020), akumulasi kasus positif Covid-19 Sukoharjo mencapai 346 orang termasuk dari klaster nakes.

Dari jumlah itu, masih ada 21 orang yang menjalani rawat inap dan 54 orang isolasi mandiri. Sisanya sebanyak 259 orang sembuh dan kasus meninggal 12 orang.

Saat ini, gugus tugas masih melacak masyarakat yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif. “Kontak erat lini pertama langsung menjalani swab test untuk menentukan apakah terinfeksi virus corona atau tidak,” kata Yunia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom