Positif Covid-19 Kabupaten Sukoharjo: Dulu Tertinggi, Kini Kesalip Solo dan Boyolali
Ilustrasi virus corona pemicu Covid-19. (Antara-Dok.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Saat awal pandemi Covid-19, Maret lalu, Kabupaten Sukoharjo sempat menjadi daerah dengan peningkatan jumlah kasus konfirmasi paling tinggi se-Soloraya.

Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 daerah ini jauh meninggalkan daerah-daerah lain, termasuk Solo. Namun kini Sukoharjo tidak lagi menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak.

Sebaliknya, justru Boyolali yang dibanding daerah lain termasuk paling akhir melaporkan kasus Covid-19, kini menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak.

Klaster Keluarga Terus Bermunculan, Positif Covid-19 Solo Tambah 27 Kasus

Pantauan Solopos.com pada website informasi Covid-19 masing-masing daerah Soloraya, Minggu (27/9/2020) malam, Kabupaten Sukoharjo hanya menempati urutan keempat dalam hal jumlah kasus konfirmasi Covid-19.

Posisi pertama daerah Soloraya dengan kumulatif positif Covid-19 terbanyak saat ini adalah Boyolali, yakni 788 kasus. Perinciannya, 80 kasus rawat inap, 59 kasus isolasi mandiri, 31 kasus meninggal, 618 kasus sembuh.

Kumulatif Covid-19 Solo

Kemudian Solo dengan jumlah positif Covid-19 sebanyak 661 kasus. Perinciannya, 491 kasus sembuh, 101 kasus isolasi mandiri, 41 kasus rawat inap, 28 kasus meninggal.

6 Tahun Berlalu, Sengketa Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo Belum Rampung

Klaten pada posisi ketiga dengan jumlah kasus positif sebanyak 624 orang. Perinciannya, 502 orang sembuh, 101 rawat/isolasi mandiri, 21 orang meninggal.

Kabupaten Sukoharjo pada posisi keempat dengan jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 620 orang hingga Minggu. Perinciannya, 130 kasus saat ini masih aktif dengan 52 orang rawat inap, 72 orang isolasi mandiri, enam orang isolasi rumah sehat. Sisanya, 31 orang meninggal dunia.

Setelah Sukoharjo ada Sragen dengan jumlah kasus positif hingga Minggu tercatat 514 orang. Penjabarannya, 403 orang sembuh, 86 orang rawat inap, 25 orang meninggal.

Kisah Bocah Kelas 6 SD Asal Wonogiri Berjualan Snack Untuk Bantu Perekonomian Keluarga

Karanganyar pada posisi keenam dengan jumlah total kasus positif sebanyak 453 orang. Jumlah itu terdiri atas 32 orang isolasi mandiri, 32 rawat inap, 367 sembuh, dan 22 meninggal.

Wonogiri Paling Sedikit

Terakhir, kabupaten dengan jumlah kasus positif Covid-19 paling sedikit adalah Wonogiri. Wilayah ini hanya mencatat 243 kasus positif Covid-19, dengan perincian 25 orang rawat inap, delapan karantina, 201 orang sembuh, 9 orang meninggal.

Untuk Kabupaten Sukoharjo, yang saat ini sedang jadi sorotan adalah klaster Covid-19 perkantoran Pemkab. Total ada delapan aparatur sipil negara (ASN) Gedung Menara Wijaya yang terkonfirmasi positif corona.

Puluhan Sukarelawan Karangpandan Karanganyar Jalani Tes TB-Paru dan HIV

Munculnya klaster perkantoran ini bermula dari dua pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo terkonfirmasi positif Covid-19 pada pekan lalu. Kedua pejabat itu yakni Sekretaris DLH Sukoharjo, Bambang Darminto dan Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Sukoharjo, Agus Suprapto.

Gugus tugas lantas melakukan pelacakan terhadap kontak erat lini pertama kedua ASN yang terinfeksi Covid-19.

"Ada enam ASN tambahan yang terpapar Covid-19. Lima ASN berasal dari DLH Sukoharjo dan satu ASN Disperinaker Sukoharjo. Mereka merupakan kontak erat kedua ASN DLH Ini klaster perkantoran pertama di Sukoharjo," kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Minggu (27/9/2020).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom